Ingin Cepat Respons Perubahan, Jokowi Ingin Aturan Diminimalkan

Selasa, 27 November 2018 - 14:11 WIB
Ingin Cepat Respons...
Ingin Cepat Respons Perubahan, Jokowi Ingin Aturan Diminimalkan
A A A
JAKARTA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyatakan bahwa saat ini dunia menghadapi perubahan yang begitu cepat. Jika Indonesia tak cepat merespons perubahan tersebut, maka negara ini akan tertinggal dengan negara lain.

Sayangnya, kata Jokowi, aturan dan proses birokrasi yang berbelit terkadang membuat Indonesia sulit mengejar ketertinggalan dengan negara lain. Setiap pemerintah ingin merespons suatu perubahan, kata dia, kerap kali terbentur oleh aturan yang ada.

"Sedih sekarang saya, ingin cepat, tapi 'pak hati-hati undang-undangnya enggak boleh, peraturan daerahnya enggak boleh'. Ya ini semuanya enggak boleh, tapi bagaimana kita mau lari cepat? Inilah problem yang kita hadapi," katanya dalam Pertemuan Tahunan Bank Indonesia 2018 di JCC, Jakarta, Selasa (27/11/2018).

Oleh sebab itu, mantan Gubernur DKI Jakarta ini berpikir untuk membuat pemerintahan yang tak dibebani terlabu banyak aturan. Hal ini berkaca pada banyaknya perusahaan yang berjalan hampir tanpa aturan di dalamnya.

"Kalau bapak-ibu lihat sekarang sudah banyak yang namanya company almost without rules. Saya juga ingin government almost without rules. Gubernur, bupati, walikota, jangan banyak memproduksi perda. Jangan banyak memproduksi undang-undang yang menjerat kita sendiri, yang tidak fleksibel menghadapi perubahan yang ada," tegas dia.

Karena bagi Jokowi, di masa mendatang bukanlah negara besar mengalahkan negara kecil. Melainkan negara yang tercepat akan mengalahkan negara yang lambat dan tertinggal.

"Dan kembali lagi, ke depan bukan negara kuat yang akan mengalahkan negara yang lemah, bukan negara besar mengalahkan negara yang kecil, tapi negara cepat akan mengalahkan yang lambat," tandasnya.(Catatan: Berita ini sebelumnya berjudul: "Ingin Cepat, Jokowi Mau Pemerintahan Tanpa Aturan". Revisi dilakukan atas imbauan Dewan Pers untuk meluruskan penjudulan sehingga lebih akurat dan tidak menimbulkan salah penafsiran)
(fjo)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Momentum ketika Jokowi...
Momentum ketika Jokowi Bertemu Joko Widodo
Gunakan Aplikasi Baru...
Gunakan Aplikasi Baru saat Ratas, Jokowi: Sudah Dengar? Tes, Tes, Tes
1 Jam Pertemuan Dubes...
1 Jam Pertemuan Dubes Belanda dengan Jokowi, Ini yang Dibicarakan
Ketika Ketum MUI Panggil...
Ketika Ketum MUI Panggil Jokowi Insinyur Haji Muhammad Joko Widodo
Banjir Ucapan Selamat...
Banjir Ucapan Selamat Ultah, Jokowi: Saya Hanya Bisa Mengucap Syukur
Puluhan Tahun Impor...
Puluhan Tahun Impor Mesin, Jokowi: Jangan Cuma Beli Jadi, Akuisisi Teknologinya!
Berita Terkini
IHSG dan Rupiah Tertekan,...
IHSG dan Rupiah Tertekan, Pasar Uji Kredibilitas Sistem Keuangan Indonesia
19 menit yang lalu
Redam Sentimen Sell...
Redam Sentimen 'Sell Indonesia', Ini Saran dari Ekonom
55 menit yang lalu
Soroti Pelemahan Rupiah,...
Soroti Pelemahan Rupiah, BADKO HMI Jatim Dorong Evaluasi Kebijakan Moneter
1 jam yang lalu
Kanda Dukung Afi Trending...
'Kanda Dukung Afi' Trending Global Jelang Pemilihan Ketum Hipmi
2 jam yang lalu
Heboh Sell Indonesia...
Heboh 'Sell Indonesia' saat Rupiah-IHSG Terpuruk, Muncul Sosok Lama Bikin Kepercayaan Runtuh
2 jam yang lalu
Raih Predikat Tertinggi...
Raih Predikat Tertinggi IRCA Dua Kali Berturut-turut, GDPS Tegaskan Budaya Kepatuhan
3 jam yang lalu
Infografis
3 Syarat Iran di Selat...
3 Syarat Iran di Selat Hormuz: Aturan Ketat untuk Kapal yang Melintas
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved