Laju Rupiah Diprediksi Lanjutkan Tren Positif
Jum'at, 02 November 2018 - 09:10 WIB
Laju Rupiah Diprediksi Lanjutkan Tren Positif
A
A
A
JAKARTA - Kenaikan nilai tukar rupiah yang terjadi diharapkan masih bertahan sehingga dapat membuka ruang sebagai awal dari tren kenaikan. Adanya penguatan EUR yang mampu mengimbangi apresiasi dolar Amerika Serikat (USD) seiring dengan sentimen internal di Uni Eropa cukup memberikan sentimen positif bagi terapresiasinya rupiah.
"Masih adanya sejumlah sentimen positif, selain daripada inflasi diharapkan dapat membantu penguatan rupiah. Tetap mencermati dan mewaspadai berbagai sentimen yang dapat membuat rupiah kembali melemah," ujar Analis Senior CSA Research Institute Reza Priyambada di Jakarta, Jumat (2/11/2018).
Diperkirakan rupiah akan bergerak di kisaran Rp15.130-Rp15.100/USD. Sementara, laju rupiah kemarin mampu mengalami kenaikan. Bahkan kenaikan tersebut di atas perkiraan sebelumnya. Rilis inflasi bulan Oktober yang dianggap masih rendah sehingga memberikan sentimen positif pada rupiah.
"Selain itu, sentimen dari disepakatinya Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2019 dengan defisit fiskal disetujui di bawah 2% yang dibarengi dengan penurunan imbal hasil dan adanya peluncuran implementasi Domestic Non-Deliverable Forward (DNDF) oleh BI yang diharapkan menahan gejolak rupiah memberikan sentimen positif tambahan pada rupiah," pungkasnya.
Sebelumnya, kurs rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (USD) pada akhir perdagangan, Kamis (1/11) kemarin ditutup melesat untuk mencoba menjauhi level Rp15.100/USD. Tren pemulihan mata uang Indonesia terjadi saat euro mencetak rebound seiring sentimen positif yang datang dari negosiasi Brexit.
"Masih adanya sejumlah sentimen positif, selain daripada inflasi diharapkan dapat membantu penguatan rupiah. Tetap mencermati dan mewaspadai berbagai sentimen yang dapat membuat rupiah kembali melemah," ujar Analis Senior CSA Research Institute Reza Priyambada di Jakarta, Jumat (2/11/2018).
Diperkirakan rupiah akan bergerak di kisaran Rp15.130-Rp15.100/USD. Sementara, laju rupiah kemarin mampu mengalami kenaikan. Bahkan kenaikan tersebut di atas perkiraan sebelumnya. Rilis inflasi bulan Oktober yang dianggap masih rendah sehingga memberikan sentimen positif pada rupiah.
"Selain itu, sentimen dari disepakatinya Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2019 dengan defisit fiskal disetujui di bawah 2% yang dibarengi dengan penurunan imbal hasil dan adanya peluncuran implementasi Domestic Non-Deliverable Forward (DNDF) oleh BI yang diharapkan menahan gejolak rupiah memberikan sentimen positif tambahan pada rupiah," pungkasnya.
Sebelumnya, kurs rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (USD) pada akhir perdagangan, Kamis (1/11) kemarin ditutup melesat untuk mencoba menjauhi level Rp15.100/USD. Tren pemulihan mata uang Indonesia terjadi saat euro mencetak rebound seiring sentimen positif yang datang dari negosiasi Brexit.
(akr)