Bursa Saham China Ambruk Melewati 2%, IHSG Ditutup Menguat ke 6.000

Jum'at, 23 November 2018 - 16:45 WIB
Bursa Saham China Ambruk...
Bursa Saham China Ambruk Melewati 2%, IHSG Ditutup Menguat ke 6.000
A A A
JAKARTA - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan, Jumat (23/11/2018) ditutup berbalik menguat kembali ke level 6.000 setelah sempat tergelincir pada sesi siang tadi. Hingga perdagangan sore, IHSG ditutup menguat dengan tambahan 15.39 poin atau 0.26% menjadi 6.006,20.

IHSG pada perdagangan sesi I siang tadi tergelincir usai kehilangan 3,62 poin atau 0,06% ke level 5.987,19 setelah pagi tadi dibuka pada posisi 6.002,38 dengan penguatan 11,570 poin atau setara 0,193%. Sedangkan kemarin merayap tipis sebesar 42,76 poin atau 0,72% ke level 5.990,81.

Sektor saham dalam negeri hingga perdagangan sore hampir semuanya berada di zona hijau dipimpin kenaikan tertinggi sektor industri dasar sebesar 1,62% diikuti industri manufaktur yang menanjak 1,60%. Di sisi lain sektor dengan pelemahan terdalam menimpa properti yang jatuh 0,61%.

Adapun nilai transaksi pada bursa Indonesia sore ini tercatat sebesar Rp6,06 triliun dengan 9,09 miliar saham diperdagangkan dan transaksi bersih asing minus Rp139,43 miliar dengan aksi jual asing sebesar Rp1,82 triliun dan aksi beli asing mencapai Rp1,68 triliun. Tercatat sebesar 200 saham menguat, 219 melemah dan 126 stagnan.

Beberapa saham yang menguat di antaranya PT Gudang Garam Tbk. (GGRM) naik Rp300 menjadi Rp80.500, PT Pelayaran Tamarin Samudra Tbk. (TAMU) bertambah Rp300 menjadi Rp2.900 dan PT Prodia Widyahusada Tbk. (PRDA) melonjak Rp155 ke posisi Rp2.150.

Saham-saham dengan pelemahan yakni PT Astra International Tbk. (ASII) turun Rp50 menjadi Rp8.400, PT Waran Seri I Barito Pacific Tbk. (BRPT-W) jatuh Rp64 menjadi Rp304 serta PT Asahimas Flat Glass Tbk. (AMFG) lebih rendah Rp60 menjadi Rp4.290.

Di sisi lain pasar saham China turun lebih dari 2% ketika pasar saham Asia tergelincir di tengah pelemahan harga minyak mentah. Terpelesetnya pasar saham Asia pada hari Jumat, lantaran investor tetap waspada ketika ketegangan antara Amerika Serikat (AS) versus China terus meningkat.

Ditambah ketidakpastian seputar negosiasi perceraian Inggris dengan Uni Eropa, menjadi sentimen negatif bagi pasar saham. Indeks daratan China menjadi salah satu yang mengalami kejatuhan terbesar di kawasan ini dalam hal persentase penurunan.

Terpantau, Komposit Shanghai ambruk hingga 2,49% menjadi 2.579,48 hingga perdagangan sesi sore untuk mengiringi penyusutan komposit Shenzhen mencapai 3,657% ke level 1.335,15. Sedangkan indeks Hang Seng di Hong Kong kehilangan 0,35% yang setara dengan 91,73 poin dan terparkir di level 25.927,68.

Pelemahan juga terlihat pada indeks Kospi, Korea Selatan yang mengalami kemerosotan 0,6% hingga ditutup menjadi 2.057,48 terseret saham industri raksasa seperti Samsung Electronics tergelincir 0,12%. Berbanding terbalik indeks patokan Australia, ASX 200 ditutup lebih tinggi 0,44% pada posisi 5.716,2.

Raihan positif di tengah keuntungan yang dicetak subindex keuangan sebesar 1,08%. Saham-saham sektor pertambangan justru mengalami tekanan di antara Rio Tinto turun 0,31% dan BHP jatuh 0,72%. Sedangkan indeks Nikkei Jepang ditutup karena libur nasional.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Temuan Vaksin Covid-19...
Temuan Vaksin Covid-19 Jadi Sentimen Positif, IHSG Berpotensi Reli
IHSG Diprediksi Melemah...
IHSG Diprediksi Melemah dalam Jangka Pendek
Pagi Menghijau, IHSG...
Pagi Menghijau, IHSG Sore Ditutup Anjlok 1,05 Persen ke 5.105
Bisa Tembus Level 6.000...
Bisa Tembus Level 6.000 di Akhir Tahun, IHSG Menuju Fase Skenario Terbaik
Koleksi 5 Saham Ini...
Koleksi 5 Saham Ini Saat IHSG Masih Akan Meroket
Ekspor November Tertinggi...
Ekspor November Tertinggi Sejak 2018, Data BPS: Tembus USD15,28 Miliar
Berita Terkini
PT DSI Jadi Perantara...
PT DSI Jadi Perantara Tunggal Ekspor 3 Komoditas, Dony Oskaria: Hingga 31 Desember 2026
24 menit yang lalu
Dasco Bahas Tata Kelola...
Dasco Bahas Tata Kelola PT DSI Bersama Bahlil dan Kepala BP BUMN: Ada Beberapa Perlu Diperjelas
1 jam yang lalu
Dipakai Bayar Utang...
Dipakai Bayar Utang dan Jaga Rupiah, Cadangan Devisa Mei 2026 Ambles ke USD144,9 Miliar
3 jam yang lalu
NHM Terima Penghargaan...
NHM Terima Penghargaan atas Kontribusi Aktif dalam Perlindungan Lingkungan
3 jam yang lalu
Harga Emas Dibuka Naik...
Harga Emas Dibuka Naik Rp5 Ribu ke Rp2.743.000 per Gram, Intip Rinciannya
4 jam yang lalu
Marketplace kian Sesak,...
Marketplace kian Sesak, Momentum Baru bagi Pertumbuhan Bisnis Mandiri
4 jam yang lalu
Infografis
Apa Itu Dilema Malaka?...
Apa Itu Dilema Malaka? Strategi AS Cekik Minyak China, Berpotensi Seret Indonesia dalam Konflik
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved