IHSG Dibuka Turun 7,57 Poin, Bursa Asia Bervariasi Karena Perang Dagang
Jum'at, 24 Agustus 2018 - 10:06 WIB
IHSG Dibuka Turun 7,57 Poin, Bursa Asia Bervariasi Karena Perang Dagang
A
A
A
JAKARTA - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka berbalik melemah sebesar 0,13% atau 7,57 poin ke level 5.975,41 pada perdagangan Jumat (24/8/2018). Laju IHSG semakin melemah sebesar 0,14% atau 8,11 poin ke level 5.974,87 pada pukul 09.58 WIB.
Pada perdagangan Kamis kemarin, IHSG ditutup di zona hijau dengan penguatan 0,65% atau 38,68 poin ke level 5.982,98. Sepanjang Kamis lalu, indeks diperdagangkan di 5.934,29-5.991,30.
Indeks tertekan karena mayoritas indeks sektral bergerak di zona merah, dengan tekanan terbesar dari sektor industri dasar yang melemah 0,57%, disusul sektor aneka industri yang melemah 0,48%. Sementara penguatan terjadi di sektor finansial dengan naik 0,42%.
Dari 424 saham yang diperdagangkan, 168 melemah, 134 tetap dan 122 menguat. Nilai transaksi saham mencapai Rp1,83 triliun dari 2,15 miliar lembar saham. Transaksi bersih asing Rp93,56 miliar, dengan aksi beli asing Rp644 miliar berbanding aksi jual asing Rp551 miliar.
Sementara itu, pasar Asia dibuka bervariasi karena investor bereaksi terhadap perang dagang yang meningkat antara AS dan China, perkembangan politik Australia dan data ekonomi dari Jepang. Melansir dari CNBC, Jumat (24/8), indeks Nikkei 225 Jepang naik 0,3% dan indeks Topix naik 0,34%.
Di Australia, ASX 200 naik 0,27% dengan sebagian besar sektor diperdagangkan lebih tinggi. Saham yang disebut bank Big Four diperdagangkan beragam; ANZ turun 0,21%, Westpac turun 1,27%, bank Commonwealth naik 0,58% dan National Australia Bank bertambah 0,22%.
Indeks Kospi Korea Selatan turun 0,41% karena beberapa nama blue chip utama menurun. Saham raksasa elektronik Samsung turun 1,1%, Posco turun 0,6% dan Hyundai Motor turun sebesar 0,4%.
Pada perdagangan Kamis kemarin, IHSG ditutup di zona hijau dengan penguatan 0,65% atau 38,68 poin ke level 5.982,98. Sepanjang Kamis lalu, indeks diperdagangkan di 5.934,29-5.991,30.
Indeks tertekan karena mayoritas indeks sektral bergerak di zona merah, dengan tekanan terbesar dari sektor industri dasar yang melemah 0,57%, disusul sektor aneka industri yang melemah 0,48%. Sementara penguatan terjadi di sektor finansial dengan naik 0,42%.
Dari 424 saham yang diperdagangkan, 168 melemah, 134 tetap dan 122 menguat. Nilai transaksi saham mencapai Rp1,83 triliun dari 2,15 miliar lembar saham. Transaksi bersih asing Rp93,56 miliar, dengan aksi beli asing Rp644 miliar berbanding aksi jual asing Rp551 miliar.
Sementara itu, pasar Asia dibuka bervariasi karena investor bereaksi terhadap perang dagang yang meningkat antara AS dan China, perkembangan politik Australia dan data ekonomi dari Jepang. Melansir dari CNBC, Jumat (24/8), indeks Nikkei 225 Jepang naik 0,3% dan indeks Topix naik 0,34%.
Di Australia, ASX 200 naik 0,27% dengan sebagian besar sektor diperdagangkan lebih tinggi. Saham yang disebut bank Big Four diperdagangkan beragam; ANZ turun 0,21%, Westpac turun 1,27%, bank Commonwealth naik 0,58% dan National Australia Bank bertambah 0,22%.
Indeks Kospi Korea Selatan turun 0,41% karena beberapa nama blue chip utama menurun. Saham raksasa elektronik Samsung turun 1,1%, Posco turun 0,6% dan Hyundai Motor turun sebesar 0,4%.
(ven)
Lihat Juga :