Kendati Masih tertekan, Harga Minyak Mentah Mulai Stabil

Senin, 26 November 2018 - 10:52 WIB
Kendati Masih tertekan,...
Kendati Masih tertekan, Harga Minyak Mentah Mulai Stabil
A A A
SINGAPURA - Harga minyak mentah pada perdagangan di awal pekan ini mulai stabil setelah sebelumnya terjun hampir 8% pada pekan lalu. Namun, emas hitam tersebut tetap di bawah tekanan, di mana harga minyak mentah Brent tercatat masih di bawah USD60 per barel di tengah fundamental yang lemah dan pasar finansial yang kesulitan.

Minyak mentah Brent berjangka bulan depan berada di angka USD59,23 per barel, naik USD43 sen, atau 0,7% dari penutupan terakhirnya. Sementara minyak mentah berjangka West Texas Intermediate (WTI) AS, naik USD11 sen, atau 0,2% ke USD50,53 per barel. Kenaikan itu tidak banyak menebus aksi jual yang terjadi Jumat (23/11) lalu.
Analis keuangan independen yang berbasis di Australia Greg McKenna mengatakan, telah terjadi kemerosotan sungguhan dalam pasar minyak mentah.
Tekanan ke bawah berasal dari melonjaknya pasokan dan perlambatan pertumbuhan permintaan yang diperkirakan akan menghasilkan kelebihan pasokan minyak pada 2019. Pasar minyak juga dipengaruhi oleh pelemahan di pasar keuangan yang lebih luas.

"Tahun 2018 dengan jelas menandai akhir dari penguatan pasar kredit Asia selama 10 tahun terakhir akibat pengetatan kondisi keuangan di Asia (terutama China), dan kami berharap ini tetap terjadi pada 2019," ungkap Morgan Stanley seperti dikutip Reuters, Senin (26/11/2018).

Pasar minyak juga terbebani oleh penguatan dolar AS. Dolar menguat terhadap sebagian besar mata uang lainnya tahun ini, berkat kenaikan suku bunga yang telah menarik investor keluar dari mata uang lain dan juga aset seperti minyak yang dinilai lebih berisiko.

Di sisi lain, perang dagang antara Amerika dan China telah memunculkan risiko lain untuk perdagangan global dan pertumbuhan ekonomi secara keseluruhan.

"Konflik perdagangan AS-Cina menimbulkan risiko penurunan karena kami memperkirakan AS akan memberlakukan tarif 25% pada semua impor China pada kuartal pertama 2019," ungkap JP Morgan dalam sebuah catatan yang diterbitkan akhir pekan lalu.
(fjo)
Berita Terkait
Stok Seret Bikin Harga...
Stok Seret Bikin Harga Minyak Mentah Dunia Terkerek Naik
Amerika Buka Pembatasan,...
Amerika Buka Pembatasan, Harga Minyak Akan Terus Naik
Harga Minyak Mentah...
Harga Minyak Mentah Dunia Melayang Dekati Posisi USD70 Per Barel
Harga Minyak Ambrol...
Harga Minyak Ambrol 9% dalam Sepekan, Minggu Depan Gimana?
Harga Minyak Mentah...
Harga Minyak Mentah Turun Saat Badai Musim Dingin Bekukan Kilang AS
Tumbuh 173%, Komoditas...
Tumbuh 173%, Komoditas Minyak Mentah Jadi Primadona di 2021
Berita Terkini
20 Negara Penyumbang...
20 Negara Penyumbang Terbesar Defisit Perdagangan AS Tahun 2024, Indonesia Urutan Berapa?
3 jam yang lalu
Kena Tarif Impor 32%,...
Kena Tarif Impor 32%, Indonesia Terus Berkomunikasi Intensif dan Melobi Amerika Serikat
5 jam yang lalu
5 Ruas Tol Trans Sumatera...
5 Ruas Tol Trans Sumatera Digratiskan Selama Arus Balik 2025, Cek Daftarnya
5 jam yang lalu
Tarif Trump 32 Persen...
Tarif Trump 32 Persen Ancam Ekspor Indonesia, Ini Langkah Mitigasi Pemerintah
6 jam yang lalu
Kena Tarif Impor Trump...
Kena Tarif Impor Trump 32 Persen, Indonesia Butuh Gebrakan
6 jam yang lalu
Trump Tampar RI dengan...
Trump Tampar RI dengan Tarif Impor 32%, Sektor Industri Ini Bakal Telan Pil Pahit
7 jam yang lalu
Infografis
Ketakutan Resesi AS,...
Ketakutan Resesi AS, Harga Emas ke Rekor Sepanjang Masa
Copyright ©2025 SINDOnews.com All Rights Reserved