KAI Rayu Pengusaha Logistk Angkut Barang Pakai Kereta
Selasa, 02 Oktober 2018 - 12:48 WIB
KAI Rayu Pengusaha Logistk Angkut Barang Pakai Kereta
A
A
A
JAKARTA - PT Kereta Api Indonesia (Persero) saat ini tengah mengembangkan kereta angkutan barang dan logistik. Hal ini demi mendukung kebijkaan pemerintah dalam penerapan pembatasan muatan angkutan barang di jalan raya.
Direktur Utama KAI Edi Sukmoro berharap, akan terjadi sinergi antara regulator, operator dan pemilik barang mengenai moda yang digunakan untuk mengangkut logistik tersebut.
"Harapan kita didalam diskusi ini bisa tersinergi pihak regulator, kemudian operator dan yang memiliki barang, sehingga bisa ke angkutan jalan raya yang perlu kita bantu ganti dengan angkutan barang. Barangnya sebagian nanti kita bisa bantu angkut dengan KAI," katanya di Jakarta, Selasa (2/10/2018).
Untuk menggeser angkutan barang dari moda darat menjadi moda kereta api, sambung dia, salah satu yang jadi pertimbangan adalah tarif angkutan yang tentunya harus lebih murah ketimbang moda darat. Pergeseran ini diharapkan tidak justru membebani pemilik barang dengan biaya yang lebih besar.
"Kalau dia pindah ke KAI paling tidak harusnya sama dengan kalau diangkut lewat jalan raya," imbuh dia.
Edi menuturkan, mengangkut barang menggunakan kereta tentu akan meminimalisir kecelakaan dan kerusakan jalan. Selain itu, ketepatan waktu juga jauh lebih baik ketimbang jalan raya.
Namun, yang jadi kendala saat ini adalah angkutan lanjutan pasca barang mereka tiba di stasiun. "Karena mereka ini enggak bisa dari stasiun ke stasiun. Dari pabrik misalkan harus ke store house. Jadi pada diskusi ini kita harus berpikir, mendapatkan solusi, door to door. Artinya pemilik barang mendapatkan kemudahan, diangkut dari titik semula sampai titik yang dia maui. Bukan stasiun," tandasnya.
Direktur Utama KAI Edi Sukmoro berharap, akan terjadi sinergi antara regulator, operator dan pemilik barang mengenai moda yang digunakan untuk mengangkut logistik tersebut.
"Harapan kita didalam diskusi ini bisa tersinergi pihak regulator, kemudian operator dan yang memiliki barang, sehingga bisa ke angkutan jalan raya yang perlu kita bantu ganti dengan angkutan barang. Barangnya sebagian nanti kita bisa bantu angkut dengan KAI," katanya di Jakarta, Selasa (2/10/2018).
Untuk menggeser angkutan barang dari moda darat menjadi moda kereta api, sambung dia, salah satu yang jadi pertimbangan adalah tarif angkutan yang tentunya harus lebih murah ketimbang moda darat. Pergeseran ini diharapkan tidak justru membebani pemilik barang dengan biaya yang lebih besar.
"Kalau dia pindah ke KAI paling tidak harusnya sama dengan kalau diangkut lewat jalan raya," imbuh dia.
Edi menuturkan, mengangkut barang menggunakan kereta tentu akan meminimalisir kecelakaan dan kerusakan jalan. Selain itu, ketepatan waktu juga jauh lebih baik ketimbang jalan raya.
Namun, yang jadi kendala saat ini adalah angkutan lanjutan pasca barang mereka tiba di stasiun. "Karena mereka ini enggak bisa dari stasiun ke stasiun. Dari pabrik misalkan harus ke store house. Jadi pada diskusi ini kita harus berpikir, mendapatkan solusi, door to door. Artinya pemilik barang mendapatkan kemudahan, diangkut dari titik semula sampai titik yang dia maui. Bukan stasiun," tandasnya.
(ven)
Lihat Juga :