20 Negara Penyumbang Terbesar Defisit Perdagangan AS Tahun 2024, Indonesia Urutan Berapa?
Kamis, 03 April 2025 - 23:40 WIB
loading...
Pada 2024, Amerika Serikat mengalami defisit perdagangan sekitar USD918 miliar atau setara Rp15.184 triliun yang merupakan angka terbesar kedua sejak 1960. Foto/Dok
A
A
A
JAKARTA - Pada tahun 2024, Amerika Serikat (AS) mengalami defisit perdagangan sekitar USD918 miliar atau setara Rp15.184 triliun (dengan kurs Rp16.541 per USD). Defisit perdagangan AS telah meningkat sejak tahun 2009, hingga mencapai puncaknya pada tahun 2022.
Sementara itu pada tahun 2023 menandai tahun ketika defisit perdagangan AS menurun dari tahun sebelumnya. Namun pada akhir 2024, Defisit perdagangan Amerika Serikat (AS) melebar tajam.
Data dari Departemen Perdagangan AS mencatat, defisit perdagangan barang dan jasa pada Desember 2024 tumbuh hampir 25% dari bulan sebelumnya menjadi USD98,4 miliar. Sementara itu defisit setahun penuh adalah sebesar USD918,4 miliar, yang merupakan angka terbesar kedua sejak 1960.
Baca Juga: Daftar 75 Negara yang Kena Tarif Impor Trump: Indonesia 32%, Vietnam 46%
Ketimpangan antara ekspor dan impor membuat Donald Trump yang menjalani masa jabatan kedua sebagai Presiden AS menerapkan tarif impor untuk memacu produksi dalam negeri, meningkatkan keamanan nasional, dan menyesuaikan diri dengan kebijakan perdagangan yang dianggap tidak adil.
Sementara itu pada tahun 2023 menandai tahun ketika defisit perdagangan AS menurun dari tahun sebelumnya. Namun pada akhir 2024, Defisit perdagangan Amerika Serikat (AS) melebar tajam.
Data dari Departemen Perdagangan AS mencatat, defisit perdagangan barang dan jasa pada Desember 2024 tumbuh hampir 25% dari bulan sebelumnya menjadi USD98,4 miliar. Sementara itu defisit setahun penuh adalah sebesar USD918,4 miliar, yang merupakan angka terbesar kedua sejak 1960.
Baca Juga: Daftar 75 Negara yang Kena Tarif Impor Trump: Indonesia 32%, Vietnam 46%
Ketimpangan antara ekspor dan impor membuat Donald Trump yang menjalani masa jabatan kedua sebagai Presiden AS menerapkan tarif impor untuk memacu produksi dalam negeri, meningkatkan keamanan nasional, dan menyesuaikan diri dengan kebijakan perdagangan yang dianggap tidak adil.
Lihat Juga :