Tidak Sehat, Warga Miskin Banyak Konsumsi Rokok dan Mie Instan

Senin, 03 September 2018 - 23:11 WIB
Tidak Sehat, Warga Miskin...
Tidak Sehat, Warga Miskin Banyak Konsumsi Rokok dan Mie Instan
A A A
JAKARTA - Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) menyatakan, dua dari empat komponen pengeluaran terbesar warga miskin yakni untuk konsumsi rokok dan mie instan. Sisanya yakni beras dan telur.

Menteri PPN/Kepala Bappenas Bambang Brodjonegoro mengatakan, kedua pengeluaran terbesar tersebut tergolong tidak sehat. Sehingga sebisa mungkin dikurangi untuk meningkatkan kualitas hidup warga miskin.

"Data menunjukkan pengeluaran warga miskin nomor dua terbesar setelah beras itu rokok. Nomor empat itu mie instan, makanan tidak sehat dibanding dengan ayam ras dan telur," ujarnya di Jakarta, Senin (3/9/2018).

Bambang menjelaskan, program manajemen keuangan keluarga akan sampai ke sana masalahnya dari ketidakamanan dari warga yang berpenghasilan tidak besar.

"Pilihannya, pendapatan ditambah atau mengatur pendapatan mereka meski terbatas. Bisa susun (keuangan) agar anak tidak putus sekolah," katanya.

Karena itu, Bambang menyampaikan, pihaknya melakukan koordinasi dengan Kemensos dan Kemendes. Teranyar, Bappenas hari ini melakukan audiensi dengan putri pertama mantan Presiden Abdurrahman Wahid (Gus Dur), Alissa Wahid yang juga sebagai psikolog keluarga.

"Kita koordinasi dengan Kemensos dan Kemendes bisa diperkuat program tadi segera," pungkasnya.

Sementara, Allisa Wahid menambahkan, banyak warga di pedesaan yang tidak tahu mengelola keuangan, sehingga terjerat ke konsumsi yang tidak perlu.

"Bukan bagaimana banyak uang tapi bagaimana mengelola. Ini yang belum dimiliki sebagian besar masyarakat. Ini penting supaya konsumsi lebih bertanggung jawab, mana yang sesuai kebutuhan dan bukan, bisa dihitung lebih baik," pungkasnya.
(ven)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Kementerian PPN/Bappenas...
Kementerian PPN/Bappenas Tekankan Pentingnya Program Pemberdayaan Berbasis Data
Partisipasi Kementerian...
Partisipasi Kementerian PPN/Bappenas - Pavillion Indonesia di GPDRR 2022
Pencapaian Target SDGs...
Pencapaian Target SDGs Berubah, Ini Langkah Mitigasi Bappenas
Kementerian PPN/Bappenas...
Kementerian PPN/Bappenas Buka Lowongan Kerja, Yuks Cek Posisi dan Persyaratannya!
Masuk 10 Besar, Tim...
Masuk 10 Besar, Tim PPD Kementerian PPN-Bappenas Mulai Nilai Sulsel
Bappenas: Data Kemiskinan...
Bappenas: Data Kemiskinan Naik Jelang Pilkada lalu Turun Setelahnya
Berita Terkini
Lompatan Besar Transportasi...
Lompatan Besar Transportasi Publik Jakarta: Terbaik Kedua di ASEAN, Posisi ke-27 Dunia
1 jam yang lalu
IHSG Sepekan Ambruk...
IHSG Sepekan Ambruk 8,69%, Market Cap Menyusut Jadi Rp9.807 Triliun
1 jam yang lalu
Masyarakat Diminta Tak...
Masyarakat Diminta Tak Panik Respons Kondisi Ekonomi RI, Ekonom: Jaga Optimisme Berdasar Data
11 jam yang lalu
Program CIMB Niaga Sustainability...
Program CIMB Niaga Sustainability Journalism Fellowship Memilih 20 Jurnalis
12 jam yang lalu
Purbaya Belum Percaya...
Purbaya Belum Percaya Daya Beli Mulai Lesu di Warteg: Nanti Saya Cek Lagi
12 jam yang lalu
LPPOM Dorong Konsep...
LPPOM Dorong Konsep Green Halal untuk Perkuat Industri Berkelanjutan
13 jam yang lalu
Infografis
4 Tentara Wanita Israel...
4 Tentara Wanita Israel yang Dibebaskan Tersenyum dan Lambaikan Tangan ke Warga Gaza
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved