Dolar AS Melemah Karena Melambatnya Pertumbuhan Upah

Sabtu, 06 Oktober 2018 - 05:31 WIB
Dolar AS Melemah Karena...
Dolar AS Melemah Karena Melambatnya Pertumbuhan Upah
A A A
NEW YORK - Dolar Amerika Serikat melemah pada penutupan perdagangan Jumat waktu setempat, disebabkan data ketenagakerjaan bulan September yang tidak sesuai harapan.

Melansir dari Reuters, Sabtu (6/10/2018), data ketenagakerjaan AS pada September 2018 bertambah 134.000 orang, lebih rendah dari ekspektasi sebesar 185.000 orang. Angka 134.000 ini merupakan jumlah paling sedikit sepanjang tahun 2018 berjalan.

Namun, tingkat pengangguran di AS turun menjadi 3,7% pada bulan September, atau tingkat terendah sejak Desember 1969. Begitu pula dengan upah rata-rata per jam yang meningkat 8 sen atau 0,3% di bulan September.

Tetapi upah bulan September secara tahunan hanya tumbuh 2,8%. Berbeda dengan Agustus lalu, dimana secara year-on-year tumbuh 3,9%. Artinya pertumbuhan upah melambat. Namun, tingkat upah di AS saat ini merupakan kenaikan terbesar setelah lebih dari 9 tahun.

Kenaikan upah tenaga kerja di AS ini, juga diikuti oleh beberapa perusahaan seperti Amazon yang menaikkan upah minimum menjadi USD15 per jam. "Kenaikan upah ini bisa membuat pertumbuhan inflasi lebih tinggi, sehingga mengkhawatirkan pasar," kata Russell Price, ekonom senior di Ameriprise Financial Services di Troy, Michigan.

Kekhawatiran investor membuat indeks USD terhadap enam mata uang utama jatuh ke level 95,62. Sebelum pengumuman data ketenagakerjaan, indeks USD berada di angka 95,77.

Kemarin, dolar AS menguat mengambil untung dari kenaikan imbal hasil obligasi (treasury) bertenor 10 tahun, sehingga menarik investor untuk membeli dan berdampak pada menguatnya dolar AS.
(ven)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Beban Sejarah Defisit...
Beban Sejarah Defisit Perdagangan dan Melemahnya Dolar AS
Fakta-fakta Dedolarisasi...
Fakta-fakta Dedolarisasi yang Digaungkan BRICS: Ekonomi Amerika Bisa Klenger
Membaca Kematian Dolar...
Membaca Kematian Dolar dan Tumpukan Utang AS Rp591.735 Triliun, Seberapa Gawat?
Dolar AS Jatuh ke Level...
Dolar AS Jatuh ke Level Terendah sejak 2022 Seiring Suramnya Prospek Ekonomi
Daya Tarik Dolar AS...
Daya Tarik Dolar AS Meredup, Ternyata Ini Sebabnya
Amerika Serikat Darurat...
Amerika Serikat Darurat Ekonomi, Berdampak ke Indonesia?
Berita Terkini
Respons Purbaya soal...
Respons Purbaya soal Tren Sell Indonesia: Kita Tak Sedang Menuju Seperti 1998 Lagi
2 jam yang lalu
MNC Sekuritas & KSPM...
MNC Sekuritas & KSPM GI Universitas Pelita Bangsa Gelar Seminar Pasar Modal
3 jam yang lalu
Ukir Sejarah, BPS-PT...
Ukir Sejarah, BPS-PT Pos Indonesia Luncurkan Sampul Peringatan Edisi Khusus Sensus Ekonomi 2026
4 jam yang lalu
K-SIGN KKP di Rote Ndao...
K-SIGN KKP di Rote Ndao NTT, RI Bersiap Swasembada Garam Industri
6 jam yang lalu
Diserbu 3.800 Pengunjung,...
Diserbu 3.800 Pengunjung, PINDEX 2026 Disambut Antusias
6 jam yang lalu
Purbaya Desak Seluruh...
Purbaya Desak Seluruh Transaksi di Pelabuhan Pakai Rupiah: Kalau Ada Dolar, Saya Hajar!
6 jam yang lalu
Infografis
AS Kerahkan 15.000 Prajurit...
AS Kerahkan 15.000 Prajurit dan 100 Jet Tempur Amankan Selat Hormuz
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved