Rupiah Bertahan Menguat Hingga Sesi Akhir Saat Dolar Bergerak Merayap

Jum'at, 12 Oktober 2018 - 17:33 WIB
Rupiah Bertahan Menguat...
Rupiah Bertahan Menguat Hingga Sesi Akhir Saat Dolar Bergerak Merayap
A A A
JAKARTA - Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (USD) pada akhir sesi perdagangan, Jumat (12/10/2018) sedikit terkoreksi, namun masih bertahan dalam tren penguatan untuk menjadi sinyal perbaikan. Mata uang Garuda yang berbalik melawan mengiringi pergerakan dolar yang cenderung merayap naik usai sempat tertekan sebelumnya.

Data Yahoo Finance menunjukkan rupiah di sesi perdagangan sore masih membaik usai bertengger di level Rp15.200/USD, meski tak terlalu besar dibandingkan sebelumnya Rp15.230/USD. Rupiah sepanjang hari ini bergerak pada level Rp15.175 hingga Rp15.200/USD .

Sementara, data SINDOnews bersumber dari Limas, rupiah sore ini sedikit terkoreksi namun masih menjaga tren perbaikan dengan berada pada level Rp15.220/USD. Posisi tersebut memperlihatkan rupiah terus melaju positif dibanding penutupan kemarin Rp15.245/USD.

Menurut data Bloomberg di akhir perdagangan, rupiah menguat menjadi Rp15.197/USD. Posisi tersebut perkasa dari kemarin Rp15.235/USD dengan pergerakan harian rupiah pada hari ini berada di kisaran Rp15.187-Rp15.218/USD.

Berdasarkan kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) BI, rupiah tertahan pada jalur pemulihan di level Rp15.194/USD. Posisi ini memperlihatkan rupiah berbalik melawan USD dibandingkan posisi perdagangan sebelumnya Rp15.253/USD.

Di sisi lain seperti dilansir Reuters, Dolar merayap naik pada perdagangan Jumat untuk mencerminkan kokohnya kepercayaan investor terhadap perekonomian AS, meskipun ada kritikan oleh Presiden Donald Trump kepada Federal Reserve dan penjualan di ekuitas AS. Penurunan saham belum menyebar ke pasar valuta asing, dengan mata uang negara-negara berkembang masih menguat dan yen Jepang berada di posisi aman.

Indeks dolar yang mengukur ukuran nilainya terhadap enam mata uang utama, diperdagangkan datar di 95 pada hari Jumat, atau turun dari level tertinggi bulanan 96,15 pada hari Selasa. Sedangkan euro mencapai posisi tertinggi mingguan di level 1,1611 usai risalah pertemuan Bank Sentral Eropa terakhir menetapkan nada positif.

Yen Jepang, yang kerap menjadi mata uang pilihan pada saat gejolak pasar, diperdagangkan pada posisi 112,34 dalam perdagangan Jumat. Penguatan kembali kembali terlihat pada Yen menjadi 111,83 saat melawan dolar atau tertinggi sejak 18 September. Dolar Australia berada di level 0,7122 terhadap USD atau pulih dari posisi terendah dua tahun 0,7039 di awal pekan.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Nilai Tukar Rupiah Melemah
Nilai Tukar Rupiah Melemah
Balik Arah, Rupiah Menguat...
Balik Arah, Rupiah Menguat Tipis ke Rp16.251 Sore Ini
Rupiah Tertekan Meski...
Rupiah Tertekan Meski Indeks Dolar AS Melemah
Nilai Tukar Rupiah Melemah...
Nilai Tukar Rupiah Melemah ke Level Rp15.036
Rupiah Punya Peluang...
Rupiah Punya Peluang Saat Penguatan Dollar AS Tertahan di Tengah Sikap Wait and See
Rupiah Tengah Pekan...
Rupiah Tengah Pekan Dibuka Loyo ke Rp14.853/USD Iringi Kejatuhan Pounds
Berita Terkini
Damessa Perluas Layanan...
Damessa Perluas Layanan lewat Cabang Baru di Cileungsi
12 menit yang lalu
SIG Sulap 60 Ton Sampah...
SIG Sulap 60 Ton Sampah Kelapa Jadi Pakan Ternak, Peternak di Aceh Hemat 60%
56 menit yang lalu
Kemenko PM Gelar Global...
Kemenko PM Gelar Global Talent Day, Buka Akses Kerja ke Jepang-Jerman
1 jam yang lalu
Selamatkan Petani, Peran...
Selamatkan Petani, Peran DSI dalam Tata Niaga Sawit Disebut Perlu Evaluasi Ulang
1 jam yang lalu
Purbaya Santai Tanggapi...
Purbaya Santai Tanggapi Risiko Pencucian Uang di Patriot Bond: Bisa Dipakai Bangun Ekonomi
1 jam yang lalu
Purbaya Buka Suara Soal...
Purbaya Buka Suara Soal Penolakan Rencana Tambah Layer Cukai Rokok
3 jam yang lalu
Infografis
7 Perang Besar di Selat...
7 Perang Besar di Selat Malaka, dari Jalur Rempah hingga Medan Tempur Kekuatan Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved