IHSG Berakhir Merangkak Naik Saat Bursa China Memerah Sendirian

Selasa, 28 Agustus 2018 - 16:33 WIB
IHSG Berakhir Merangkak...
IHSG Berakhir Merangkak Naik Saat Bursa China Memerah Sendirian
A A A
JAKARTA - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada akhir perdagangan, Selasa (28/8/2018) masih nyaman berada di zona hijau untuk melengkapi raihan positif sepanjang hari. Sesi sore ini, IHSG ditutup merangkak naik menjadi 6.042,65 dengan kenaikan tipis 16,68 poin atau 0,28%.

IHSG pada perdagangan sesi I naik tipis 14.39 poin atau setara 0,24% ke level 6.040,36 setelah tadi pagi melompat 24,69 poin atau 0,4% di posisi 6.050. Kemarin, IHSG ditutup menanjak 57,22 poin atau 0,96% menjadi 6.025,97.

Sektor saham hingga perdagangan sore mayoritas berada dalam tren penguatan. Kenaikan tertinggi dipimpin oleh sektor infrastruktur usai melompat mencapai 1,85% diikuti pertambangan 0,78% dan pelemahan terdalam terjadi pada aneka industri ambruk 2,39%.

Adapun nilai transaksi pada bursa Indonesia sore ini tercatat sebesar Rp7,06 triliun dengan 9,15 miliar saham diperdagangkan dan transaksi bersih asing Rp852,00 triliun dengan aksi jual asing sebesar Rp1,73 triliun dan aksi beli asing mencapai Rp2,59 triliun. Tercatat sebesar 185 saham menguat, 204 melemah dan 144 stagnan.

Beberapa saham yang menguat di antaranya PT Sona Topas Tourism Industry Tbk. (SONA) naik 5,5% menjadi Rp4.410, PT Asuransi Bina Dana Arta Tbk. (ABDA) bertambah Rp100 menjadi Rp7.000 dan PT Analisis Teknikal Saham Astra Graphia Tbk (ASGR) meningkat Rp45 di posisi Rp1.600.

Saham-saham yang melemah yakni PT Astra International Tbk. (ASII) menyusut Rp225 menjadi Rp7.350, PT Pelat Timah Nusantara Tbk. (NIKL) turun 2,2% ke level Rp3.040 serta PT Prodia Widyahusada Tbk. (PRDA) berkurang Rp60 menjadi Rp3.000.

Di sisi lain seperti dilansir CNBC, pasar saham Asia kebanyakan melesat di jalur hijau. Sementara itu bursa China pada perdagangan sore terlihat masih tertekan, hingga mengakhiri sesi di zona merah sendirian.

Indeks Nikkei Jepang ditutup pada posisi 22.813,47 dengan tambahan 13,83 poin atau 0,06% ditopang kinerja cemerlang sektor pelayanan. Sedangkan indeks Kospi, Korea Selatan berakhir di wilayah positif menjadi 2.303,12 atau naik 0,17% ketika industri kelas berat Samsung Electronics merayap tipis 0,54%.

Bursa Australia juga tidak mau ketinggalan usai menanjak 0,57% dan ditutup menguat ke level 6.304,7. Sementara indeks Hang Seng di Hong Kong berbalik menguat dibandingkan pembukaan pagi tadi menuju level 28,351.62 dengan peningkatan sebesar 80.35 poin.

Berbanding terbalik, saham daratan China justru ditutup pada wilayah negatif usai bergerak cenderung hati-hati. Komposit Shanghai menutup sesi memerah dengan penurunan sebesar 0,1% menjadi 2.777,981 selanjutnya komposit Shenzhen ditutup sebagian besar mendatar di sekitar 1.497,70.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Seharian Menghijau,...
Seharian Menghijau, IHSG Ditutup Melesat ke Level 6.100
Melempem, IHSG Pagi...
Melempem, IHSG Pagi Ini Dibuka Turun ke Level 6.074
IHSG Tembus Level 6.200,...
IHSG Tembus Level 6.200, Ini Dia 10 Saham Top Gainers
254 Saham Menguat, IHSG...
254 Saham Menguat, IHSG Dibuka Naik ke Level 6.072
IHSG Diprediksi Masih...
IHSG Diprediksi Masih Lunglai, Saham-saham Ini Layak Dicermati
Akhir Pekan, IHSG Diprediksi...
Akhir Pekan, IHSG Diprediksi Menguat Terbatas
Berita Terkini
Implementasi PP TUNAS...
Implementasi PP TUNAS Harus Bisa Jaga Daya Saing Generasi Muda di Ekonomi Digital
6 jam yang lalu
Bank Sentral China Borong...
Bank Sentral China Borong Emas 19 Bulan Berturut-turut, Ada Apa?
6 jam yang lalu
BKI dan ASDP Perkuat...
BKI dan ASDP Perkuat Sinergi Keselamatan Kerja Melalui Audit SMK3
6 jam yang lalu
Silmy Karim Dicopot...
Silmy Karim Dicopot dari Komisaris Telkom usai Tersangka KPK
6 jam yang lalu
DPR Ingatkan Potensi...
DPR Ingatkan Potensi Moral Hazard Penambahan Layer Rokok Ilegal
7 jam yang lalu
Merger BUMN Karya Mundur...
Merger BUMN Karya Mundur ke Kuartal IV-2026, BP BUMN Ungkap Alasannya
7 jam yang lalu
Infografis
Saat Sekutu Berhenti...
Saat Sekutu Berhenti Menuruti Donald Trump
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved