Ini Empat Sektor Pilihan Investasi Tahun Depan
Minggu, 18 November 2018 - 15:30 WIB
Ini Empat Sektor Pilihan Investasi Tahun Depan
A
A
A
SOLO - Ada empat sektor ekonomi yang dinilai bisa menjadi pilihan investasi pada tahun depan. Keempatnya adalah properti, stasiun pengisian bahan bakar, rumah sakit dan e-commerce.
Pengamat ekonomi Budi Hikmat mengatakan, seiring program pembangunan infrastruktur, khususnya infrastruktur jalan tol jadi maka sektor-sektor usaha ini akan diuntungkan. Investor pun menurutnya bakal tertarik menanamkan uangnya di sektor-sektor tersebut.
"Sektor properti seperti hotel, bisa dibayangkan juga gas station, bangun rumah sakit. Itulah yang dibutuhkan pemerintah, lumayan banyak yang bisa dilakukan," ujarnya di Solo, kemarin.
Untuk e-commerce, lanjut Budi, kesiapan lokal untuk memasok pasar e-commerce yang kini masih dipenuhi barang impor memang jadi sorotan. "Inflasi memang turun dengan adanya e-commerce, tapi tidak mengarah ke produksi," tuturnya.
Namun, Budi yakin ke depan e-commerce bisa menjadi andalan bisnis masyarakat dalam negeri. Pasalnya, e-commerce bisa mempertemukan produsen dan konsumen dengan tidak banyak perantara. "Saya tidak pesimistis dengan Indonesia. Bisa cuan, tidak terlalu tinggi, tapi tetap bagus," pungkasnya.
Pengamat ekonomi Budi Hikmat mengatakan, seiring program pembangunan infrastruktur, khususnya infrastruktur jalan tol jadi maka sektor-sektor usaha ini akan diuntungkan. Investor pun menurutnya bakal tertarik menanamkan uangnya di sektor-sektor tersebut.
"Sektor properti seperti hotel, bisa dibayangkan juga gas station, bangun rumah sakit. Itulah yang dibutuhkan pemerintah, lumayan banyak yang bisa dilakukan," ujarnya di Solo, kemarin.
Untuk e-commerce, lanjut Budi, kesiapan lokal untuk memasok pasar e-commerce yang kini masih dipenuhi barang impor memang jadi sorotan. "Inflasi memang turun dengan adanya e-commerce, tapi tidak mengarah ke produksi," tuturnya.
Namun, Budi yakin ke depan e-commerce bisa menjadi andalan bisnis masyarakat dalam negeri. Pasalnya, e-commerce bisa mempertemukan produsen dan konsumen dengan tidak banyak perantara. "Saya tidak pesimistis dengan Indonesia. Bisa cuan, tidak terlalu tinggi, tapi tetap bagus," pungkasnya.
(fjo)
Lihat Juga :