Perang Dagang Tak Bisa Direm, Rupiah Masih Sulit Bangkit di Tahun Depan

Jum'at, 05 Oktober 2018 - 10:40 WIB
Perang Dagang Tak Bisa...
Perang Dagang Tak Bisa Direm, Rupiah Masih Sulit Bangkit di Tahun Depan
A A A
JAKARTA - Menteri Koordinator (Menko) bidang Perekonomian Darmin Nasution menyatakan bahwa ketidakpastian global masih akan berlanjut hingga tahun depan. Konsekuensinya, gejolak terhadap nilai tukar rupiah pun masih akan terjadi di 2019.

Dia mengatakan, saat ini perekonomian di Amerika Serikat (AS) dalam kondisi yang sangat bagus. Kemudian, perang dagang yang terjadi antara AS dan China tidak bisa dihadang lagi.

"Kelihatannya perang dagang sudah tidak bisa direm. Ini akan jalan. Masing-masing mulai mengembangkan strategi yang bercabang-cabang. Sehingga untuk nariknya supaya berhenti susah. Perlu waktulah," katanya di Kantor Kemenkeu, Jakarta, Jumat (5/10/2018).

Menurutnya, ketidakstabilan global sudah tidak bisa dihindari lagi. Jadi, pernyataan Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo yang menyatakan pada kuartal I-2019 rupiah akan mulai bangkit sulit untuk terealisasi.

"Jadi situasi ini, ketidakstabilan global itu nggak bisa dihindari. Itu akan jalan terus. Malah kalau tadinya dibilang, ya paling kuartal I tahun depan, kayaknya nggak," tandasnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (USD) pekan ini akhirnya tembus di level Rp15.000 per USD. Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo mengemukakan bahwa tekanan tersebut baru akan lebih reda di tahun depan.

Dia mengatakan, meredanya tekanan terhadap kurs terlihat dari beberapa faktor. Di antaranya, kenaikan suku bunga AS (The Fed) tidak setinggi di tahun 2018.

"Tahun ini (The Fed) naik 1% 4 kali, tahun depan 2 kali, jadi setengahnya. Semoga ketegangan tidak berlanjut," katanya di Gedung DPR/MPR RI, Jakarta, Rabu (3/10/2018).

Selain itu, sambung Perry, investor global akan mulai menyimpan kembali dananya di negara-negara berkembang (emerging market) seperti Indonesia. Sebab, mereka tidak mungkin selamanya menyimpan dananya secara tunai tanpa diinvestasikan.

"Investor global tidak mungkin terus pegang tunai, mereka yang menarik dari emerging market, sekarang sudah mulai taruh di emerging market termasuk Indonesia. Tahun depan mulai taruh kembali di emerging market," imbuh dia.
(ven)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Boot Penuh Lumpur, Airlangga...
Boot Penuh Lumpur, Airlangga Blusukan ke Sawah Tinjau Smart Farming di Klaten
Rakor Terbatas Kementerian...
Rakor Terbatas Kementerian Koordinator Bidang Pangan
Investor China Siap...
Investor China Siap Kucurkan Investasi USD8 Miliar ke Proyek Kilang di Batam
Zulhas Blak-blakan soal...
Zulhas Blak-blakan soal Bahlil Ditawari Prabowo Jadi Menko Ekonomi
Kinerja ALMI Terpukul...
Kinerja ALMI Terpukul Kondisi Perekonomian Global
PKM Level 4 Berlanjut,...
PKM Level 4 Berlanjut, Menko Airlangga: Pemerintah Siapkan Insentif Tambahan
Berita Terkini
Impor Energidari 41...
Impor Energidari 41 Negara, India Tak Mampu Tolak Minyak Rusia:Kami Cari yang Paling Murah!
11 menit yang lalu
Bos IMF Peringatkan...
Bos IMF Peringatkan Dunia Tak Akan Pernah Normal Lagi: Bersiap Hadapi Gelombang Krisis Baru
31 menit yang lalu
Borong Penghargaan HR...
Borong Penghargaan HR Asia 2026, Pegadaian Buktikan Diri Jadi Tempat Kerja Terbaik di Asia!
9 jam yang lalu
Implementasi PP TUNAS...
Implementasi PP TUNAS Harus Bisa Jaga Daya Saing Generasi Muda di Ekonomi Digital
9 jam yang lalu
Bank Sentral China Borong...
Bank Sentral China Borong Emas 19 Bulan Berturut-turut, Ada Apa?
9 jam yang lalu
BKI dan ASDP Perkuat...
BKI dan ASDP Perkuat Sinergi Keselamatan Kerja Melalui Audit SMK3
9 jam yang lalu
Infografis
5 Rudal Paling Mematikan...
5 Rudal Paling Mematikan di Dunia, Satan II Rusia Bisa Hancurkan Banyak Kota Sekaligus
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved