Agresif Lakukan Eksplorasi, Pertamina Perlu Dukungan

Senin, 24 September 2018 - 16:01 WIB
Agresif Lakukan Eksplorasi,...
Agresif Lakukan Eksplorasi, Pertamina Perlu Dukungan
A A A
JAKARTA - Direktur Center for Energy Policy Kholid Syeirazi mengapresiasi PT Pertamina (Persero) atas berbagai eksplorasi di dalam negeri yang dinilainya agresif. Agar eksplorasi migas yang dilakukan BUMN itu semakin optimal, Kholid menyebut Pertamina butuh dukungan semua pihak.

"Ya, ikhtiar Pertamina harus diapresiasi. Semua pihak harus mendukung," kata Kholid di Jakarta, Senin (24/9/2018).

Menurut Kholid, berbagai eksplorasi agresif memang sudah seharusnya dilakukan Pertamina. Karena pada industri hulu migas, eksplorasi merupakan nyawa dari kegiatan hulu itu. "Tanpa eksplorasi tidak mungkin ada lifting, tidak mungkin ada produksi," kata dia.

Masa depan industri migas Indonesia, kata dia, memang harus bermulai dari kegiatan eksplorasi. Semakin banyak eksplorasi, berarti semakin memungkinkan untuk menambah produksi. "Karena dari eksplorasi nanti akan ditemukan cadangan migas," tuturnya.

Dukungan pemerintah, kata Kholid, harus diberikan. Pasalnya, ketidakpastian regulasi hulu migas saat ini justru membuat eksplorasi dalam satu dekade bersifat konservatif, yaitu di area brown field yang sudah dirambah. "Perusahaan asing pun melakukan eksplorasi konservatif yaitu hanya di brown field," jelasnya.

Melalui dukungan itulah, diharapkan Pertamina bisa melakukan ekplorasi di daerah baru (green field). Dukungan harus diberikan, mengingat dari 128 cekungan, baru 38 yang digarap dan 90 sisanya masih perawan. "Itu terjadi karena regulasinya memang tidak pasti," kata dia.

Pertamina sepanjang 2018 terbilang agresif melakukan eksplorasi di dalam negeri yang dilakukan guna menemukan cadangan dan meningkatkan produksi migas. Saat ini, Pertamina telah menyelesaikan seismik 2D sepanjang 153 km dan hingga akhir 2018, diproyeksikan sepanjang 2.590 km.

Sementara untuk seismik 3D, Pertamina telah melakukan seluas 419 km2 dan diproyeksikan sampai dengan tahun 2018 seluas 869 km2. Kegiatan seismik 2D dan 3D tersebut dilaksanakan di sejumlah wilayah kerja Pertamina EP dan Pertamina Hulu Energi.

Selain seismik, Pertamina telah menyelesaikan pemboran tujuh sumur eksplorasi dan hingga akhir 2018 diproyeksikan sebanyak 17 sumur.
(fjo)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Petani Mendapat Sosialisasi...
Petani Mendapat Sosialisasi Keamanan Seiring Gas JTB Mulai Dialirkan
Pertamina EP Jatibarang...
Pertamina EP Jatibarang Field Terapkan K3 Produksi Migas Berkelanjutan
Pertamina Jaga Produksi...
Pertamina Jaga Produksi Hulu Migas demi Keberlangsungan Energi
Hiswana Migas Dukung...
Hiswana Migas Dukung Penuh Pertamina untuk Keberlangsungan Hilir Migas
Rugi Bersih Pertamina...
Rugi Bersih Pertamina Itu Terendah, Bandingkan dengan Raksasa Migas Dunia
Ahok Jadi Kandidat Dirut...
Ahok Jadi Kandidat Dirut Pertamina, Pengamat: Tidak Jaminan
Berita Terkini
Pertamina EP Bukukan...
Pertamina EP Bukukan Produksi Migas 205 Ribu MBOEPD Sepanjang 2025
33 menit yang lalu
Diganjar Rating Negatif...
Diganjar Rating Negatif dari Moody's, Danantara Bilang Begini
48 menit yang lalu
Harga Emas Antam Naik...
Harga Emas Antam Naik Rp11.000 per Gram, Ini Rincian Lengkapnya
1 jam yang lalu
IHSG Pagi Ini Dibuka...
IHSG Pagi Ini Dibuka Hijau Sesaat, Lalu Ambruk Lebih dari 1%
2 jam yang lalu
Dirut BRI Hery Gunardi:...
Dirut BRI Hery Gunardi: Adopsi AI Jadi Kunci Perbankan Pertahankan Nasabah
2 jam yang lalu
Kebijakan Tambang RI...
Kebijakan Tambang RI Berubah-ubah, Investor China Mulai Alihkan Investasi Nikel ke Afrika
3 jam yang lalu
Infografis
Jejak Pendidikan Stella...
Jejak Pendidikan Stella Christie, Wamen yang Jadi Komisaris Pertamina Hulu Energi
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved