Agustus, Kinerja Impor di Jawa Timur Turun 22,16%

Selasa, 18 September 2018 - 00:18 WIB
Agustus, Kinerja Impor...
Agustus, Kinerja Impor di Jawa Timur Turun 22,16%
A A A
SURABAYA - Kinerja impor di Jawa Timur (Jatim) pada Agustus 2018 mengalami penurunan 22,16% dibanding bulan sebelumnya. Kinerja impor pada Agustus mencapai USD2,20 miliar berbanding kinerja impor pada Juli sebesar USD2,83 miliar.

Adapun kinerja impor Jatim sepanjang Januari-Agustus 2018 mencapai USD16,92 miliar. Nilai ini lebih tinggi 18,10% dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar USD14,32 miliar.

Untuk komoditasnya, impor migas di Jatim pada Agustus 2018 turun 35,73% menjadi USD330,17 juta dibandingkan Juli lalu sebesar USD513,87 juta. Impor migas menyumbang 14,98% dari total impor Agustus 2018. Meski begitu, nilai impor tersebut naik 10,64% dibanding Agustus 2017.

Sedangkan impor nonmigas turun 19,15% dibanding bulan sebelumnya. Dari USD2,31 miliar menjadi USD1,87 miliar. "Impor nonmigas menyumbang 85,02% total impor Agustus 2018 ke Jatim," kata Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Jatim, Teguh Pramono, Senin (17/9/2018).

Menurut Teguh, komoditas nonmigas yang paling banyak diimpor antara lain, perlengkapan mesin. Kelompok barang ini berkontribusi 9,77% dari total impor nonmigas Jatim. Mayoritas impor mesin ini dari China.

Kedua adalah perhiasan yang menyumbang 7,69% dari total impor nonmigas. Perhiasan mayoritas didatangkan dari Singapura. Selanjutnya adalah besi dan baja yang juga banyak didatangkan dari China. "Hampir 26,06% barang impor ke Jatim adalah dari China," tandas Teguh.

Disusul impor dari Thailand dan Amerika Serikat yang berkontribusi 6,85% dan 6,55% dari total impor.

Nilai impor dari China pada bulan Agustus 2018 sebesar USD 488,18 juta. Diikuti Thailand USD128,39 juta serta Amerika Serikat sebesar USD 122,61 juta.

Negara ASEAN masih menjadi salah satu pemasok utama barang komoditas nonmigas ke Jatim selama Agustus 2018. Yakni mencapai USD364,77 juta. "Di kawasan ASEAN, Thailand menjadi negara utama dengan kontribusi 6,85% dari total impor ke Jatim. Diikuti Singapura 6,25% dan dari Malaysia 2,98%," pungkas Teguh.
(ven)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Impor Jatim Turun 21,25...
Impor Jatim Turun 21,25 Persen pada April 2023
Selama Agustus 2020,...
Selama Agustus 2020, Impor Jawa Timur Naik Sebesar 14,37%
Selama Maret 2021, Daya...
Selama Maret 2021, Daya Beli Nelayan Jawa Timur Turun
Ekonomi Jawa Timur Selama...
Ekonomi Jawa Timur Selama Triwulan IV 2021 Tumbuh 4,59 Persen
Inflasi Jawa Timur Capai...
Inflasi Jawa Timur Capai 6,65 Persen, Lampaui Nasional
Inflasi Jawa Timur September...
Inflasi Jawa Timur September Tertinggi di Pulau Jawa
Berita Terkini
Perbandingan Harga BBM...
Perbandingan Harga BBM Pertamina, Shell, Vivo dan BP di Awal Juni 2026
16 menit yang lalu
Libur Sekolah 2026,...
Libur Sekolah 2026, Tarif Angkutan Penyeberangan Diskon Sekitar 21,9%
48 menit yang lalu
Hindari Selat Hormuz!...
Hindari Selat Hormuz! India Diam-Diam Gandeng Rusia Buka Jalur Es Ekstrem
1 jam yang lalu
Energi Menjadi Medan...
Energi Menjadi Medan Perang AS-China di Abad Ini
11 jam yang lalu
PLN EPI Targetkan Pengembangan...
PLN EPI Targetkan Pengembangan Bio-CNG Berbasis Limbah Sawit Dukung Transisi Energi
12 jam yang lalu
IHSG dan Rupiah Tertekan,...
IHSG dan Rupiah Tertekan, Pasar Uji Kredibilitas Sistem Keuangan Indonesia
12 jam yang lalu
Infografis
Ranking FIFA Terbaru:...
Ranking FIFA Terbaru: Argentina Gusur Spanyol di Puncak, Indonesia Meroket 4 Tingkat
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved