Rupiah Dibuka Anjlok ke Level Rp14.908/USD Saat Yuan Tenggelam

Selasa, 18 September 2018 - 10:34 WIB
Rupiah Dibuka Anjlok...
Rupiah Dibuka Anjlok ke Level Rp14.908/USD Saat Yuan Tenggelam
A A A
JAKARTA - Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (USD) pada awal perdagangan, Selasa (18/9/2018) dibuka anjlok cukup dalam hingga menyentuh level Rp14.908/USD untuk melanjutkan tren pelemahan dari kemarin. Kemerosotan mata uang Garuda mengiringi dolar yang sedikit lebih tinggi dan saat Yuan China menyusut saat pasar global mulai bersiap atas penerapan tarif baru AS atas produk-produk China.

Berdasarkan kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) BI, rupiah sesi pagi ini dibuka ambruk pada level Rp14.908/USD. Posisi ini tercatat semakin terkapar dari posisi awal pekan kemarin yang terparkir di level Rp14.859/USD.

Data Bloomberg menunjukkan rupiah menjelang siang semakin terjun bebas ke posisi Rp14.933/USD untuk semakin terperosok ke zona merah. Posisi ini memperlihatkan rupiah memburuk dibandingkan sesi penutupan kemarin di level Rp14.880/USD dengan kisaran pergerakan Rp14.897-Rp14.933/USD.

Posisi rupiah terhadap USD berdasarkan data Yahoo Finance masih tak berdaya usai terperosok di level Rp14.925/USD untuk meneruskan tren negatif dengan tenggelam semakin dalam dibandingkan sebelumnya Rp14.875/USD. Rupiah terus rontok dengan pergerakan harian Rp14.835 hingga Rp14.930/USD.

Menurut data Sindonews bersumber dari Limas, rupiah pada pukul 10.00 WIB berada di level Rp14.905/USD. Posisi ini masih terdepresiasi dari penutupan sebelumnya yang berakhir pada Rp14.880/USD.

Sementara seperti dilansir Reuters, dolar sedikit lebih tinggi pada hari Selasa dan Yuan China turun karena pasar global bersiap untuk respons Beijing terhadap tarif baru AS atas produk-produk China. Terpantau, indeks dolar terhadap enama mata uang utama meningkat sebesar 0,09% pada level 94,585.

Greenback dalam beberapa bulan terakhir telah mendapat manfaat dari arus safe-haven di tengah konflik perdagangan yang meningkat. Indeks telah naik ke 94,607 pada awal sesi setelah Presiden AS Donald Trump mengatakan pada hari Senin bahwa ia akan memberlakukan 10% tarif AS pada sekitar USD200 miliar impor China, yang efektif berlaku 24 September.

Di sisi lain USD juga masih lebih tinggi 0,1% saat melawan Yen Jepang pada posisi 111,94 setelah sebelumnya sempat turun pada level 111,66. Permintaan terhadap mata uang safe-haven mulai bertambah pada saat ketegangan pasar dan penghindaran risiko, sebelum bangkit kembali.

Dolar Australia, cenderung bergerak mendatar pada level 0,7176 ketika berhadapan dengan USD setelah turun dari 0,7144 dalam sesi sebelumnya. Selanjutnya Euro turun 0,05% pada posisi 1,1678 lawan USD setelah sempat naik 0,5% sedangkan Pounds terus merosot 0,1% menjadi 1,3147 terhadap dolar.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Nilai Tukar Rupiah Melemah
Nilai Tukar Rupiah Melemah
Balik Arah, Rupiah Menguat...
Balik Arah, Rupiah Menguat Tipis ke Rp16.251 Sore Ini
Rupiah Tertekan Meski...
Rupiah Tertekan Meski Indeks Dolar AS Melemah
Nilai Tukar Rupiah Melemah...
Nilai Tukar Rupiah Melemah ke Level Rp15.036
Dollar AS Masih Tidak...
Dollar AS Masih Tidak Berdaya, Rupiah Seharusnya Bisa Menguat
Rupiah Lemas di Awal...
Rupiah Lemas di Awal Sesi, Hanya Naik Tipis ke Rp14.907/USD
Berita Terkini
Binus School dan Damai...
Binus School dan Damai Indah Golf Sinergi Perkuat Pengembangan Soft Skill Siswa
1 jam yang lalu
Permintaan Minyak Dunia...
Permintaan Minyak Dunia Diramal Turun 1,1 Juta Barel per Hari di 2026
1 jam yang lalu
Centrepark Perkuat Penerapan...
Centrepark Perkuat Penerapan Parkir Cashless di Properti Komersial Indonesia
1 jam yang lalu
Industri Aset Digital...
Industri Aset Digital Dorong Penguatan Ekosistem Hospitality Bandara
2 jam yang lalu
Solusi Atasi Sampah...
Solusi Atasi Sampah Laut, Komut Pertamina Mochamad Iriawan Hadirkan Kapal Pintar ke Pesisir Bali
2 jam yang lalu
Antam Tebar Dividen...
Antam Tebar Dividen Jumbo Rp5,04 Triliun, 70% dari Laba Bersih di 2025
2 jam yang lalu
Infografis
Penjualan Mobil Murah...
Penjualan Mobil Murah LCGC Anjlok, Daya Beli Kelas Menengah Terancam?
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved