Game Of Thrones Jadi Cara Jokowi Sebutkan Ekonomi Dunia Rusak

Sabtu, 13 Oktober 2018 - 11:34 WIB
Game Of Thrones Jadi...
Game Of Thrones Jadi Cara Jokowi Sebutkan Ekonomi Dunia Rusak
A A A
JAKARTA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengibaratkan ekonomi global seperti cerita dalam serial televisi 'Game Of Thrones' yang tengah populer. Film kategori kolosal itu mengisahkan sebuah persaingan untuk mengambil alih kemenangan. Jokowi menyampaikan hal tersebut saat membuka rapat pleno pertemuan tahunan IMF-Bank Dunia 2018 di Bali.

(Baca Juga: Tim Jokowi-Ma'ruf Sebut RI Untung Besar dari Pertemuan IMF-Bank Dunia )
Wakil Ketua Tim Kampanye Nasional (TKN) pasangan Jokowi-KH. Ma'ruf Amin, Abdul Kadir Karding menyebut, apa yang disampaikan Jokowi merupakan perumpamaan dari perebutan singgasana keluarga besar kerajaan, namun lupa ada pihak luar keluarga kerajaan yang ikut bersaing. "Nah itu sebenarnya gambaran dari pak Jokowi bahwa itu yang terjadi hari ini," ungkap Karding di Rumah Cemara, Menteng, Jakarta, Jumat (12/10/2018).

Menurut Karding, pesan yang disampaikan Jokowi dalam pidatonya adalah bahwa antar negara sibuk berantem yang membuat pasar ekonomi dunia rusak, sementara negara-negara besar lupa dengan kewajiban ekosistem untuk memperbaiki perubahan iklim.

Menurutnya, perubahan iklim itu terlihat dengan gejala topan yang terus terjadi di Amerika, di belahan Eropa, dan kemudian di Jepang dan Filipina berdasarkan kajian ilmiah. "Yang kedua plastik yang banyak terbuang di laut itu mencemari makanan kita dan itu bahaya bagi masa depan bangsa-bangsa dunia, warga dunia," ujarnya.

Maka itu, Presiden Jokowi mengajak kepada pemimpin dunia agar tak sibuk untuk bertengkar dan mencari keuntungan sendiri. Sebaliknya, antar negara maju, dan negara berkembang kembali ke paradigma awal untuk membangun kolaborasi. "Itu sebenarnya maksudnya (pidato Jokowi) di situ," ucap Politikus PKB itu.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Hadiri Annual Leaders...
Hadiri Annual Leaders Meeting 2023, Jokowi Tiba di Sydney
Perkuat Strategi Bisnis...
Perkuat Strategi Bisnis Asuransi, MDRT Gelar Annual Meeting Virtual 2021
Jokowi Bertemu Presiden...
Jokowi Bertemu Presiden World Bank hingga Managing Director IMF di Istana
Tingkatkan Kualitas...
Tingkatkan Kualitas SDM, Bappenas Gelar Puncak Acara SUN Annual Meeting 2021
Annual Meeting ISI 2025,...
Annual Meeting ISI 2025, Dirlantas Polda Kalsel Paparkan Strategi Tangani Kecelakaan
Seumuran dan Sama-sama...
Seumuran dan Sama-sama Pemberi Pinjaman, Ini Perbedaan IMF dan Bank Dunia
Berita Terkini
Implementasi PP TUNAS...
Implementasi PP TUNAS Harus Bisa Jaga Daya Saing Generasi Muda di Ekonomi Digital
4 jam yang lalu
Bank Sentral China Borong...
Bank Sentral China Borong Emas 19 Bulan Berturut-turut, Ada Apa?
4 jam yang lalu
BKI dan ASDP Perkuat...
BKI dan ASDP Perkuat Sinergi Keselamatan Kerja Melalui Audit SMK3
4 jam yang lalu
Silmy Karim Dicopot...
Silmy Karim Dicopot dari Komisaris Telkom usai Tersangka KPK
4 jam yang lalu
DPR Ingatkan Potensi...
DPR Ingatkan Potensi Moral Hazard Penambahan Layer Rokok Ilegal
4 jam yang lalu
Merger BUMN Karya Mundur...
Merger BUMN Karya Mundur ke Kuartal IV-2026, BP BUMN Ungkap Alasannya
5 jam yang lalu
Infografis
Jokowi Sampaikan Permintaan...
Jokowi Sampaikan Permintaan Maaf selama Jadi Presiden
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved