PHK Masih Terus Berlanjut, 30.000-an Karyawan Jadi Korban
Minggu, 19 Juli 2026 - 15:31 WIB
loading...
Para pekerja berjalan kaki menuju shelter transportasi umum saat jam pulang kantor di Jakarta, Rabu (28/5/2025). FOTO/Arif Julianto
A
A
A
JAKARTA - Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) mencatat sebanyak 32.389 pekerja mengalami pemutusan hubungan kerja (PHK) sepanjang Januari hingga Juni 2026. Jumlah tersebut menunjukkan gelombang PHK masih membayangi dunia ketenagakerjaan, dengan kasus terbanyak terjadi pada Februari.
"Jumlah pekerja yang terdampak PHK hingga pertengahan tahun ini sebenarnya telah mencapai sekitar 43 ribu orang," kata Penasihat Khusus Presiden Bidang Ketenagakerjaan dan Kesejahteraan Buruh Said Iqbal seperti dikutip pada Minggu (19/7/2026).
Baca Juga: Said Iqbal Blak-blakan 2.500 Buruh Pabrik Terancam PHK
Berdasarkan data Kemnaker, jumlah pekerja yang terkena PHK pada Januari mencapai 5.898 orang. Angka tersebut meningkat menjadi 7.692 orang pada Februari, kemudian tercatat 6.593 orang pada Maret, 6.982 orang pada April, 4.636 orang pada Mei, dan 588 orang pada Juni 2026.
Secara wilayah, Jawa Barat menjadi provinsi dengan jumlah PHK tertinggi pada semester pertama tahun ini. Sebanyak 6.727 pekerja atau sekitar 20,77% dari total nasional kehilangan pekerjaan di provinsi tersebut.
"Jumlah pekerja yang terdampak PHK hingga pertengahan tahun ini sebenarnya telah mencapai sekitar 43 ribu orang," kata Penasihat Khusus Presiden Bidang Ketenagakerjaan dan Kesejahteraan Buruh Said Iqbal seperti dikutip pada Minggu (19/7/2026).
Baca Juga: Said Iqbal Blak-blakan 2.500 Buruh Pabrik Terancam PHK
Berdasarkan data Kemnaker, jumlah pekerja yang terkena PHK pada Januari mencapai 5.898 orang. Angka tersebut meningkat menjadi 7.692 orang pada Februari, kemudian tercatat 6.593 orang pada Maret, 6.982 orang pada April, 4.636 orang pada Mei, dan 588 orang pada Juni 2026.
Secara wilayah, Jawa Barat menjadi provinsi dengan jumlah PHK tertinggi pada semester pertama tahun ini. Sebanyak 6.727 pekerja atau sekitar 20,77% dari total nasional kehilangan pekerjaan di provinsi tersebut.
Lihat Juga :