Ini Alasan Rupiah dipatok Rp14.400 dalam RAPBN 2019

Kamis, 13 September 2018 - 18:30 WIB
Ini Alasan Rupiah dipatok...
Ini Alasan Rupiah dipatok Rp14.400 dalam RAPBN 2019
A A A
JAKARTA - Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati membeberkan alasan rupiah dipatok Rp14.400 per dolar AS (USD) pada tahun 2019. Asumsi nilai tukar rupiah tersebut di atas keinginan sejumlah anggota DPR yang ingin rupiah dipatok Rp14.300.

Menkeu menjelaskan, jika rupiah dipatok sebesar Rp14.300 per USD, maka itu akan berdampak pada postur Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). Penerimaan pendapatan akan turun, termasuk belanja negara.

"Peneriman turun Rp4,4 triliun, belanja turun Rp3,4 triliun dan secara total itu sebanyak Rp1,426 triliun setiap seratus rupiah asumsinya," papar Menkeu di Gedung DPR, Jakarta, Kamis (13/9/2018).

Sebaliknya, Kata dia, jika rupiah dipatok sebesar Rp14.400 maka penerimaan pendapatan negara akan meningkat. "Kalau Rp14.400/USD, APBN seperti apa yang disampaikan dalam nota keuangan. Kalau kita membuat menjadi Rp14.300/USD pengaruhnya dengan asumsi APBN (asumsi parameter yang sama) maka penurunan pendapatan negara menjadi Rp4,666 triun," jelasnya.

Dalam Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) untuk tahun 2019 yang dibeberkan pada 16 Agustus 2018 lalu, pemerintah mendorong pertumbuhan ekonomi pada kisaran 5,3%, serta inflasi pada target 3,5% plus-minus 1%.

Sementara nilai tukar rupiah diasumsikan Rp14.400 per dolar AS, suku bunga SPN 3 bulan rata-rata 5,3%, dan harga minyak mentah Indonesia diasumsikan USD70 per barel. Adapun lifting minyak bumi ditargetkan sebanyak 750.000 barel per hari dan lifting gas bumi sebanyak 1,250 juta mmcfd.

Untuk belanja negara ditargetkan sebesar Rp2.439,7 triliun. Sedangkan pendapatan negara dan hibah Rp2.142,5 triliun, penerimaan perpajakan Rp1.781 triliun, serta defisit APBN 1,84%.
(fjo)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Desain Cetak Biru RAPBN...
Desain Cetak Biru RAPBN 2027, Prabowo Patok Kurs Rupiah Rp16.800–Rp17.500 per Dolar AS
Kurs Rupiah dalam RAPBN...
Kurs Rupiah dalam RAPBN 2025 Dipatok Rp16.100 per Dolar AS
Intip Desain RAPBN 2026:...
Intip Desain RAPBN 2026: Pertumbuhan Ekonomi 5,4%, Rupiah Rp16.500 per USD
Perubahan Asumsi Makro...
Perubahan Asumsi Makro 2022 Disepakati, Rupiah Dipatok Rp14.800/USD
Rapat Paripurna DPR...
Rapat Paripurna DPR Bahas Laporan Keuangan Pemerintah dan RAPBN 2026
KPK: Ada Setoran Miliaran...
KPK: Ada Setoran Miliaran Rupiah dari Perusahaan ke Oknum Kemnaker Sejak 2019
Berita Terkini
Bos DJP soal Libatkan...
Bos DJP soal Libatkan Babinsa Awasi Pajak: Tak Perlu Digoreng-goreng
25 menit yang lalu
Bittime: Pasar Tokenisasi...
Bittime: Pasar Tokenisasi Aset RI Diramal Sentuh USD88 Miliar di 2030
1 jam yang lalu
Soal Peluang Harga Pertamax...
Soal Peluang Harga Pertamax Turun, Ditjen Migas: Belum Ada Pembahasan
1 jam yang lalu
Prediksi Ngeri Goldman...
Prediksi Ngeri Goldman Sachs: Harga Minyak Brent Bakal Meroket ke USD120 per Barel
2 jam yang lalu
IHSG Hari Ini Ditutup...
IHSG Hari Ini Ditutup Naik 1,74% ke Level 6.340
2 jam yang lalu
Bawa Semangat Slow Fashion,...
Bawa Semangat Slow Fashion, 7 UMKM Jogja Siap Menembus Pasar Lebih Luas di INACRAFT 2026
2 jam yang lalu
Infografis
Pemprov DKI Jakarta...
Pemprov DKI Jakarta Bakal Bangun 11 Rusun Baru, Ini Lokasinya
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved