Efek Brexit, 5.000 Pekerja Bakal Eksodus dari Inggris

Kamis, 11 Oktober 2018 - 15:34 WIB
Efek Brexit, 5.000 Pekerja...
Efek Brexit, 5.000 Pekerja Bakal Eksodus dari Inggris
A A A
Pemerintah Inggris memperkirakan ribuan pekerja di sektor jasa keuangan bakal pindah ke Uni Eropa (UE) pada saat Inggris keluar dari blok tersebut. Sementara Menteri Ekonomi Inggris John Glen mengatakan, bahwa situasinya stabil sejauh ini terkait pergerakan ketenagakerjaan.

Namun seperti dilansir BBC, Ia mengaku sepakat dengan perkiraan Bank of England bahwa kurang lebih ada sekitar 5.000 pekerja yang bakal hengkang dari Inggris pada bulan Maret. Glem menambahkan, bakal melakukan semua yang dia bisa untuk memastikan bahwa Kota London tetap menjadi pusat keuangan Eropa.

"Satu-satunya tujuan saya, dalam hal ini memastikan kelanjutan sebanyak mungkin nilai ekonomi yang dapat dihasilkan oleh London. Kami belum leihat pergerakan besar dari institusi besar ke kota-kota lain di Uni Eropa," jelasnya kepada komite di House of Lords.

Sedangkan terkait dengan kemungkinan negosiasi Brexit yang tidak akan berujung kepada kesepakatan. Glen menerangkan, tidak mempunyai bola kristal untuk bisa meramal apa yang akan terjadi. Ia juga mengaku sepenuhnya berharap bahwa Inggris dan UE akan menyetujui kesepakatan untuk memperkenalkan prosesi transisi dari Maret.

Glen juga menambahkan, Departemen Keuangan belum menghitung berapa banyak pajak dari lembaga jasa keuangan yang akan hilang setelah proses negosiasi Brexit rampung. "Sangat tidak mungkin dengan begitu banyak asumsi untuk melakukan perhitungan dengan tepat. Ada berbagai sektor yang berbeda dan begitu banyak masalah, tapi pasti kita akan berusaha untuk mewujudkan kesepakatan," katanya.

Tercatat sektor keuangan Inggris menghasilkan lebih dari 70 miliar pounds untuk pendapatan pajak, dimana Uni Eropa merupakan pasar ekspor tunggal terbesarnya. Lebih lanjut, Glen mengungkapkan pemerintah sedang fokus pada upaya mengamankan perjanjian bilateral dengan Uni Eropa demi peraturan baru yang menguntungkan kedua pihak.

Kesetaraan mengacu pada pemberian akses pasar Uni Eropa kepada bank-bank asing dan asuransi, jika aturan mereka cukup selaras dengan yang berlaku di blok tersebut. "Kami tidak dapat mengalami situasi di mana ada politisasi kesetaraan dan lembaga keuangan kami akan rentan," terang Glen.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Respon Blokade Kerang,...
Respon Blokade Kerang, Inggris Dilaporkan akan Deklarasikan 'Perang Air' Terhadap UE
10 Tahun Brexit, Mayoritas...
10 Tahun Brexit, Mayoritas Rakyat Inggris Menyesal!
Uni Eropa Tolak Terapkan...
Uni Eropa Tolak Terapkan Sanksi Ekonomi untuk Turki
Harga Energi Selangit...
Harga Energi Selangit Bisa Membunuh Ekonomi Uni Eropa
Uni Eropa Fokus Pemulihan...
Uni Eropa Fokus Pemulihan Ekonomi Pasca-Pandemi
Inggris Pisah dari UE,...
Inggris Pisah dari UE, Antara Optimisme dan Pesimisme
Berita Terkini
Setelah 24 Tahun Vakum,...
Setelah 24 Tahun Vakum, Sumur LLA-5 PHE ONWJ Hasilkan Minyak 780 Barel per Hari
21 menit yang lalu
Pulihkan Harapan, Brantas...
Pulihkan Harapan, Brantas Abipraya Bersama PU Hadir dalam Penanganan Pascabencana di Sumatera
23 menit yang lalu
Hadirkan Teknologi Smart...
Hadirkan Teknologi Smart Ecosystem Compactplus, Produksi Lokal Berstandar Internasional
33 menit yang lalu
Purbaya dan Said Iqbal...
Purbaya dan Said Iqbal Mau Makan Siang Bareng Besok, Ada Apa?
34 menit yang lalu
Kinerja BUMN Menguat,...
Kinerja BUMN Menguat, Muncul Motor Pertumbuhan Baru
47 menit yang lalu
Euforia Pesta Bola Dunia...
Euforia Pesta Bola Dunia Menular ke Aset Kripto, Trade for Glory 2026 Digelar
1 jam yang lalu
Infografis
7 Perang Besar di Selat...
7 Perang Besar di Selat Malaka, dari Jalur Rempah hingga Medan Tempur Kekuatan Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved