Kubis Indonesia Menjangkau Dunia

Selasa, 27 November 2018 - 16:04 WIB
Kubis Indonesia Menjangkau...
Kubis Indonesia Menjangkau Dunia
A A A
JAKARTA - Indonesia memiliki beragam komoditas hortikultura. Dari ratusan jenis komoditas tersebut, hanya puluhan yang memiliki nilai ekonomis tinggi, salah satunya kubis.

Meski memiliki potensi ekonomi yang luar biasa, kubis sering dipandang sebelah mata. Kubis sering dikonotasikan bernilai gizi rendah. Beberapa orang berpantang memakannya, dan kadang dituduh sebagai penyebab asam lambung. Kubis sudah sangat akrab dengan ibu-ibu rumah tangga karena masakan seperti sop, gado-gado, soto, pecel lele, somai dan sebagainya menggunakan kubis.

Kubis biasa ditanam di daerah dataran tinggi. Namun saat ini juga sudah berkembang kubis di dataran menengah-rendah. Ada dua jenis kubis yang biasa diproduksi oleh petani yaitu kubis daun dan bunga kol atau brokoli.

Menurut catatan BPS, rata-rata ekspor kubis Indonesia per tahun dalam kurun waktu 2013-2017 mencapai 4.500 ton per tahun. Pada periode Januari-Agustus 2018 mencapai 24.600 ton, naik dari periode yang sama tahun 2017 sebanyak 22.100 ton. Kubis bahkan mencatatkan diri sebagai komoditas sayuran yang paling banyak diekspor dibanding jenis sayuran lain seperti jagung manis, bawang merah, selada dan sebagainya.

"Tak tanggung-tanggung, kubis Indonesia mampu menembus pasar luar negeri seperti Jepang, Malaysia, Taiwan, Singapura hingga Uni Emirat Arabm" ujar Direktur Sayuran dan Tanaman Obat Ditjen Hortikultura, Prihasto Setyanto di Jakarta (27/11/2018).

Produksi kubis rata-rata per tahun selama 5 tahun terakhir mencapai 1.463.126 ton. Pada tahun2017 lalu mencapai 1.442.624 ton setahun dan menjadikan Indonesia sebagai salah satu produsen terbesar di dunia.

"Kelebihan kubis Indonesia, selain harganya relatif murah juga mampu dipasok secara kontinyu dari sentra-sentra utama seperti Sumatera Utara, Jawa Barat, Jawa Tengah, JawaTimur dan daerah penghasil kubis lainnya," imbuh Prihasto.

Kementerian Pertanian akan fokus pada perbaikan kualitas kubis Indonesia melalui gerakan budidaya ramah lingkungan.

Nandang, Ketua Gapoktan Hataki Kecamatan Pasir Jambu Kabupaten Bandung mengaku senang menanam kubis karena selain mudah, hasilnya pun lumayan. "Biaya produksi per tanaman hanya sekitar Rp2.000 per kubis. Sementara hasilnya bisa 3-5 kg per tanaman. Kalau harganya Rp3.000-4.000 per kg, hasilnya sudah sangat lumayan," kata Nandang.
(fjo)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Strategi Penilaian Kinerja...
Strategi Penilaian Kinerja Kementerian Pertanian
Pelaku Pemalsuan Pestisida...
Pelaku Pemalsuan Pestisida Dapat Dihukum Maksimal
Kementan Ajak Petani...
Kementan Ajak Petani dan Penyuluh Manfaatkan Bahan Organik
Antisipasi Kekeringan,...
Antisipasi Kekeringan, Masa Tanam Kedua Padi Dipercepat Mei
Antisipasi Krisis Pangan,...
Antisipasi Krisis Pangan, Pemerintah Akan Buka Lahan Sawah 900 Ribu Hektare
Petani Maros Giatkan...
Petani Maros Giatkan On Farm dengan Tanam Cabai Organik
Berita Terkini
Obat Generik Bebas Tarif...
Obat Generik Bebas Tarif 2 Tahun, Lalu Melonjak Jadi 200%
46 menit yang lalu
Jasaraharja Putera Raih...
Jasaraharja Putera Raih Pertumbuhan Berkelanjutan dan RBC Capai 371,90%
1 jam yang lalu
Pelabuhan Patimban Resmi...
Pelabuhan Patimban Resmi Layani Impor Perdana, Komponen Mobil Listrik BYD Lanjut ke Pabrik Subang
2 jam yang lalu
Kinerja Positif 2025,...
Kinerja Positif 2025, Jasa Raharja Catatkan Laba Bersih Rp2,30 Triliun
2 jam yang lalu
Harga Emas Hari Ini...
Harga Emas Hari Ini Berbalik Merayap Naik Rp3 Ribu per Gram, Intip Rincian Lengkapnya
3 jam yang lalu
DJP Gandeng Babinsa...
DJP Gandeng Babinsa dan Bhabinkamtibmas Awasi Pajak: Hanya Pendamping, Tak Perlu Khawatir
4 jam yang lalu
Infografis
Jadwal Semifinal Piala...
Jadwal Semifinal Piala Dunia 2026: Duel Penentu Final
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved