Rupiah Anjlok Makin Parah di Akhir Sesi, Pounds Tak Berdaya

Kamis, 27 September 2018 - 17:41 WIB
Rupiah Anjlok Makin...
Rupiah Anjlok Makin Parah di Akhir Sesi, Pounds Tak Berdaya
A A A
JAKARTA - Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (USD) pada perdagangan sore, Kamis (27/9/2018) berakhir anjlok semakin dalam untuk mendekati level Rp15.000/USD. Tren pelemahan rupiah dalam beberapa hari terakhir mengiringi laju USD tak tertaham ketika Poundsterling tak berdaya.

Data Yahoo Finance menunjukkan rupiah di sesi perdagangan sore anjlok sangat dalam ke level Rp14.920/USD dibandingkan penutupan sebelumnya Rp14.900/USD. Rupiah sepanjang hari ini bergerak pada level Rp14.880 hingga Rp14.925/USD.

Sementara, data SINDOnews bersumber dari Limas, rupiah akhir sesi juga memburuk di posisi Rp14.935/USD untuk terus memperlihatkan sinyal kejatuhan dibandingkan sebelumnya. Posisi ini merosot tajam dibandingkan tengah pekan kemarin.

Berdasarkan kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) BI, rupiah tertahan pada zona hijau dengan berada pada level Rp14.919/USD. Posisi ini memperlihatkan rupiah sedikit membaik dari posisi perdagangan sebelumnya Rp14.938/USD.

Posisi rupiah menurut data Bloomberg terlihat masih tak berdaya, pada perdagangan spot exchange terjun bebas ke level Rp14.922/USD dibandingkan kemarin Rp14.910/USD. Rupiah di perdagangan menjelang akhir pekan bergerak di kisaran Rp14.887-Rp14.927/USD.

Di sisi lain mata uang Inggris jatuh pada perdagangan, Kamis ketika penguatan dolar meluas setelah kenaikan suku bunga AS alias Fed rate. Investor sendiri menunggu lebih banyak kabar positif seputar negosiasi Brexit atau keluarnya Inggris dari Uni Eropa (UE) untuk menjadi dukungan terhadap ekonomi.

Poundsterling jatuh lebih dari sepertiga menjadi 1,3109 terhadap USD dan menuju posisi terendah dalam satu pekan dari 1,3042 pada pekan lalu. Terhadap euro, mata uang Inggris secara luas mendatar di posisi 89,23.

Keterpurukan euro terimbas kabar bahwa pertemuan anggaran Italia kemungkinan akan ditunda, hal tersebut mengkhawatirkan para pelaku pasar bahwa defisit akan terdorong lebih besar. Euro jatuh setengah persen ke level 1,1685 saat melawan USD, atau menjadi terlemah sejak 20 September.

Berkat tergelincirnya euro, kenaikan dolar terus bertambah ditambah setelah kenaikan suku bunga Federal Reserve. Indeks dolar yang mengukur greenback terhadap enam mata uang utama lainnya naik lebih tinggi 0,4% menjadi 94,529.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Nilai Tukar Rupiah Melemah
Nilai Tukar Rupiah Melemah
Balik Arah, Rupiah Menguat...
Balik Arah, Rupiah Menguat Tipis ke Rp16.251 Sore Ini
Rupiah Tertekan Meski...
Rupiah Tertekan Meski Indeks Dolar AS Melemah
Nilai Tukar Rupiah Melemah...
Nilai Tukar Rupiah Melemah ke Level Rp15.036
Dollar AS Masih Tidak...
Dollar AS Masih Tidak Berdaya, Rupiah Seharusnya Bisa Menguat
Rupiah Lemas di Awal...
Rupiah Lemas di Awal Sesi, Hanya Naik Tipis ke Rp14.907/USD
Berita Terkini
Persaingan Pasar Game...
Persaingan Pasar Game Valorant, Intip Strategi Ekspansi Tokovalorant
1 jam yang lalu
Damessa Perluas Layanan...
Damessa Perluas Layanan lewat Cabang Baru di Cileungsi
8 jam yang lalu
Membangun Revolusi Pembiayaan...
Membangun Revolusi Pembiayaan Sosial Nasional Tanpa Membebani APBN
9 jam yang lalu
SIG Sulap 60 Ton Sampah...
SIG Sulap 60 Ton Sampah Kelapa Jadi Pakan Ternak, Peternak di Aceh Hemat 60%
9 jam yang lalu
Kemenko PM Gelar Global...
Kemenko PM Gelar Global Talent Day, Buka Akses Kerja ke Jepang-Jerman
9 jam yang lalu
Selamatkan Petani, Peran...
Selamatkan Petani, Peran DSI dalam Tata Niaga Sawit Disebut Perlu Evaluasi Ulang
10 jam yang lalu
Infografis
10 Pesawat Tempur Paling...
10 Pesawat Tempur Paling Laku di Pasaran, Juaranya Tak Terduga
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved