Perubahan Asumsi Makro 2022 Disepakati, Rupiah Dipatok Rp14.800/USD

Selasa, 06 Juli 2021 - 14:04 WIB
loading...
Perubahan Asumsi Makro...
Asumsi makro dalam RAPBN 2022 disesuaikan dengan kondisi pandemi saat ini. Foto/Ilustrasi
A A A
JAKARTA - Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) memutuskan kerangka kebijakan ekonomi makro dan pokok-pokok kebijakan fiskal (KEM-PPKF) RAPBN 2022 yang telah disusun pemerintah melalui rapat Paripurna. Perubahan yang disepakati adalah nilai tukar rupiah di RAPBN 2022 yang diusulkan Rp13.900-15.000/USD menjadi Rp13.900 hingga Rp14.800/USD.

"Pemerintah bisa menindaklanjuti hasil ini untuk mengantisipasi ketidakpastian akibat Covid-19 yang parah. Sehingga, tahun 2022 memiliki antisipasi yang baik dan belanja kementerian dan lembaga agar lebih efisien untuk kesejahteraan publik," kata Ketua DPR Puan Maharani secara virtual, Selasa (6/7/2021).

Baca Juga: Ekonomi Global Membaik, Harga Minyak Indonesia Capai USD70,23 per Barel

Dalam kesempatan yang sama, Wakil Ketua Badan Anggaran (Banggar) Muhidin M Said mengatakan perubahan dari yang diusulkan pemerintah itu telah disepakati sesuai dengan hasil diskusi pemerintah bersama perwakilan DPR, baik di Komisi XI maupun Badab Anggaran (Banggar). "Ini sesuai dengan perkembangan ekonomi global dan domestik di masa pandemi saat ini," jelasnya.

Berikut rincian asumsi makro dalam RAPBN 2022 yang telah disepakati:
- Pertumbuhan ekonomi tetap 5,2-5,8%
- Inflasi 2-4%, kesepakatan 3 plus minus 1%
- Tingkat bunga SUN 10 tahun tetap 6,32 - 7,27%
- Nilai tukar rupiah Rp13.900-Rp15.000/USD, kesepakatan Rp13.900-Rp14.800/USD
- ICP USD55-USD65 per barel, kesepakatan USD55-USD70 per barel
- Lifting minyak bumi 686.000-726.000 barel per hari, kesepakatan 686.000-750.000 barel per hari
- Lifting gas bumi dari 1.031-1.103 juta barel minyak ekuivalen per hari (BOEPD), kesepakatan 1.031-1.200 juta BOEPD

Baca Juga: Istri Cantik Pengusaha Emas di Jayapura Dibekuk Polisi, Diduga Otak Pembunuhan Suaminya

Target Indikator Pembangunan 2022:
- Nilai tukar petani dari 102-105, kesepakatan 103-105
- Nilai tukar nelayan dari 102-105, kesepakatan 104-106
- Pembangunan tingkat pengangguran terbuka tetap 5,5-6,3%.
- Tingkat kemiskinan tetap 8,5-9%
- Gini ratio indeks tetap 0,36-0,378%
(fai)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Rupiah Ambruk Tembus...
Rupiah Ambruk Tembus Rp18.000 per Dolar AS, Pengusaha Ritel Sport Jantung
Rupiah Amburadul Rp18...
Rupiah Amburadul Rp18 Ribu, Produk Rumah Tangga Unilever Bakal Naik Harga di Kuartal II 2026
Rupiah Terkapar, Dampaknya...
Rupiah Terkapar, Dampaknya Mulai Terasa ke Sektor Industri Nasional
Purbaya Tepis Isu Mundur...
Purbaya Tepis Isu Mundur dari Kursi Menkeu di Tengah Kejatuhan Rupiah Rp18.039
BI Respons Rupiah Tembus...
BI Respons Rupiah Tembus Rp18.000, Samakan Nasib dengan Tetangga RI
Rupiah Jebol Tembus...
Rupiah Jebol Tembus Rp18.000 per Dolar AS, Pelemahan Terburuk Sepanjang Sejarah
Wamenkum: 20 DIM RUU...
Wamenkum: 20 DIM RUU Polri Bakal Dibahas Bareng DPR
Dadan Hindayana Cs Terjerat...
Dadan Hindayana Cs Terjerat Korupsi, DPR Perketat Pengawasan Tata Kelola di BGN
Rupiah, IHSG, dan Krisis...
Rupiah, IHSG, dan Krisis Kepercayaan
Rekomendasi
Formula 1 Monako 2026...
Formula 1 Monako 2026 Digelar, Panaskan Akhir Pekan! Nonton Streaming di VISION+
Pengadilan Tinggi Singapura...
Pengadilan Tinggi Singapura Tolak Gugatan Paulus Tanos, Menkum Koordinasi KPK dan Polri
LPSK Siap Berikan Perlindungan...
LPSK Siap Berikan Perlindungan bagi Justice Collaborator Kasus BGN dan Imipas
Berita Terkini
Transaksi Digital Melonjak,...
Transaksi Digital Melonjak, Visa Tekankan Pentingnya Pengelolaan Risiko
Peringati Hari Lingkungan...
Peringati Hari Lingkungan Hidup Sedunia, BRI Dorong Sadar Budaya Kelola Sampah melalui Green Action BRI Peduli
Rupiah Ambruk Tembus...
Rupiah Ambruk Tembus Rp18.000 per Dolar AS, Pengusaha Ritel Sport Jantung
Lindungi Konsumen, Pakar...
Lindungi Konsumen, Pakar UI Ingatkan Dampak Paparan BPA Galon Guna Ulang
IHSG Kembali Babak Belur...
IHSG Kembali Babak Belur Siang Ini, Nyungsep 2,53% ke 5.692
Teknologi Fungisida...
Teknologi Fungisida Baru Syngenta Dukung Target Swasembada Beras
Infografis
Rupiah Jeblok ke Level...
Rupiah Jeblok ke Level Terendah Sejak Krisis 1998
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved