Harga Minyak Dunia Menyusut di Tengah Prospek Suram Ekonomi Global

Selasa, 20 November 2018 - 10:42 WIB
Harga Minyak Dunia Menyusut...
Harga Minyak Dunia Menyusut di Tengah Prospek Suram Ekonomi Global
A A A
SINGAPURA - Harga minyak mentah dunia pada perdagangan, Selasa (20/11/2018) menyusut ketika ekspektasi pemotongan pasokan yang dipimpin Organisasi Negara-negara Pengekspor Minyak Dunia (OPEC) belum mampu mendorong pasar. Hal ini lantaran dilawan oleh prospek curam ekonomi global serta lonjakan produksi Amerika Serikat (AS).

Seperti dilansir Reuters hari ini, harga minyak mentah berjangka AS yakni West Texas Intermediate (WTI) diperdagangkan ke posisi USD57,14 per barel per barel pada pukul 02.50 GMT atau 6 sen di bawah dari sesi terakhir. Sedangkan harga minyak mentah berjangka Brent yang menjadi patokan Internasional berada di level USD66,75 per barel atau turun 4 sen dari penutupan sebelumnya.

OPEC disebutkan bakal terus mendorong pengurangan pasokan, mulai dari 1 juta hingga 1,4 juta barel per hari (bpd). Hal tersebut di tengah ekspektasi pasar yang meluas terhadap perlambatan ekonomi. "Kami mengharapkan OPEC untuk menyetujui pemotongan pasokan pada pertemuan resmi berikutnya pada 6 Desember," kata bank Prancis BNP Paribas.

Oleh karena itu pihak bank mengatakan, diharapkan kesepakatan bisa mendorong Brent untuk pulih menjadi USD80 per barel sebelum akhir tahun. "Pada 2019, kami memperkirakan WTI rata-rata ada di kisaran USD69 per barel dan Brent USD76 per barel," kata BNP.

Badan Energi Internasional (IEA), yang mewakili minat konsumen minyak, pada hari Senin memperingatkan OPEC dan produsen lain dari "implikasi negatif" dari pemotongan pasokan, dengan banyak analis khawatir bahwa lonjakan harga minyak mentah dapat mengikis konsumsi. Harga minyak mentah sendiri stabil hampir seperempat di bawah posisi puncak belum lama ini di awal Oktober.

Hal tersebut karena terbebani oleh lonjakan pasokan dan perlambatan pertumbuhan permintaan. Salah satu alasannya yakni bahwa Washington telah memberikan banyak kelonggaran atas sanksi terbesar bagi pelanggan Iran yang untuk saat ini, memungkinkan mereka untuk melanjutkan impor minyak. Dengan menggunakan pembebasan ini, Jepang dan Korea Selatan keduanya ingin melanjutkan impor minyak Iran mulai Januari.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Stok Seret Bikin Harga...
Stok Seret Bikin Harga Minyak Mentah Dunia Terkerek Naik
Amerika Buka Pembatasan,...
Amerika Buka Pembatasan, Harga Minyak Akan Terus Naik
Harga Minyak Ambrol...
Harga Minyak Ambrol 9% dalam Sepekan, Minggu Depan Gimana?
Harga Minyak Mentah...
Harga Minyak Mentah Dunia Melayang Dekati Posisi USD70 Per Barel
OPEC Bakal Jaga Harga...
OPEC Bakal Jaga Harga Minyak Mentah Dunia di Posisi USD70 per Barel
Tumbuh 173%, Komoditas...
Tumbuh 173%, Komoditas Minyak Mentah Jadi Primadona di 2021
Berita Terkini
Pelemahan Emas Antam...
Pelemahan Emas Antam Berlanjut ke Rp2.6 Juta per Gram, Ini Daftar Lengkapnya
32 menit yang lalu
Grab For Business Luncurkan...
Grab For Business Luncurkan Corporate Dine Out, Jamuan Makan Kantor Bebas Reimburse
3 jam yang lalu
Saingan Selat Malaka!...
Saingan Selat Malaka! Thailand Nekat Hidupkan Megaproyek Rp535 Triliun
3 jam yang lalu
Ekonom Soroti Data Positif...
Ekonom Soroti Data Positif Fiskal dan Investasi, Narasi Sell Indonesia Dinilai Keliru
4 jam yang lalu
Mandatori B50 Buka Peluang...
Mandatori B50 Buka Peluang Swasembada Energi dan Jadikan Indonesia Pionir Energi Bersih
14 jam yang lalu
Bitcoin Melemah Usai...
Bitcoin Melemah Usai FOMC, Indodax Ingatkan Manajemen Risiko
14 jam yang lalu
Infografis
5 Negara Produsen Jet...
5 Negara Produsen Jet Tempur Terbesar di Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved