Dunia Belum Siap Hadapi Krisis Keuangan Lagi

Jum'at, 14 September 2018 - 06:15 WIB
Dunia Belum Siap Hadapi...
Dunia Belum Siap Hadapi Krisis Keuangan Lagi
A A A
LONDON - Peringatan krisis keuangan yang apabila bisa terjadi lagi, bakal berdampak sangat buruk dibandingkan sebelumnya seperti dilontarkan oleh Mantan Perdana Menteri Inggris Gordon Brown. Menurutnya dunia belum siap untuk menghadapi krisis keuangan yang terulang kembali.

Lebih lanjut dia menerangkan, alasannya dampak lebih buruk yang bisa ditimbulkan oleh krisis apabila benar kembali terjadi. Lantaran keretakan dalam kerja sama Internasional yang berarti membuat negara-negara tidak bisa bertindak dengan cara kolektif untuk mengatasi ancaman di masa depan yang semakin banyak.

"Saya merasa kita (dunia) sedang tertidur dalam krisis (keuangan) berikutnya," ucap Brown, yang berbicara dalam peringatan 10 tahun krisis keuangan yang sempat menimpa dunia.

Dia menambahkan, bahwa beberapa bankir yang terlibat harus dicebloskan ke penjara. "Ini adalah dunia tanpa pemimpin dan saya pikir ketika krisis berikutnya datang, dan akan ada krisis di masa depan. Kita akan menemukan bahwa tidak memiliki ruang fiskal atau moneter untuk manuver atau kesediaan untuk mengambil tindakan tersebut," paparnya.

"Tapi mungkin yang paling mengkhawatirkan, kita tidak akan memiliki kerja sama internasional yang diperlukan untuk mengeluarkan kita dari krisis dunia," ucapnya memberi peringatan terhadap potensi krisis keuangan global.

Sesaat setelah runtuhnya raksasa perbankan Wall Street, Lehman Brothers, pemerintah Inggris menjadi salah satu yang pertama kali meredam dengan menekan penggunaan uang publik untuk merekapitalisasi bank gagal serta memompa dana pembayar pajak ke Lloyds, HBOS dan RBS.

Brown, Perdana Menteri Inggris mengatakan krisis dapat ditahan dimana kebijakan itu untuk melawan penguapan kepercayaan di pasar dengan tindakan terkoordinasi antara pemerintah dan regulator yang saling percaya.

"Tapi sekarang dengan perang dagang, perselisihan tentang perubahan iklim, kesepakatan nuklir yang telah runtuh. Membuat tidak ada lagi semangat kerja sama, yang ada hanya perpecahan dan proteksionisme dan saya khawatir krisis baru akan membuat negara-negara mencoba mengalihkan kesalahan ke satu sama lain," terang dia.

Dia mengakui bahwa penggunaan uang publik untuk menyelamatkan bankir berpenghasilan tinggi adalah pil yang sulit bagi publik untuk ditelan dan meskipun dia bersikeras hal itu diperlukan Ia mengatakan bahwa dirinya frustrasi, dimana hukuman yang lebih keras tidak dished kepada beberapa bankir yang terlibat.

"Saya akan jujur dengan Anda. Beberapa dari para bankir ini seharusnya masuk penjara dan sampai kita memiliki hukum yang tepat yang dapat menemukan kesalahan dan menunjukkan ada hukuman yang jelas. Maka orang akan berpikir para bankir telah lolos dan akan kembali melakukan hal yang sama lagi," tegasnya.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Fleksibilitas APBN Berkelanjutan
Fleksibilitas APBN Berkelanjutan
Episentrum Krisis Ekonomi
Episentrum Krisis Ekonomi
Mendorong Optimisme...
Mendorong Optimisme Menuju 2023
Resesi Hantam Singapura,...
Resesi Hantam Singapura, Ekonom: Indonesia Sudah di Depan Mata
Ekonomi Negara Tetangga...
Ekonomi Negara Tetangga Terpuruk Nyaris Krisis, Indonesia Aman?
Agar Krisis Kesehatan...
Agar Krisis Kesehatan Tak Menjelma Krisis Sosial-Ekonomi
Berita Terkini
Komitmen Perbaikan Tata...
Komitmen Perbaikan Tata Kelola Pengadaan Energi, Pertamina Patra Niaga Gelar FGD
6 menit yang lalu
Rupiah Menguat dalam...
Rupiah Menguat dalam Sepekan, Simak Prediksi Pekan Depan
1 jam yang lalu
Rusia Perluas Kuota...
Rusia Perluas Kuota Kuliah Gratis, Cetak Ahli Minyak hingga IT dari Indonesia
2 jam yang lalu
Harga Pertamax Melejit...
Harga Pertamax Melejit Jadi Rp16.250, Kelas Menengah Kian Terjepit
2 jam yang lalu
Pertamina EP Cepu Catat...
Pertamina EP Cepu Catat Kinerja Positif, Siap Percepat Transisi Energi
6 jam yang lalu
Penyaluran Pindar Tembus...
Penyaluran Pindar Tembus Rp1.388 Triliun, 40% Mengalir ke UMKM
6 jam yang lalu
Infografis
Penyebab Jerman Tak...
Penyebab Jerman Tak Siap Hadapi Perang Dunia III Melawan Rusia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved