Pemerintah Didorong Terus Perkuat Fundamental Ekonomi

Selasa, 06 November 2018 - 11:36 WIB
Pemerintah Didorong...
Pemerintah Didorong Terus Perkuat Fundamental Ekonomi
A A A
JAKARTA - Center of Reform on Economics (CORE) Indonesia menyarankan agar pemerintah fokus mendorong penguatan fundamental ekonomi. Dengan begitu, perekonomian diharapkan lebih tahan terhadap gejolak eksternal.

Direktur Eksekutif CORE Indonesia Hendri Saparini mencontohkan pelemahan rupiah yang disebut pemerintah sebagai akibat krisis global terkait perang dagang AS-China. Pelemahan rupiah tersebut kemudian berpengaruh terhadap perekonomian nasional. Sementara, kata dia, perlu dilihat bahwa beberapa negara yang juga terdampak faktor krisis eksternal itu saat ini sudah mulai bangkit.

"Seperti India, Vietnam, Thailand dan beberapa negara lain, mereka bisa memanfaatkan krisis ini, sehingga pertumbuhan ekonominya naik di atas 6%. Indonesia semestinya harus melakukan hal itu,” ujarnya di Jakarta, Selasa (6/11/2018).

Hendri menjelaskan, pendapatan Indonesia salah satunya dari ekspor. Sayangnya, 65% ekspor Indonesia berupa barang mentah, sehingga yang menentukan harga adalah pasar global.

"Padahal, kalau ekspornya sudah dalam bentuk barang jadi, kita bisa menjual barang dengan menyesuaikan dengan nilai produksi," katanya.

Selain itu, Hendri menegaskan, Presiden Joko Widodo (Jokowi) perlu menyinergikan tim ekononimya, sehingga terjalin koordinasi yang jelas. Diharapkan juga agar pemerintah cepat memulihkan stabilitas ekonomi supaya Indonesia mampu bersaing di pasar global.

"Jangan sampai terjadi kebijakan ekonomi yang tidak perpihak kepada masyarakat," pungkasnya.

Hendri menilai, demokrasi ekonomi di Indonesia saat ini belum terbentuk dengan baik. Hal menimbulkan itu kesenjangan ekonomi baik di perkotaan maupun pedesaan. "Demokrasi ekonomi itu harus ada," tegasnya.

Hendri mebcontohkan, pemerintah berkewajiban menyediakan lapangan pekerjaan. Itu berarti pemerintah wajib menyediakan pekerjaan yang layak, tanpa melihat strata pendidikan. Pemerintah, kata dia, berkewajiban menyediakan pekerjaan yang sesuai dengan seluruh tingkat pendidikan yang ada di masyarakat.

"Jangan sampai ada lowongan pekerjaan SMP kemudian diberikan kepada lulusan SD. Saya rasa bagi masyarakat yang memiliki pendidikan SD juga masih punya potensi dalam meningkatkan perekonomiannya," tegas dia.
(fjo)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Menjaga Tren Pertumbuhan...
Menjaga Tren Pertumbuhan Ekonomi
Pertumbuhan Ekonomi...
Pertumbuhan Ekonomi Digital Indonesia
Dorong Industri Event...
Dorong Industri Event untuk Pertumbuhan Ekonomi Nasional
Pertumbuhan Ekonomi...
Pertumbuhan Ekonomi Digital
Akselerasi Pertumbuhan...
Akselerasi Pertumbuhan dalam Ekonomi Nasional
Ekonomi Digital Mesin...
Ekonomi Digital Mesin Pertumbuhan Ekonomi Nasional ke Depan
Berita Terkini
Perkuat Daya Saing Industri...
Perkuat Daya Saing Industri Wellness dan Beauty Nasional Mendunia, BRI Dukung BWB Expo 2026 di Bali
47 menit yang lalu
Menkeu Purbaya Tegaskan...
Menkeu Purbaya Tegaskan Fiskal Bukan Tumbal Agar Ekonomi RI Tumbuh Cepat
1 jam yang lalu
Bunga Mulai 1,75%! BRI...
Bunga Mulai 1,75%! BRI KPR Hadirkan Solusi Paling Ringan untuk Miliki Rumah Impian
2 jam yang lalu
Danantara Bantah Isu...
Danantara Bantah Isu Pemilik Tabungan Rp3 Miliar Wajib Beli Patriot Bond
2 jam yang lalu
Pertamina Akselerasi...
Pertamina Akselerasi Transisi Energi Melalui Program Dekarbonisasi dan Bisnis Rendah Karbon
2 jam yang lalu
IFG Life Beri Proteksi...
IFG Life Beri Proteksi 10 Ribu Pelari di Ajang Yellow Run 2026
2 jam yang lalu
Infografis
8 Kebijakan Baru Pemerintah...
8 Kebijakan Baru Pemerintah Hadapi Tekanan Global! WFH hingga MBG
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved