Pertamina Diminta Tolak Pemutihan Sanksi BULL

Kamis, 06 September 2018 - 12:22 WIB
Pertamina Diminta Tolak...
Pertamina Diminta Tolak Pemutihan Sanksi BULL
A A A
JAKARTA - PT Pertamina (Persero) melalui Procurement Excellence Group (PEG) yang berada di bawah Direktorat Manajemen Aset Pertamina diminta untuk menolak pemutihan pemberian sanksi daftar hitam atau black list kepada PT Buana Lintas Lautan Tbk (BULL).

Wakil Ketua Komisi Ketua VI DPR Inas Nasrullah Zubi mengatakan, pemutihan daftar sanksi hitam bisa mencoreng wajah direksi saat ini termasuk Direktur Utama (Dirut) baru Pertamina, Nicke Widyawati.

Inas pun sedianya menolak pemutihan sanksi kepada PT Buana Lintas Lautan Tbk lantaran perusahaan tersebut telah menjadi mafia shipping yang telah mendarah daging di Pertamina.

"Inilah mafia shipping di Pertamina yang tidak pernah lenyap walaupun Presiden Indonesia berganti karena demi kepentingan bisnis mereka," ujar Inas di Jakarta, Kamis (6/9/2018).

Dengan kondisi demikian, Inas meminta, agar dirut baru Pertamina tidak boleh kalah dari mafia shipping ini. Menurutnya, Pertamina harus mengeluarkannya dari perseroan.

"Jika tidak, dirut baru bukan hanya hilang kredibilitas, tapi mengkhianati Pak Jokowi yang tegas membasmi mafia," pungkasnya.

Seperti diketahui, Pertamina telah memberikan sanksi daftar hitam kepada emiten berkode BULL itu karena melakukan tindakan fraud atau penipuan dalam perkara penyewaan kapal tanker.

Pertamina diketahui akan memutihkan sanksi daftar hitam kepada BULL karena adanya surat yang dikeluarkan BPK pada 25 Mei 2018. Sebelumnya, BPK pada awal Maret 2018 merekomendasikan agar BULL dikenakan sanksi hitam oleh Pertamina karena fraud atau penipuan.
(ven)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Marwan Jafar Minta Pertamina...
Marwan Jafar Minta Pertamina Pentingkan Tugas Sosial dengan Turunkan Harga BBM
DPR Dorong Pemegang...
DPR Dorong Pemegang Saham Tambah Modal Selamatkan Garuda
PT PP (Persero) Tbk...
PT PP (Persero) Tbk Bantu 25.000 Masker Medis untuk Polda Sulut
Petani Mendapat Sosialisasi...
Petani Mendapat Sosialisasi Keamanan Seiring Gas JTB Mulai Dialirkan
Tolak Revisi UU Pemilu...
Tolak Revisi UU Pemilu dan Kenaikan PT, 7 Parpol Nonparlemen ke DPR
Restrukturisasi Pertamina...
Restrukturisasi Pertamina Ditegaskan Sesuai Buku Putih dan Roadmap BUMN
Berita Terkini
Harga Emas Antam Naik...
Harga Emas Antam Naik Rp11.000 per Gram, Ini Rincian Lengkapnya
21 menit yang lalu
IHSG Pagi Ini Dibuka...
IHSG Pagi Ini Dibuka Hijau Sesaat, Lalu Ambruk Lebih dari 1%
1 jam yang lalu
Dirut BRI Hery Gunardi:...
Dirut BRI Hery Gunardi: Adopsi AI Jadi Kunci Perbankan Pertahankan Nasabah
1 jam yang lalu
Kebijakan Tambang RI...
Kebijakan Tambang RI Berubah-ubah, Investor China Mulai Alihkan Investasi Nikel ke Afrika
2 jam yang lalu
Saatnya Bayar Tagihan...
Saatnya Bayar Tagihan PBB-P2, Ada Diskon 7,5% hingga 31 Juli 2026
2 jam yang lalu
Barat Remehkan Blokade...
Barat Remehkan Blokade Selat Hormuz, Pasokan Minyak Dunia di Titik Kritis
3 jam yang lalu
Infografis
Gubernur Muzakir Manaf,...
Gubernur Muzakir Manaf, Mantan Panglima GAM yang Tolak 4 Pulau Aceh Masuk Sumut
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved