Kementan Fokus Genjot Ekspor Anggrek Bulan

Rabu, 12 September 2018 - 04:08 WIB
Kementan Fokus Genjot...
Kementan Fokus Genjot Ekspor Anggrek Bulan
A A A
SUKABUMI - Kementerian Pertanian (Kementan) tengah fokus meningkatkan volume ekspor pertanian. Salah satu komoditas pertanian yang memiliki nilai ekonomis tinggi di pasar ekspor yakni bunga Anggrek Bulan.

Anggrek Bulan (butefly orchid) merupakan salah satu tanaman hias yang cukup digemari di Indonesia. Berbekal dari budi daya florikultura ini, PT Ekakarya Graha Flora mengembangkan bisnisnya. Guna mengetahui langsung potensi budidaya dan prospek bisnis bunga tersebut, Direktur Jenderal Hortikultura, Kementan melakukan kunjungan ke kebun bunga PT Ekakarya Graha Flora di Sukabumi, Jawa Barat, Selasa (11/9).

Salah seorang pegawai Ekakarya, Cucu, menyatakan, lebih dari 10 varietas anggrek bulan dikembangkan di Desa Titisan, Sukalarang, Sukabumi, Jawa Barat. "Anggrek merah, anggrek putih lidah merah, anggrek lidah kuning, black jack, sakura, putih spot merah, black jack kupu-kupu," bebernya tentang beberapa varietas yang dikembangkan di Desa Titisan, Kecamatan Sukalarang, Sukabumi.

Varietas-varietas tersebut merupakan hasil kawin silang, meski bibitnya ada yang impor. Produk Ekakarya didistribusikan ke wilayah Jakarta dan daerah penyangga Ibu Kota untuk yang telah dirangkai. Ada pula yang ke Bali dan belum dirangkai. "Ekspor ke Singapura. Diekspor saat tumbuh bakal bunga 25 sentimeter," jelas Cucu.

Untuk yang dirangkai, lanjut dia, kemudian didistribusikan ke Jabodetabek sebanyak 400 batang per hari dan rangkai sekitar 2.500 batang per hari. Anggrek bulan yang tidak menggunakan pot dibanderol Rp138 ribu per tangkai. “Dalam kemasan pot keramik, dijual Rp295 ribu per tangkai,” terang Cucu.

Pada kesempatan sama, Direktur Jenderal Hortikultura Kementerian Pertanian, Suwandi, salut dengan budi daya tersebut. Ini menjadi inspirasi untuk menjadi pengusaha pertanian, khususnya tanaman hias. “Kami yakin, peluang bisnis florikultura cukup terbuka. Karenanya, kami mendorong masyarakat untuk jeli melihat potensi tersebut,” ujarnya.

"Ayo, jangan ragu untuk budi daya tanaman hias. Sudah banyak juga, kok, yang diekspor. Kami sebagai regulator dan fasilitator, pasti siap membantu untuk perizinan dan lainnya. Kami cuma mau kesejahteraan petani meningkat melalui ekspor, sesuai arahan Pak Menteri Amran," tambahnya.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Menyita Perhatian Pecinta...
Menyita Perhatian Pecinta Tanaman Hias, Plan the Plants Juarai Kontes Bergengsi
Awali Era Industri Tanaman...
Awali Era Industri Tanaman Hias, Harga Monstera Kini Terjun Bebas
Garut Gempar, Antorium...
Garut Gempar, Antorium dan Philodendron Ditukar Rumah Setengah Miliar
Jeli Melihat Peluang...
Jeli Melihat Peluang Bisnis lewat Budidaya Tanaman Endemik Indonesia
Tanaman Hias di Median...
Tanaman Hias di Median Jalan Prabumulih Hilang Banyak Dicuri
Tak Hanya Mempercantik...
Tak Hanya Mempercantik Ruangan, 4 Tanaman Ini Bisa Serap Racun di Udara
Berita Terkini
Respons Purbaya soal...
Respons Purbaya soal Tren Sell Indonesia: Kita Tak Sedang Menuju Seperti 1998 Lagi
6 jam yang lalu
MNC Sekuritas & KSPM...
MNC Sekuritas & KSPM GI Universitas Pelita Bangsa Gelar Seminar Pasar Modal
7 jam yang lalu
Ukir Sejarah, BPS-PT...
Ukir Sejarah, BPS-PT Pos Indonesia Luncurkan Sampul Peringatan Edisi Khusus Sensus Ekonomi 2026
8 jam yang lalu
K-SIGN KKP di Rote Ndao...
K-SIGN KKP di Rote Ndao NTT, RI Bersiap Swasembada Garam Industri
10 jam yang lalu
Diserbu 3.800 Pengunjung,...
Diserbu 3.800 Pengunjung, PINDEX 2026 Disambut Antusias
10 jam yang lalu
Purbaya Desak Seluruh...
Purbaya Desak Seluruh Transaksi di Pelabuhan Pakai Rupiah: Kalau Ada Dolar, Saya Hajar!
10 jam yang lalu
Infografis
6 Amalan Sunnah yang...
6 Amalan Sunnah yang Dianjurkan di Bulan Muharram
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved