Impor Aluminium Foil Melonjak, KPPI Lakukan Penyelidikan

Kamis, 11 Oktober 2018 - 15:22 WIB
Impor Aluminium Foil...
Impor Aluminium Foil Melonjak, KPPI Lakukan Penyelidikan
A A A
JAKARTA - Pada tanggal 9 Oktober 2018 Komite Pengamanan Perdagangan Indonesia (KPPI) mengumumkan dimulainya penyelidikan tindakan pengamanan perdagangan (safeguards) atas lonjakan volume impor barang aluminium foil.

Penyelidikan tersebut didasarkan atas permohonan yang disampaikan oleh Asosiasi Produsen Aluminium Extrusi serta Aluminium Plate, Sheet & Foil (APRALEX Sh & F) atas nama industri dalam negeri penghasil barang aluminium foil pada tanggal 3 Oktober 2018 lalu.

"Dari bukti awal permohonan yang diajukan, KPPI menemukan adanya lonjakan volume impor barang aluminium foil. Selain itu, terdapat indikasi awal mengenai kerugian serius atau ancaman kerugian serius yang dialami oleh industri dalam negeri akibat dari lonjakan volume impor tersebut," ujar Ketua KPPI Mardjoko dalam keterangan resmi, Kamis (11/10/2018).

Kerugian serius atau ancaman kerugian serius tersebut terlihat dari beberapa indikator kinerja industri dalam negeri pada periode tiga tahun terakhir (2015-2017). Indikator tersebut antara lain kerugian finansial secara terus menerus akibat menurunnya volume produksi dan penjualan domestik, meningkatnya persediaan akhir atau jumlah barang yang tidak terjual, menurunnya produktivitas dan kapasitas terpakai, berkurangnya jumlah tenaga kerja, serta menurunnya pangsa pasar industri dalam negeri di pasar domestik.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik dalam tiga tahun terakhir (2015-2017), volume impor barang aluminium foil terus meningkat dengan tren sebesar 23%. Pada tahun 2015 impor barang aluminium foil tercatat sebesar 25.189 ton, kemudian pada tahun 2016 naik 25% menjadi sebesar 31.404 ton, dan pada tahun 2017 naik 21% menjadi sebesar 37.998 ton.

Negara asal impor barang aluminium foil antara lain dari China, Korea Selatan, dan Jepang. Volume impor barang aluminium foil Indonesia terbesar berasal dari China, dengan pangsa impor pada tahun 2015 sebesar 81,57%, kemudian tahun 2016 meningkat menjadi sebesar 83,43%, dan pada tahun 2017 meningkat menjadi sebesar 85,84%.

Sementara itu, tarif Bea masuk impor (MFN) barang aluminium foil untuk HS. 7607.11.00 dan 7607.19.00 masingmasing sebesar 20% dan 10%. Dengan adanya perjanjian ASEAN-China Free Trade Agreement (ACFTA), ASEAN-Korea Free Trade Agreement (AK-FTA), dan Indonesia-Japan Economic Partnership Agreement (IJEPA) tarif bea masuk preferensial untuk komoditas ini sebesar 0 persen berlaku dan tahun 2017-2022.

"Hal ini menjadi salah satu penyebab melonjaknya jumlah impor aluminium foil yang menyebabkan kerugian serius atau ancaman kerugian serius industri dalam negeri," pungkas Mardjoko.
(fjo)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Impor Tirai Diselidiki...
Impor Tirai Diselidiki KPPI, Ancaman Serius?
Tegas! Lindungi Industri...
Tegas! Lindungi Industri Baja dari Impor, KKPI Perpanjang Safeguard
Pabrik Pembuatan Alumunium...
Pabrik Pembuatan Alumunium Foil di Bogor Terbakar Hebat
Kebakaran Dahsyat Hanguskan...
Kebakaran Dahsyat Hanguskan Pabrik Alumunium Foil di Bogor, 20 Mobil Damkar Dikerahkan
Masih Ada Kepulan Asap,...
Masih Ada Kepulan Asap, Petugas Damkar Siaga di Pabrik Alumunium Foil yang Terbakar di Bogor
Indef Bingung, Strategi...
Indef Bingung, Strategi Perdagangan Indonesia Berorientasi Ekspor atau Impor?
Berita Terkini
Panda Bond Laris Manis,...
Panda Bond Laris Manis, Indonesia Raup Rp18,47 Triliun
1 jam yang lalu
Trump Berlakukan Tarif...
Trump Berlakukan Tarif Impor Baru secara Global, Indonesia Kena 10%
1 jam yang lalu
Hari Anak Nasional,...
Hari Anak Nasional, Jasa Raharja Ajak Generasi Muda Jadi Pelopor Keselamatan
9 jam yang lalu
Gonjang-ganjing Sektor...
Gonjang-ganjing Sektor Energi, Singapura Rombak Kabinet Besar-besaran
10 jam yang lalu
Di Balik Penghargaan...
Di Balik Penghargaan CCEPC Indonesia, Gao Hai Komitmen Bangun Kemitraan Jangka Panjang
11 jam yang lalu
Pertamina Trans Kontinental...
Pertamina Trans Kontinental Ajak Siswa Lestarikan Ekosistem Laut
11 jam yang lalu
Infografis
Balas Dendam ke AS,...
Balas Dendam ke AS, China Naikkan Tarif Impor Jadi 125%
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved