Holding Migas Bikin Pertamina Miliki Jaringan Pipa Gas Terbesar

Selasa, 28 Agustus 2018 - 13:40 WIB
Holding Migas Bikin...
Holding Migas Bikin Pertamina Miliki Jaringan Pipa Gas Terbesar
A A A
JAKARTA - PT Pertamina (Persero) telah memiliki bisnis gas terintegrasi dengan mengantarkan PGN dan Pertagas dalam satu usaha bersama sebagai Pertamina Group setelah terbentuknya Holding, Selasa (28/8). Melalui integrasi dalam Pertamina Group, perusahaan akan melakukan beberapa langkah strategis yakni meningkatkan pasokan gas domestik.

Selanjutnya meningkatkan efektivitas dan keberlanjutan distribusi gas, mengoptimalkan pemanfaatan infrastruktur yang ada selanjutnya membangun di area baru serta meningkatkan kapasitas untuk berinvestasi. "Saat ini, kami masih pada tahap awal integrasi, tetapi kami sudah melihat ada peluang yang sangat besar untuk penciptaan nilai ke depan," ujar Direktur Pemasaran Korporat Pertamina, Basuki Trikora Putra di sela-sela Indonesian Gas Society 2018 di Ritz Carlton Hotel, Pacific Place-Jakarta, Selasa (28/8/2018).

Beberapa hal yang akan dicapai yakni potensi pertumbuhan bisnis gas 7 hingga 9% selama 5 tahun ke depan. Volume transmisi gabungan sebesar 2627 Juta kaki kubik standar per hari (MMSCFD) di seluruh jaringan PGN dan Pertagas. “Dengan holding ini, jaringan pipa kami akan mencapai lebih dari 9600 km - pipa terpanjang di Asia Tenggara,” jelasnya.

Karena itu dengan potensi yang dimiliki, Pertamina terus melakukan konsolidasi dan koordinasi dengan para pemangku kepentingan di bisnis gas melalui berbagai forum. Salah satunya melalui forum tahunan Indonesian Gas Society (IGS). Forum ini bertujuan mengevaluasi strategi, masalah, tantangan, dan peluang bisnis gas di Indonesia.

Pria yang akrab disapa Tiko ini menambahkan, Indonesia terutama Pertamina saat ini berada pada suatu phase sangat penting dalam pembangunan sektor energi dimana Pemeritah dan seluruh stakeholder memiliki keberanian yang kuat untuk menjawab peluang dan tantangan masa depan bisnis gas.

Pertamina menyadari tantangan utama bisnis gas saat ini adalah permintaan gas di dalam negeri terus meningkat. Pertamina terus mengupayakan mata rantai gas yang efisien. Karena kondisi pasokan yang terkonsentrasi di wilayah timur sementara kebutuhan lebih terpusat di wilayah barat.

Pada pertemuan regulator dan para pelaku bisnis gas 2018 yang mengangkat “Indonesia Oil & Gas Holding Company: Challenges & Opportunities” ini, Tiko juga menyampaikan tantangan lain yang dihadapi dalam pemenuhan energi gas di Indonesia yakni investasi. Untuk memenuhi permintaan dan mendorong peningkatan penggunaan gas, infrastruktur gas Indonesia membutuhkan pengembangan substansial. Dengan karakter negara kepulauan, biaya pembangunan infrastruktur gas sangat signifikan.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Petani Mendapat Sosialisasi...
Petani Mendapat Sosialisasi Keamanan Seiring Gas JTB Mulai Dialirkan
BPH Migas dan PGN Tinjau...
BPH Migas dan PGN Tinjau Pembangunan Jaringan Gas Bumi di Sleman
Proses Restrukturisasi...
Proses Restrukturisasi Tuntas, Pertamina Group Siap Tancap Gas
HUT ke-56, PGN Perkuat...
HUT ke-56, PGN Perkuat Sinergi Dorong Peningkatan Layanan Gas Bumi
Subholding Gas Bersinergi...
Subholding Gas Bersinergi Serahkan Bantuan 50 Tabung Oksigen ke RS UGM
Pertamina Tandatangani...
Pertamina Tandatangani Penjualan Gas Bumi Sebesar 318 BBTUD
Berita Terkini
Harga Emas Dunia Mendadak...
Harga Emas Dunia Mendadak Ambles Hari Ini! Investor Ramai-ramai Putar Haluan
33 menit yang lalu
1.500 Buruh Bakal Geruduk...
1.500 Buruh Bakal Geruduk Kemenkeu Desak Penghapusan Pajak JHT, Ini 4 Tuntutan Utama
1 jam yang lalu
SYAFIF 2026 di Banjarmasin,...
SYAFIF 2026 di Banjarmasin, Prudential Syariah Gencarkan Literasi Keuangan
1 jam yang lalu
Pasar Mulai Cemas, Mata...
Pasar Mulai Cemas, Mata Uang Rupee India Kehabisan Napas justru Saat Dolar AS Lemah
2 jam yang lalu
Cadangan Devisa Indonesia...
Cadangan Devisa Indonesia per Juni 2026 Naik jadi USD145,6 Miliar
2 jam yang lalu
Istana Sebut Tarif Listrik...
Istana Sebut Tarif Listrik Harusnya Naik, tapi Daya Beli Jadi Prioritas
3 jam yang lalu
Infografis
APBN Pernah Jebol Nyaris...
APBN Pernah Jebol Nyaris Rp1.000 Triliun, Ini 6 Defisit Terbesar Sepanjang Sejarah Indonesia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved