Data Kemiskinan Kerap Jadi Gorengan Politik, Ini Kata Kepala BPS

Sabtu, 24 November 2018 - 13:05 WIB
Data Kemiskinan Kerap...
Data Kemiskinan Kerap Jadi Gorengan Politik, Ini Kata Kepala BPS
A A A
JAKARTA - Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Suhariyanto angkat bicara mengenai data dan angka kemiskinan Indonesia keluaran BPS yang kerap dijadikan gorengan politik jelang pemilihan umum (Pemilu). Bahkan, beberapa pihak sampai meragukan data yang dikeluarkan oleh lembaga statistik negara tersebut.

Dia mengatakan, pernyataan yang dikeluarkan oleh tim dari dua pasangan calon presiden dan wakil presiden (paslon) seharusnya berdasarkan data yang valid dan lebih menyentuh substansif. Bukan justru pernyataan kosong dan menggiring opini negatif dari publik.

"Kita jelaskan berulang bahwa ketika ada capaian kita bilang capaian. Tapi kedepan saya pinginlah diskusi disana itu didasarkan pada data yang valid dan lebih menyentuh pada substansi. Tidak pada statement yang isinya kosong tapi menggiring ke hal yang menurut saya kurang produktif," katanya di sela Workshop Peningkatan Wawasan Statistik Kepada Media di Sentul, Bogor, Sabtu (24/11/2018).

Pria yang akrab disapa Kecuk ini menjelaskan, BPS menghitung angka kemiskinan sejak 1976. Metodologinya pun tidak berubah dan mengacu pada arahan Internasional. "Tidak hanya dilakukan di Indonesia, tapi juga Thailand dan Vietnam. Semua mengacu pada kebutuhan dasar," imbuh dia.

Jelang tahun politik, tambah Kecuk, menjadi hal yang wajar berbagai data dipandang dari sudut pandang yang berbeda-beda. Namun, dia memastikan bahwa BPS tetap independen dan tidak memihak ke salah satu paslon.

"Yang jadi goreng-gorengan itu garis kemiskinan yang sekitar 380. Itu kan per kapita. Tapi kalau menghitung garis kemiskinan dikali jumlah anggota rumah tangga, tinggi sebenarnya. Garis kemiskinannya DKI hampir 3 juta. Di NTT bahkan lebih tinggi dari Jogja. Ya karena tahun politik cara menyampaikannya dari sudut pandang yang berbeda. Tapi BPS melihatnya tetap objektif," tandasnya.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Angka Kemiskinan dan...
Angka Kemiskinan dan Pengangguran di Natuna Naik, Ini Penyebabnya
BPS: Angka Kemiskinan...
BPS: Angka Kemiskinan Sulsel Turun pada September 2021
BPS Catat Inflasi November...
BPS Catat Inflasi November Sebesar 0,38 persen
Ini Lho Penyebab Makin...
Ini Lho Penyebab Makin Banyak Orang Fakir di Indonesia
25,22 Juta Orang Indonesia...
25,22 Juta Orang Indonesia Masih Miskin per Maret 2024, Tersebar di 20 Provinsi
Angka Kemiskinan di...
Angka Kemiskinan di Kabupaten Sinjai Turun
Berita Terkini
Respons Purbaya soal...
Respons Purbaya soal Tren Sell Indonesia: Kita Tak Sedang Menuju Seperti 1998 Lagi
10 menit yang lalu
MNC Sekuritas & KSPM...
MNC Sekuritas & KSPM GI Universitas Pelita Bangsa Gelar Seminar Pasar Modal
40 menit yang lalu
Ukir Sejarah, BPS-PT...
Ukir Sejarah, BPS-PT Pos Indonesia Luncurkan Sampul Peringatan Edisi Khusus Sensus Ekonomi 2026
1 jam yang lalu
K-SIGN KKP di Rote Ndao...
K-SIGN KKP di Rote Ndao NTT, RI Bersiap Swasembada Garam Industri
3 jam yang lalu
Diserbu 3.800 Pengunjung,...
Diserbu 3.800 Pengunjung, PINDEX 2026 Disambut Antusias
3 jam yang lalu
Purbaya Desak Seluruh...
Purbaya Desak Seluruh Transaksi di Pelabuhan Pakai Rupiah: Kalau Ada Dolar, Saya Hajar!
3 jam yang lalu
Infografis
Virus Hanta Merebak!...
Virus Hanta Merebak! Ini 5 Gejalanya yang Perlu Diwaspadai
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved