Jalankan Program KPR Mikro ABCG, BTN Gandeng Universitas di RI

Sabtu, 29 September 2018 - 22:09 WIB
Jalankan Program KPR...
Jalankan Program KPR Mikro ABCG, BTN Gandeng Universitas di RI
A A A
SAMARINDA - Bank BTN juga mengajak Universitas Mulawarman untuk mengimplementasikan program KPR Mikro ABCG. Program kewirausahaan tersebut juga disiapkan untuk mendukung Universitas Mulawarman menjadi perguruan tinggi bertaraf internasional

Samarinda, 29 September 2018. PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk. siap melebarkan sayap untuk menyebarkan implementasi Kredit Pemilikan Rumah (KPR) Mikro yang menggabungkan unsur Academy-Business-Community-Government (ABCG) dengan menggandeng universitas di berbagai daerah di Indonesia. Langkah tersebut dilakukan perseroan untuk menciptakan pertumbuhan sektor properti yang positif dan berkelanjutan terutama yang menyasar kalangan masyarakat menengah ke bawah. Kali ini, Bank BTN mengajak Universitas Mulawarman untuk mengembangkan program kewirausahaan sosial di sektor properti tersebut.

Direktur Utama Bank BTN Maryono mengatakan peluang bisnis properti di Indonesia masih sangat besar. Untuk itu, perlu adanya ekosistem yang mampu menyokong sektor ini tumbuh positif dan berkelanjutan. Salah satu yang bisa dimanfaatkan, lanjut Maryono, yakni kalangan perguruan tinggi. Apalagi, Indonesia memiliki sekitar 4.500 universitas yang bisa dikembangkan menjadi perguruan tinggi berkelas internasional.

Untuk menuju level internasional, lanjutnya, berbagai universitas tersebut perlu bertransformasi dalam bidang akademik maupun non-akademik, termasuk mengembangkan kewirausahaan. Salah satu program kewirausahaan yang disiapkan Bank BTN yakni socio-technopreneurship berupa KPR Mikro ABCG. “Kami telah mengimplementasikan program KPR Mikro ABCG tersebut dengan Universitas Diponegoro di Kendal. Hal tersebut dapat menjadi peluang bagi Universitas Mulawarman untuk melakukan hal serupa di Samarinda dan sekitarnya. Kami pun siap menggajak universitas-universitas lain di seluruh Indonesia,” jelas Maryono dalam Orasi Ilmiahnya di Universitas Mulawarman, Sabtu (29/9).

Adapun, KPR Mikro ABCG merupakan skema hasil kolaborasi empat pihak yang terdiri atas akademisi, dunia usaha, komunitas, dan pemerintah untuk mendukung pembangunan perumahan swadaya yang berbasis komunitas yang membutuhkan rumah tinggal. Skema KPR ini menyasar masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) unbankable di Indonesia yang masih hidup di rumah kontrakan dan lingkungan tidak layak huni.

Menurut Maryono, melalui program KPR mikro ABCG tersebut, sertifikat tanah yang ada bisa langsung dipecah, kemudian masyarakat kategori MBR bisa segera memiliki rumah dan tanah dengan harga murah dan jangka waktu lebih pendek. “Jadi ini yang memberikan kemudahan dan sangat ringan bagi masyarakat yang berpenghasilan tidak tetap,” kata dia.

Maryono mengungkapkanskema KPR Mikro ABCG tersebut juga bisa diterapkan di semua daerah, termasuk juga di Samarinda. “Nantinya, untuk komunitas dan teknis pendekatannya di universitas dan kabupaten yang siap, akan kami buatkan.”

Bank BTN, tambahnya, juga bisa memberikan kerja sama dengan universitas dalam hal menginisiasi membuat inovasi inkubator bisnis tingkat awal. Hingga saat ini, perseroan telah membuat BTN Zone dengan berbagai fasilitas di perguruan tinggi-perguruan tinggi di Indonesia. “Kami pun akan kembangkan suatu pembinaan pada startup-startup mahasiswa untuk diberikan binaan. Apalagi kami akan bekerjasama dengan plug and play yang ada di Amerika,” ujar Maryono.

Maryono memaparkan perseroan pun tetap berkomitmen dalam mendukung program pengembangan perguruan tinggi di Indonesia. Beberapa langkah yang disiapkan mulai dari kerja sama penelitian dan pengembangan, program pendidikan dan pelatihan, hingga seminar yang berkaitan dengan perumahan. “Selain itu, kami juga akan terus mengembangkan program-program kewirausahaan lainnya khususnya yang berbasis socio-technopreneurship.”

Maryono berujar, kewirausahaan dapat menjawab peluang bisnis yang masih besar di Indonesia. Di sektor properti misalnya, angka kebutuhan rumah pun tercatat naik 800.000 unit setiap tahun. Namun, jumlah ketersediaan rumah baru berkisar 250.000-400.000 unit per tahun. Angka backlog perumahan dari MBR unbankable pun mencapai 6 juta kepala keluarga di seluruh Indonesia.

Di sisi lain, dalam jangka panjang yakni pada 2030, diperkirakan penduduk usia produktif Indonesia pun tercatat bisa mencapai di atas 60%. Pada 2030, kelas menengah di Tanah Air yang berpenghasilan di atas US$3.600 juga diproyeksi mencapai 135 juta jiwa. Pertumbuhan tersebut juga kian didukung dengan literasi internet yang semakin meningkat serta kenaikan permintaan produk berbasis digital di pasar global.

Untuk menggarap berbagai potensi tersebut, selama beberapa tahun terakhir Bank BTN memang berfokus dalam mengembangkan ekosistem bisnis properti yang positif dan berkelanjutan serta kewirausahaan. Beberapa langkah yang dilakukan perseroan yakni dengan berpartisipasi mengembangkan sisi akademik melalui program vokasi, riset house price index (HPI) serta kajian supply-demand, hingga short course Mini MBA yang menciptakan pengembang handal. Di bidang non-akademik, Bank BTN juga mendirikan Rumah Kreatif BTN dan mengembangkan kewirausahaan pertanian untuk dapat mengakselerasi ekonomi di pedesaan dengan menggerakkan petani.

Maryono menjelaskan perseroan pun telah menggelar Edukasi Literasi Properti di 27 Universitas pada 25 kota berbeda di Indonesia. Dalam kegiatan tersebut, Bank BTN mencetak Rekor MURI sebagai edukasi literasi properti dengan jumlah peserta terbanyak yakni lebih dari 12.000 peserta. Bank BTN, sebut Maryono, juga telah mencetak lebih dari 1.000 calon pengembang perumahan melalui lembaga Housing Finance Center (HFC).

Sementara itu, hingga kini, Bank BTN telah menjadi lembaga keuangan yang mendukung seluruh kegiatan operasional Universitas Mulawarman. Selama lebih dari 10 tahun, Bank BTN telah menjalani kemitraan dengan universitas berusia 56 tahun tersebut dengan membuka kantor kas, giro, kerja sama program pengembangan operasional, pembayaran SPP secara host-to-host, hingga penyaluran beasiswa. Bank BTN juga menyalurkan kredit bagi dosen maupun karyawan universitas ini. Melalui kemitraan itu, Bank BTN juga telah memberikan berbagai layanan jasa keuangan lainnya bagi seluruh akademisi di universitas terbesar di Kalimantan tersebut.
(wbs)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
4 Kerugian yang Terjadi...
4 Kerugian yang Terjadi Jika BTN Berganti Nama Menjadi BPR
Achmad Chaerul Kembali...
Achmad Chaerul Kembali Ditunjuk Sebagai Corporate Secretary BTN
Sambut Idul Fitri 1441...
Sambut Idul Fitri 1441 H, BTN Siapkan Dana Rp12,15 Triliun
Pengajuan Kredit BTN...
Pengajuan Kredit BTN Cuman Butuh Sehari Mulai 2022
Keren! BTN Syariah Sabet...
Keren! BTN Syariah Sabet The Best Islamic Project Finance House 2023 dari Euromoney
BTN Resmi Caplok Bank...
BTN Resmi Caplok Bank Victoria Syariah, Nilainya Rp1,5 Triliun
Berita Terkini
Jaga Distribusi BBM...
Jaga Distribusi BBM di Aceh, Pertamina Patra Niaga Perkuat Operasional Terminal
10 menit yang lalu
LPEU MUI Luncurkan Perumahan...
LPEU MUI Luncurkan Perumahan Merah Putih di Bogor, Terapkan Konsep Syariah Bebas Riba
27 menit yang lalu
PHK Masih Terus Berlanjut,...
PHK Masih Terus Berlanjut, 30.000-an Karyawan Jadi Korban
42 menit yang lalu
Dana Pensiun PNS Malaysia...
Dana Pensiun PNS Malaysia Jadi Korban eFishery, Kerugian Capai Rp855 Miliar
4 jam yang lalu
Harga Emas Antam Hari...
Harga Emas Antam Hari Ini Stagnan Rp2,61 Juta per Gram, Berikut Rinciannya
5 jam yang lalu
Inflasi AS Turun Jadi...
Inflasi AS Turun Jadi 3,5%, Bitcoin dan Ethereum Berpeluang Menguat
6 jam yang lalu
Infografis
10 Pesawat Militer Termahal...
10 Pesawat Militer Termahal di Dunia, Harga 7 Bomber B-2 Hampir Setara Anggaran MBG
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved