Banyak UKM Tumbang di Tahun Pertama, Ini Penyebabnya

Minggu, 09 September 2018 - 19:01 WIB
Banyak UKM Tumbang di...
Banyak UKM Tumbang di Tahun Pertama, Ini Penyebabnya
A A A
BANDUNG - Kendati jumlah pelaku usaha kecil dan menengah (UKM) di Indonesia cukup banyak, namun banyak pula pengusaha pemula yang berguguran. Bahkan, tidak sedikit UKM yang gulung tikar pada tahun pertama usahanya.

Head of Marketing Accurate Online dan SolusiUKM.com Dhoni Rakawira mengatakan, berdasarkan data statistik, 78% pengusaha pemula gagal menjalankan usahanya pada tahun pertama. Sebagian besar bukan karena produknya tidak memiliki pasar, melainkan karena masalah pembukuan yang tidak terkelola baik.

"Makanya kami selalu mengedukasi ke UKM memberi mindset bahwa usaha sukses tak hanya produk unik atau strategi menarik. Tetapi juga perlu pembukuan yang rapi," kata Dhoni, di Bandung, Minggu (9/9/2018).

Dengan memiliki pembukuan yang rapi, para pelaku usaha bisa mengontrol keuangan dan memisahkan uang pribadi dan uang usaha. Unsur itu menjadi penting untuk memetakan kelangsungan usaha selanjutnya. Bahkan, kata dia, pelaku usaha bisa memaksimalkan omzet tanpa perlu menambah varian atau membuka cabang.

Dhoni mengatakan, untuk melakukan pembukuan yang baik pelaku usaha bisa memanfaatkan aplikasi online seperti halnya solusiUKM.com atau Accurate online. Saat ini ada sekitar 300.000 pengguna desktop dan 2.500 versi android yang aktif mengunakan Accurate online.

"Kalau dia enggak bisa accounting, ada tool yang bisa membantu. Dia bisa bikin pembukuan rapi walaupun tidak punya basic accounting," tuturnya.

Pekan lalu, pihaknya bersama Coconut Indonesia juga menggelar diskusi yang melibatkan puluhan pelaku usaha muda Bandung. Acara itu dalam rangka melatih pembukuan pelaku usaha pemula dari Bandung.

"UKM selama ini belum terpikirkan membuat pembukuan. Tapi harus kita arahkan ke sana mumpung sebelum terlalu kompleks, transaksi dan barang belum banyak. Karena, kalau pun marketing-nya oke, pengaturan stok sudah bagus, tapi kalau pembukuannya enggak bagus kan kurang baik," ujar Managing Director Coconut Indonesia Aryo Priambodho.
(fjo)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Menkop Teten Masduki...
Menkop Teten Masduki Dorong Kualitas Kerajinan Kulit Khas Garut agar Sejajar dengan Brand Italia
Rumah Produksi UKM Binjai,...
Rumah Produksi UKM Binjai, Lahirkan Lukisan Sabut Kelapa
Siapkan Regulasi Pasar...
Siapkan Regulasi Pasar Digital, Menkop UKM: Untuk Lindungi Produk Dalam Negeri dan UKM
Showcase Produk Lokal...
Showcase Produk Lokal Dorong Semangat Inovasi Pelaku UKM
Dapat Izin dari OJK,...
Dapat Izin dari OJK, Danamart Dukung Kemudahan Permodalan Bagi UKM
Menteri Koperasi UKM:...
Menteri Koperasi UKM: Pembiayaan UKM Harus Ramah dan Mendidik
Berita Terkini
Prabowo Kumpulin Menteri...
Prabowo Kumpulin Menteri di Hambalang Bahas Harga Khusus BBM untuk Nelayan
5 jam yang lalu
Raih 3 Pengakuan Internasional,...
Raih 3 Pengakuan Internasional, IIF Terus Memperkuat Kapasitas Pendanaan Infrastruktur
5 jam yang lalu
S&P Pertahankan Rating...
S&P Pertahankan Rating dan Outlook Kredit Indonesia, Purbaya: Arah Kebijakan Ekonomi Terjaga
6 jam yang lalu
Danamon Prasmul EduWealth...
Danamon Prasmul EduWealth Menjawab Tren Kenaikan Biaya Pendidikan: Ekosistem Pendanaan dan Proteksi
6 jam yang lalu
Sensus Ekonomi Tak Hanya...
Sensus Ekonomi Tak Hanya Dilakukan Indonesia: Gerakan Global yang Diikuti Malaysia hingga Zimbabwe
7 jam yang lalu
Membuka Pintu Investasi...
Membuka Pintu Investasi dan Kerja Sama Selangor-Jawa Barat lewat SIBS 2026
7 jam yang lalu
Infografis
10 Pesawat Militer Termahal...
10 Pesawat Militer Termahal di Dunia, Harga 7 Bomber B-2 Hampir Setara Anggaran MBG
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved