Kondisi Tidak Stabil, Banyak Pengembang Properti di Jabar Tiarap

Senin, 20 Agustus 2018 - 13:46 WIB
Kondisi Tidak Stabil,...
Kondisi Tidak Stabil, Banyak Pengembang Properti di Jabar Tiarap
A A A
BANDUNG - Tidak stabilnya beberapa instrumen ekonomi seperti nilai tukar rupiah dan suku bunga berimbas terhadap sektor properti di Jawa Barat. Banyak pengembang yang memilih tiarap dan diperkirakan akan berdampak pada penjualan perumahan.

"Kami menilai sektor properti saat ini berat. Banyak pengembang yang tiarap karena perkembangannya tidak sepositif tahun-tahun sebelumnya," kata Ketua Umum Dewan Pengurus Pusat (DPP) Asosiasi Pengembang Perumahan Rakyat Seluruh Indonesia (AP2ERSI) Ferry Shandiyana, Senin (20/8/2018).

Beratnya kondisi properti, lanjut Ferry, merupakan dampak ekonomi global. Depresiasi nilai tukar rupiah membuat Bank Indonesia (BI) menaikkan BI Rate. Efeknya, kata dia, suku bunga kredit pun, termasuk kredit pemilikan rumah (KPR), mengalami penyesuaian.

Kenaikan BI rate, kata dia, diperkirakan akan berdampak pada konsumen. Konsumen akan menanggung beban kenaikan bunga setelah BI menyelesaikan BI rate. Terlebih, pembiayaan perumahan tenor waktunya jangka panjang. Sehingga kenaikan sebesar apapun pada suku bunga, berdampak pada naiknya nilai angsuran.

Kondisi itu, kata dia, tidak hanya terjadi pada konsumen rumah komersil, tetapi juga rumah subsidi. Bagi konsumen perumahan komersil, tingginya harga rumah pun membuat konsumen tersebut menahan pembelian.

Sedangkan bagi konsumen perumahan bersubsidi, kata Ferry, kendalanya harga jualnya yang belum mengalami perubahan sejak lama, yaitu sekitar Rp130 juta. Namun harga jual bahan baku ditambah lahan tergolong tinggi. Hal itu, ucapnya, membuat tidak sedikit para pengembang perumahan bersubsidi kesulitan memperoleh lahan.

Ferry berpendapat, sebaiknya pemerintah menyiapkan sejumlah upaya untuk kembali menggairahkan sektor properti. Memang benar, sahut Ferry, pemerintah menggulirkan sejumlah program, seperti program down payment (DP) atau yang muka 0%. "Kami berharap pemerintah benar-benar memiliki sebuah agenda dalam menyikapi sektor properti," tutup Ferry.
(ven)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Tawarkan Rumah Modern...
Tawarkan Rumah Modern ala Jepang, Go Home Residence Mulai Buka NUP
Kian Diminati, MAS Group...
Kian Diminati, MAS Group Luncurkan Rumah Berkonsep Korean Dreams
REI Dukung Pemerintah...
REI Dukung Pemerintah Gunakan Instrumen Perumahan Atasi Kemiskinan
Waterfront Estates,...
Waterfront Estates, Wujudkan Hunian Modern di Cikarang
Triniti Land Topping...
Triniti Land Topping Off secara Bertahap Proyek Marc’s Boulevard Seluas 23 hektar
Sukses Pasarkan Nerin,...
Sukses Pasarkan Nerin, Giantara Serpong City Luncurkan Khione
Berita Terkini
Prabowo Kumpulin Menteri...
Prabowo Kumpulin Menteri di Hambalang Bahas Harga Khusus BBM untuk Nelayan
7 jam yang lalu
Raih 3 Pengakuan Internasional,...
Raih 3 Pengakuan Internasional, IIF Terus Memperkuat Kapasitas Pendanaan Infrastruktur
7 jam yang lalu
S&P Pertahankan Rating...
S&P Pertahankan Rating dan Outlook Kredit Indonesia, Purbaya: Arah Kebijakan Ekonomi Terjaga
8 jam yang lalu
Danamon Prasmul EduWealth...
Danamon Prasmul EduWealth Menjawab Tren Kenaikan Biaya Pendidikan: Ekosistem Pendanaan dan Proteksi
9 jam yang lalu
Sensus Ekonomi Tak Hanya...
Sensus Ekonomi Tak Hanya Dilakukan Indonesia: Gerakan Global yang Diikuti Malaysia hingga Zimbabwe
9 jam yang lalu
Membuka Pintu Investasi...
Membuka Pintu Investasi dan Kerja Sama Selangor-Jawa Barat lewat SIBS 2026
9 jam yang lalu
Infografis
20 Universitas Terbaik...
20 Universitas Terbaik di Indonesia Versi QS WUR 2027
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved