BI: Pemerintah Fokus Jaga Pertumbuhan Ekonomi dan Inflasi

Senin, 22 Oktober 2018 - 23:34 WIB
BI: Pemerintah Fokus...
BI: Pemerintah Fokus Jaga Pertumbuhan Ekonomi dan Inflasi
A A A
PANGKALPINANG - Bank Indonesia (BI) Kantor Perwakilan Provinsi Kep. Bangka Belitung (Babel) tengah menyoroti fokus perhatian pemerintah saat ini yaitu pertumbuhan ekonomi dan inflasi. Kepala Bank Indonesia Perwakilan Babel Tantan Heroika mengatakan, pemerintah kini tengah berfokus pada indikator perekonomian, dan inflasi. Sekaligus bagaimana strategi penguatan ekonomi secara makro dan perbankan di Indonesia.

"Jadi ada dua indikator ekonomi yang menjadi fokus pemerintah yakni pertumbuhan ekonomi dan inflasi," ujar Kepala Bank Indonesia Perwakilan Babel, Tantan Heroika dalam acara silahturahmi dan diskusi perkembangan kondisi ekonomi di ruang Hutan Pelawan Bank Indonesia, Senin, (22/10/2018).

Dia menjelaskan kedua faktor tersebut menjadi pusat perhatian pemerintah Indonesia. Pasalnya, inflasi dibentuk pasti ada pasokan yang kurang, tapi tentunya harus dijaga adalah inflasi pada koridor yang sudah disepakati.

"Dengan asumsi-asumsi pertumbuhan ekonomi kita dapat menjaga pada kisaran 3,5%. Jadi kalau ada kenaikan inflasi ya otomatis dari sisi daya beli harus bisa ditingkatkan," tuturnya.

Tantan juga berharap hal yang sama akan berlaku juga di Babel dengan melihat perkembangan inflasi setiap tahunnya, bukan melihat setiap bulannya. "Kemarin kita mengalami deflasi, tapi secara keseluruhan pada September kemarin inflasi kita itu ada pada angka 1,8% sampai dengan September 2018 itu dalam year to date (perhitungan tahun kalender)," terangnya.

Sebab lanjutnya pada Januari, Februari, Maret, April, Mei, Juni, Juli, Agustus, September itu ada inflasi, deflasi, inflasi, deflasi dan itu angkanya 1,8%. Artinya kita ada di bulan-bulan terakhir biasanya inflasi akan naik apalagi di Desember, demand (permintaan) tinggi, transportasi tinggi, dan lainnya.

"Kita harapkan kenaikannya itu tetap pada kisaran 1,8% ditambah berapa persen, jadi masuk pada range 2,5-4,5%. Kita perkirakan masuk pada range tersebut dan tentunya berkolaborasi dengan Bank Indonesia, Satgas Pangan, dan beberapa instansi terkait," pungkas Tantan.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
KSP: Ekonomi Indonesia...
KSP: Ekonomi Indonesia Tumbuh 5,44% Berkat Inflasi Terkendali
Inflasi Terkendali,...
Inflasi Terkendali, Rupiah Stabil: Pemerintah Jaga Kepercayaan Investor
Proyeksi Pertumbuhan...
Proyeksi Pertumbuhan Ekonomi RI Kembali Dipangkas
BI Proyeksikan Ekonomi...
BI Proyeksikan Ekonomi RI Tumbuh 4,7 Persen hingga 5,5 Persen di 2025
Di Tengah Ancaman Inflasi,...
Di Tengah Ancaman Inflasi, BI Ungkap Ada Mukjizat buat Indonesia
Menjaga Tren Pertumbuhan...
Menjaga Tren Pertumbuhan Ekonomi
Berita Terkini
Bahas Efisiensi Anggaran...
Bahas Efisiensi Anggaran MBG, Purbaya dan Kepala BGN Baru Bakal Bertemu Minggu Depan
12 menit yang lalu
Bagaimana Public Listing...
Bagaimana Public Listing Mengubah Perusahaan Crypto?
1 jam yang lalu
Inflasi Kembali Muncul,...
Inflasi Kembali Muncul, Penting bagi Trader Mengamati Rilis CPI Berikutnya
1 jam yang lalu
Uang Beredar Tumbuh...
Uang Beredar Tumbuh 8,7%, Per Juni 2026 Tembus Rp10.432,8 Triliun
1 jam yang lalu
Pajak Ekonomi Digital...
Pajak Ekonomi Digital per Juni 2026 Capai Rp54,71 Triliun, Kripto Sumbang Rp2,09 T
2 jam yang lalu
Mengapa Didimax Menjadi...
Mengapa Didimax Menjadi Pilihan Banyak Trader? Ternyata ini Alasannya
2 jam yang lalu
Infografis
Sensus Ekonomi 2026:...
Sensus Ekonomi 2026: Data untuk Memperkuat UMKM dan Meningkatkan Kesejahteraan Masyarakat
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved