Impor Baja Makin Deras, Ratusan Perusahaan Dikhawatirkan Tumbang

Jum'at, 09 November 2018 - 19:09 WIB
Impor Baja Makin Deras,...
Impor Baja Makin Deras, Ratusan Perusahaan Dikhawatirkan Tumbang
A A A
JAKARTA - The Indonesian Iron and Steel Industry Association (IISIA) menyatakan, mengalirnya impor baja bisa berakibat ke industri nasional. Dampaknya bisnis ratusan perusahaan pun dikhawatirkan bisa tumbang.

Ketua IISIA Silmy Karim mengatakan, banyaknya produk baja impor sebagai bentuk ketidakadilan. Sehingga, industri tahun depan kalau tidak ada langkah konkrit itu akan bangkrut. "Bisa banyak yang tumbang di hilir baja. Saat ini, banyak sekali yang sudah tidak produksi karena impor masuk secara deras," ujarnya di Jakarta, Jumat (9/11/2018).

Silmy merincikan, anggota IISIA saat ini telah mencapai 193 perusahaan. Mulai dari industri hulu dan hilir masuk di asosiasi dengan berbagai macam cluster. Sementara, lanjut Silmy, kalau pabrik baja sampai mati maka mengembalikannya butuh waktu tahunan.

Karena itu, IISIA mengapresiasi langkah yang dilakukan SKK Migas terkait penggunaan baja dalam kegiatan usaha hulu migas. "Sampai 5 tahun. Saya harap ada kebijakan-kebijakan seperti ini," terang dia.

Kendati demikian, market share hulu migas bagi industri besi dan baja disebutkan Silmy masih kecil presentasenya. Paling banyak di sektor konstruksi dan otomotif. "Migas di bawah 20% lebih kurang. Main di kualitas dan harga yang baik," tutur Silmy.

Dia menambahkan, nota kesepahaman yang ditandatangani dengan SKK Migas ini belum menjamin bisa di bawah harga. Sebab, tidak cukup dengan SKK Migas saja, juga harus dengan yang lain. "Setidaknya sudah dikunci juga di dalam negeri. Kalau murah, tapi tidak adil caranya ya tidak adil, kan ada harga acuan dunia kenapa bisa murah," pungkasnya.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Baja Nasional, Mutu...
Baja Nasional, Mutu Global: Krakatau Steel Bidik Kepercayaan Pasar
Raker Penyelamatan Industri...
Raker Penyelamatan Industri Baja Nasional Ditunda
Perlu Strategi Perkuat...
Perlu Strategi Perkuat Industri Baja Nasional Disaat Pandemi COVID-19
Sikap Tegas Pemerintah...
Sikap Tegas Pemerintah Ditunggu Soal Banjir Baja Impor
Tanpa Perlindungan Pemerintah,...
Tanpa Perlindungan Pemerintah, 100 Ribu Tenaga Kerja Industri Baja Terancam PHK
Kondisi Industri Baja...
Kondisi Industri Baja Nasional: Banjir Produk Luar atau Ketergantungan Impor?
Berita Terkini
Pertamina EP Cepu Catat...
Pertamina EP Cepu Catat Kinerja Positif, Siap Percepat Transisi Energi
13 menit yang lalu
Penyaluran Pindar Tembus...
Penyaluran Pindar Tembus Rp1.388 Triliun, 40% Mengalir ke UMKM
27 menit yang lalu
Harga Emas Antam Hari...
Harga Emas Antam Hari Ini Naik Tipis, Segram Jadi Rp2,71 Juta
1 jam yang lalu
Free Float Sentuh 25,7%,...
Free Float Sentuh 25,7%, Saham TPIA Kian Menarik Investor Global
1 jam yang lalu
Bank Dunia Beri Peringatan...
Bank Dunia Beri Peringatan Keras usai Rupiah Terpuruk ke Rp18.000
2 jam yang lalu
Inovasi Petrokimia Gresik...
Inovasi Petrokimia Gresik Ciptakan Nilai Tambah Rp154 Miliar
2 jam yang lalu
Infografis
Terdeteksi, Fenomena...
Terdeteksi, Fenomena Alam Pemicu Ratusan Gempa Bumi per-Hari
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved