Tetap Waspada, Rupiah Masih Berpeluang Melemah Terbatas
Senin, 03 September 2018 - 09:30 WIB
Tetap Waspada, Rupiah Masih Berpeluang Melemah Terbatas
A
A
A
JAKARTA - Nilai tukar rupiah diprediksi masih memiliki peluang untuk kembali melemah seiring penguatan lanjutan yang terjadi pada dolar Amerika Serikat (USD).
Tingginya permintaan akan USD membuat pergerakan mata uang Negeri Paman Sam ini cenderung kembali meningkat dan berimbas pada melemahnya rupiah.
"Diharapkan pelemahan rupiah dapat lebih terbatas. Tetap mencermati dan mewaspadai berbagai sentimen yang dapat membuat rupiah kembali melemah," ujar Pengamat Pasar Modal Reza Priyambada di Jakarta, Senin (3/9/2018).
Dia memperkirakan, rupiah akan bergerak di kisaran Rp14.745/USD-Rp14.715/USD. Sementara, pergerakan rupiah pada akhir perdagangan pekan lalu melemah cukup dalam terimbas terapresiasinya USD.
Masih adanya sentimen negatif berupa kekhawatiran pelaku pasar terhadap potensi perang dagang membuat permintaan USD masih tinggi. Seperti diketahui, USD kembali terapresiasi setelah Presiden AS Donald Trump berencana kembali mengenakan tarif impor atas sejumlah barang dari China.
"Di sisi lain, pelaku pasar juga mengkhawatirkan kondisi yang sama akan diberlakukan oleh Uni Eropa. Sementara itu, dari dalam negeri masih minim sentimen positif sehingga rupiah pun kembali terdepresiasi," jelasnya.
Tingginya permintaan akan USD membuat pergerakan mata uang Negeri Paman Sam ini cenderung kembali meningkat dan berimbas pada melemahnya rupiah.
"Diharapkan pelemahan rupiah dapat lebih terbatas. Tetap mencermati dan mewaspadai berbagai sentimen yang dapat membuat rupiah kembali melemah," ujar Pengamat Pasar Modal Reza Priyambada di Jakarta, Senin (3/9/2018).
Dia memperkirakan, rupiah akan bergerak di kisaran Rp14.745/USD-Rp14.715/USD. Sementara, pergerakan rupiah pada akhir perdagangan pekan lalu melemah cukup dalam terimbas terapresiasinya USD.
Masih adanya sentimen negatif berupa kekhawatiran pelaku pasar terhadap potensi perang dagang membuat permintaan USD masih tinggi. Seperti diketahui, USD kembali terapresiasi setelah Presiden AS Donald Trump berencana kembali mengenakan tarif impor atas sejumlah barang dari China.
"Di sisi lain, pelaku pasar juga mengkhawatirkan kondisi yang sama akan diberlakukan oleh Uni Eropa. Sementara itu, dari dalam negeri masih minim sentimen positif sehingga rupiah pun kembali terdepresiasi," jelasnya.
(fjo)