Harga Minyak Dunia Mendaki Diterpa Kekhawatiran Gangguan Pasokan

Selasa, 28 Agustus 2018 - 10:11 WIB
Harga Minyak Dunia Mendaki...
Harga Minyak Dunia Mendaki Diterpa Kekhawatiran Gangguan Pasokan
A A A
SINGAPURA - Harga minyak mentah dunia menanjak naik pada perdagangan, Selasa (28/8/2018) usai diterpa kekhawatiran gangguan pasokan. Beberapa lokasi seperti Venezuela, Afrika dan Iran diperkirakan bakal membuat gelojak dalam pasokan untuk memicu prediksi pasar bakal bergerak ketat.

Seperti dilansir Reuters, harga minyak mentah berjangka Brent yang menjadi patokan Internasional diperdagangkan ke level USD76,37 per barel pada pukul 02.15 GMT atau meningkat 16 sen yang setara 0,2% dibandingkan sesi penutupan terakhir. Sementara harga minyak mentah AS yakni West Texas Intermediate (WTI) mendaki 9 sen atau 0,1% pada posisi USD68,96 per barel.

Meskipun ada kekhawatiran tentang perlambatan ekonomi karena konflik perdagangan Amerika Serikat (AS) versus China, pasokan minyak mentah relatif ketat karena gangguan serta pembatasan sukarela pada output oleh Organisasi Negara Pengekspor Minyak (OPEC).

Komite pemantauan kartel menemukan, bahwa produsen minyak yang berpartisipasi dalam perjanjian pengurangan pasokan, yang termasuk anggota non-OPEC Rusia, telah memangkas produksi pada bulan Juli sebesar 9% lebih banyak dari yang diminta. Selanjutnya temuan pada bulan lalu dengan tingkat kepatuhan 120% untuk Juni dan 147% untuk Mei.

OPEC dan sekutunya sendiri telah sepakat pada akhir 2016 untuk memangkas produksi dari tahun 2017, sebesar sekitar 1,8 juta barel per hari (bpd) dibandingkan tingkat Oktober 2016. Badan Energi Internasional (IEA) juga memperingatkan, akan gangguan pasokan lebih lanjut, terutama dari Venezuela, di mana krisis ekonomi telah memangkas sangat dalam produksi minyak anggota OPEC tersebut.

Ekspor minyak mentah Venezuela telah terpotong menjadi dua dalam dua tahun terakhir menjadi hanya 1 juta bpd pada pertengahan 2018, menurut data arus perdagangan. "Kami dapat menyakini bakal terjadi kejatuhan lebih lanjut," ujar Direktur Eksekutif IEA Fatih Birol kepada Reuters di Norwegia.

Birol juga memperingatkan hal serupa pada anggota OPEC-Afrika, Libya dan Nigeria “yang tampaknya masih merupakan negara rapuh”. Meskipun ada beberapa perbaikan baru-baru ini. Menurutnya terlalu dini untuk mengukur dampak sanksi AS yang akan diterapkan kepada Iran mulai November.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Stok Seret Bikin Harga...
Stok Seret Bikin Harga Minyak Mentah Dunia Terkerek Naik
Amerika Buka Pembatasan,...
Amerika Buka Pembatasan, Harga Minyak Akan Terus Naik
Harga Minyak Mentah...
Harga Minyak Mentah Dunia Melayang Dekati Posisi USD70 Per Barel
Harga Minyak Ambrol...
Harga Minyak Ambrol 9% dalam Sepekan, Minggu Depan Gimana?
OPEC Bakal Jaga Harga...
OPEC Bakal Jaga Harga Minyak Mentah Dunia di Posisi USD70 per Barel
Harga Minyak Mentah...
Harga Minyak Mentah Turun Saat Badai Musim Dingin Bekukan Kilang AS
Berita Terkini
Ekonomi Restoratif Digagas...
Ekonomi Restoratif Digagas Jadi Jembatan Pembangunan Hijau Berkelanjutan
9 menit yang lalu
PGE Raih Fasilitas Pendanaan...
PGE Raih Fasilitas Pendanaan USD75 Juta Percepat Proyek Panas Bumi
31 menit yang lalu
Pemerintah Bebaskan...
Pemerintah Bebaskan Bea Masuk Impor Komponen Pesawat dan LPG Petrokimia
44 menit yang lalu
BCA Gelar BYC Fest 2026...
BCA Gelar BYC Fest 2026 Dukung Kolaborasi Pengusaha Muda
2 jam yang lalu
Sinergi Lintas Sektor...
Sinergi Lintas Sektor Percepat Penurunan Stunting menuju Indonesia Emas 2045
3 jam yang lalu
Sepekan ke Depan, Rupiah...
Sepekan ke Depan, Rupiah Masih Akan Dibayangi Tekanan
3 jam yang lalu
Infografis
10 Negara dengan Jalan...
10 Negara dengan Jalan Terbaik di Dunia, Juaranya Tetangga Indonesia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved