Strategi Bank Indonesia Bawa Rupiah Menguat ke Rp14.900

Jum'at, 28 September 2018 - 17:15 WIB
Strategi Bank Indonesia...
Strategi Bank Indonesia Bawa Rupiah Menguat ke Rp14.900
A A A
JAKARTA - Langkah Bank Indonesia (BI) untuk menaikkan suku bunga acuan sebesar 25 basis poin (bps) menjadi 5,75%, merespons kenaikan suku bunga The Fed, berhasil mengangkat laju rupiah pada perdagangan Jumat (28/9/2018).

Strategi BI membuat aliran dana masuk (capital inflow) ke pasar keuangan Indonesia. Arus modal ini terlihat dalam penutupan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di petang ini, dimana investor asing mencatatkan beli bersih yang tinggi sebesar Rp883,08 miliar.

Hal ini membuat kurs rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (USD) di pasar spot, ditutup bergairah 20 poin atau 0,13% ke level Rp14.902 per USD, berbanding penutupan kemarin di Rp14.922 per USD.

Rupiah di awal perdagangan di indeks Bloomberg, dibuka melemah ke level Rp14.944 per USD. Hari ini, mata uang NKRI diperdagangkan di kisaran Rp14.894-Rp14.945 per USD.

Data Yahoo Finance menunjukkan, rupiah pada Jumat petang ini terapresiasi 12 poin atau 0,08% menjadi Rp14.900 per USD. Kamis kemarin, rupiah berada di posisi Rp14.912 per USD. Sepanjang Jumat ini, diperdagangkan di Rp14.885-Rp14.935.

Sementara itu, dolar AS berada di level terkuat melawan enam mata uang utama pada Jumat ini. Mata uang George Washington itu melanjutkan reli berkat sinyal Federal Reserve yang akan terus meningkatkan suku bunga selama tahun depan.

Energi dolar didukung data Produk Domestik Bruto (PDB) Amerika Serikat yang tumbuh kuat 4,2& di kuartal II 2018, tercepat dalam waktu empat tahun. Juga hasil Treasury AS yang menurun untuk menarik arus masuk dalam rangka mendukung dolar.

"Reli dolar yang luas juga dibantu oleh data ekonomi yang optimistis dan kembalinya investor AS membawa dana ke rumahnya sendiri," kata Yukio Ishizuki, ahli strategi valas senior di Daiwa Securities di Tokyo.

Melansir dari Reuters, Jumat (28/9), indeks USD terhadap enam mata uang utama memperpanjang reli dengan naik ke level 95,025, level tertinggi sejak 12 September. Laju dolar telah menguat 0,8% sepanjang pekan ini.

Hasil ini membuat dolar menguat terhadap yen Jepang menjadi 113,50 yen, setelah semalam turun 0,6% menjadi 113,64, tertinggi sejak Desember 2017. Euro merosot 0,7% menjadi USD1,1648 karena kekhawatiran seputar penanganan anggaran Italia yang dililit utang besar-besaran.

Poundsterling Inggris melemah pada level USD1,3080, setelah semalam jatuh 0,7%. Franc Swiss mendekati level terendah satu bulan menjadi 0,9782 per dolar, setelah semalam jatuh lebih dari 1%. Adapun dolar Australia berhasil naik tipis 0,15% menjadi USD0,7216, setelah turun 0,7% pada Kamis kemarin.
(ven)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Rupiah Ditutup Melemah...
Rupiah Ditutup Melemah ke Rp17.409 per Dolar AS
Rupiah Terlemah Sepanjang...
Rupiah Terlemah Sepanjang Sejarah
Rupiah Ditutup Melemah...
Rupiah Ditutup Melemah ke Level Rp15.526
Wacana Lama Hidup Lagi,...
Wacana Lama Hidup Lagi, Ini Dua Sisi Pentingnya Redenominasi Rupiah
Bikin Gaduh Karena Keliru...
Bikin Gaduh Karena Keliru Tampilkan Kurs Rupiah, Pengamat: Google Harus Tanggung Jawab!
Google Keliru Tampilkan...
Google Keliru Tampilkan Kurs Rupiah, Pengamat: Timbulkan Kegaduhan!
Berita Terkini
S&P Tahan RI Masih Investment...
S&P Tahan RI Masih Investment Grade, Fuad Bawazier Prediksi Ekonomi Bangkit 6 Bulan Lagi!
6 jam yang lalu
Transaksi Serba Digital,...
Transaksi Serba Digital, Pembelian Token Listrik Semakin Praktis
7 jam yang lalu
BI Injeksi Likuiditas...
BI Injeksi Likuiditas Rp837,11 Triliun, Tekanan di Pasar Uang Mulai Reda
7 jam yang lalu
Mantan Menkeu Ungkap...
Mantan Menkeu Ungkap 3 Gol Besar Sistem Ekspor Satu Pintu yang Dipuji S&P
8 jam yang lalu
MAMI Kelola Aset Rp125...
MAMI Kelola Aset Rp125 Triliun hingga Juni 2026, Catat Lebih 2,6 Juta Investor
8 jam yang lalu
Elnusa Petrofin Pastikan...
Elnusa Petrofin Pastikan Distribusi BBM di Sumatra Utara Kembali Normal
8 jam yang lalu
Infografis
Trade Misinvoicing dan...
Trade Misinvoicing dan Upaya Penguatan Integritas Perdagangan Indonesia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved