Indonesia dan Asia Timur Harus Ciptakan Lingkungan Ekonomi Global

Rabu, 10 Oktober 2018 - 23:07 WIB
Indonesia dan Asia Timur...
Indonesia dan Asia Timur Harus Ciptakan Lingkungan Ekonomi Global
A A A
JAKARTA - Pada 10 tahun terakhir, pertumbuhan ekonomi wilayah Asia Timur telah menjadi mesin pertumbuhan global. Pertumbuhan ekonomi di Asia Timur tercatat tumbuh dua kali lebih cepat dari wilayah kawasan Asia lainnya atau bahkan tiga kali lebih cepat dari Amerika Latin dan Asia Selatan.

"Potensi kawasan Asia Timur masih sangat besar dan tujuannya untuk mengangkat status menjadi high income country masih sangat kuat juga," ujar Menteri Keuangan Sri Mulyani dalam siaran pers yang diterima di Jakarta, Rabu (10/10/2018).

Walaupun pertumbuhan ekonomi di Asia Timur berkembang dengan sangat baik, tetapi akan selalu ada tantangan yang harus dihadapi untuk mampu mengangkat status kawasan ini menjadi negara maju. Selain tantangan mengatasi kemiskinan, perubahan iklim, serta pembangunan infrastruktur, tantangan lainnya yang harus dihadapi adalah penyeimbangan kembali ekonomi China.

Penyeimbangan kembali ekonomi China, sebutnya, tidak hanya akan berdampak kepada ekonomi global tetapi juga Asia Timur karena kontribusinya terhadap pertumbuhan ekonomi sangat signifikan. Satu hal lagi, yaitu tantangan perkembangan teknologi.

Beberapa strategi yang dapat digunakan disampaikan oleh Menkeu adalah kemampuan untuk memanfaatkan globalisasi dan teknologi. Bersama-sama Asia Timur harus mampu menyampaikan aspirasi untuk menciptakan lingkungan ekonomi global yang baik.

Tidak hanya itu, para pembuat kebijakan juga harus mempromosikan pembangunan sosial yang inklusif. Ini dilakukan untuk memastikan bahwa tidak ada yang tertinggal dan dapat menikmati pertumbuhan ekonomi secara merata.

"Kemajuan teknologi harus dapat dioptimalkan untuk meningkatkan inklusivitas dan juga partisipasi perempuan di dunia kerja juga harus ditingkatkan," tutur Sri Mulyani.

Di Indonesia, kemajuan teknologi telah dimanfaatkan oleh Go-Jek. Sebuah platform yang dikembangkan oleh seorang anak muda telah mampu membuat para pengemudi ojek mendapatkan penghasilan yang lebih baik.

"Saya harap forum ini, kita dapat bertukar ide yang dapat menjaga pertumbuhan ekonomi yang sudah sangat luar biasa. Tantangan di masa depan akan membutuhkan berbagai inovasi strategi kebijakan," pungkasnya.
(ven)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Jauh dari Resesi, Aktivitas...
Jauh dari Resesi, Aktivitas Ekonomi Indonesia Kuat dan Membaik
Indonesia Dipastikan...
Indonesia Dipastikan Masuk ke Dalam Jurang Resesi Ekonomi
China Conference: Southeast...
China Conference: Southeast Asia 2026 Perkuat Peran Indonesia Jadi Pusat Ekonomi Regional
Ekonomi China Pulih,...
Ekonomi China Pulih, Tumbuh 4,9 Persen Kuartal III 2020
Pertumbuhan Ekonomi...
Pertumbuhan Ekonomi Digital Indonesia
Ekonomi Indonesia Tumbuh...
Ekonomi Indonesia Tumbuh 5,03 Persen pada 2024
Berita Terkini
Dasco Bahas Tata Kelola...
Dasco Bahas Tata Kelola PT DSI Bersama Bahlil dan Kepala BP BUMN: Ada Beberapa Perlu Diperjelas
1 jam yang lalu
Dipakai Bayar Utang...
Dipakai Bayar Utang dan Jaga Rupiah, Cadangan Devisa Mei 2026 Ambles ke USD144,9 Miliar
2 jam yang lalu
NHM Terima Penghargaan...
NHM Terima Penghargaan atas Kontribusi Aktif dalam Perlindungan Lingkungan
2 jam yang lalu
Harga Emas Dibuka Naik...
Harga Emas Dibuka Naik Rp5 Ribu ke Rp2.743.000 per Gram, Intip Rinciannya
3 jam yang lalu
Marketplace kian Sesak,...
Marketplace kian Sesak, Momentum Baru bagi Pertumbuhan Bisnis Mandiri
3 jam yang lalu
IHSG Hari Ini Dibuka...
IHSG Hari Ini Dibuka Makin Terkapar di Posisi 5.486, Ada 515 Saham Melemah
4 jam yang lalu
Infografis
3 Senjata Canggih Iran...
3 Senjata Canggih Iran yang Ciptakan Mimpi Buruk bagi AS dan Israel
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved