Januari-Oktober, Neraca Perdagangan Jatim Defisit USD4,02 Miliar

Selasa, 20 November 2018 - 12:13 WIB
Januari-Oktober, Neraca...
Januari-Oktober, Neraca Perdagangan Jatim Defisit USD4,02 Miliar
A A A
SURABAYA - Neraca perdagangan Jawa Timur (Jatim) sepanjang periode Januari hingga Oktober 2018 tercatat defisit sebesar USD4,02 miliar. Rinciannya, sektor nonmigas defisit USD1,13 miliar dan sektor migas defisit USD2,89 miliar. Untuk bulan Oktober saja, Jatim mengalami defisit perdagangan USD302,25 juta.

Di bulan Oktober, impor naik 17,78% dibanding September dengan rincian dari USD1,996 miliar menjadi USD2,35 miliar. Peningkatan ditunjukkan oleh kinerja impor komoditas nonmigas maupun impor migas yang sama-sama melonjak.

Impor migas naik 9,72% dari USD455,27 juta menjadi USD 499,53 juta. Sementara impor migas menyumbang 21,25% dari total impor Oktober. Selanjutnya impor nonmigas naik 20,17 persen dibanding bulan sebelumnya, dari USD 1.540,41 juta menjadi USD1.851,08 juta. “Impor nonmigas menyumbang 78,75 persen total impor Oktober 2018,” kata Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Jatim, Teguh Pramono, Selasa (20/11/2018).

Tercatat impor nonmigas terbesar selama periode Januari sampai dengan Oktober 2018 masih didominasi dari negara Tiongkok dengan nilai sebesar USD4,71 miliar atau berkontribusi 27,34% dari total impor. Disusul Amerika Serikat sebesar USD1,21 miliar atau 7,05% dan berikutnya dari Singapura sebesar USD965,02 juta atau dengan kontribusi sebesar 5,60%.

Di bulan Oktober, impor dari Tiongkok mencapai USD501,15 juta, diikuti impor dari Thailand sebesar USD132,89 juta serta dari Amerika Serikat sebesar USD121,13 juta. “Tiongkok tercatat sebagai negara terbesar asal impor Jatim di bulan Oktober. Baik diantara negara-negara Asia maupun dunia dengan kontribusi 27,07%,” terang Teguh.

Negara ASEAN masih menjadi salah satu pemasok utama barang komoditi nonmigas ke Jatim selama Oktober 2018, yaitu mencapai USD292,91 juta atau naik 25,19% dibanding bulan sebelumnya. Di kawasan ASEAN, Thailand menjadi negara utama dengan kontribusi 7,18% dari total impor ke Jatim. Nilai impornya sebesar USD132,89 juta, disusul Singapura sebesar USD58,76 juta serta dari Malaysia USD57,90 juta.

Secara kumulatif, selama periode Januari-Oktober 2018, impor nonmigas dari negara ASEAN sebesar USD3,02 milia atau 17,53% dari total impor. “Singapura menjadi negara asal utama dengan nilai impor nonmigas mencapai USD965,02 juta atau 5,60%,” tandas Teguh.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Selama Februari 2021,...
Selama Februari 2021, Ekspor Jawa Timur Naik 11,05%
Krisis Ekonomi China...
Krisis Ekonomi China Pengaruhi Ekspor Impor Dalam Negeri
Selama Agustus 2020,...
Selama Agustus 2020, Impor Jawa Timur Naik Sebesar 14,37%
China Mendominasi Impor...
China Mendominasi Impor Jawa Timur
Januari - Oktober 2020,...
Januari - Oktober 2020, China Dominasi Impor di Jawa Timur
Impor Jawa Timur Selama...
Impor Jawa Timur Selama Januari 2021 Turun 13,72 Persen
Berita Terkini
Diplomasi Sawit Perlu...
Diplomasi Sawit Perlu Diperkuat untuk Jaga Daya Saing Ekspor
8 jam yang lalu
Perang AS-Iran Kian...
Perang AS-Iran Kian Sengit, ASEAN Wanti-wanti Krisis Pangan dan Energi
9 jam yang lalu
Garudafood Resmikan...
Garudafood Resmikan Rumah Maggot di Depok, Kelola 100 Ton Sampah Organik Jadi Nilai Ekonomi
9 jam yang lalu
MNC Sekuritas Dukung...
MNC Sekuritas Dukung MNC University dalam Seminar 'Crafting Your Career and Wealth in The Web3 Era'
9 jam yang lalu
Pertamina Patra Niaga...
Pertamina Patra Niaga Regional JBB Manfaatkan Tenaga Surya Tingkatkan Ekonomi Masyarakat
9 jam yang lalu
Bea Cukai Tak Jadi Dibubarkan...
Bea Cukai Tak Jadi Dibubarkan Prabowo, Ini Alasannya
9 jam yang lalu
Infografis
Trade Misinvoicing dan...
Trade Misinvoicing dan Upaya Penguatan Integritas Perdagangan Indonesia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved