Pengawasan Obat dan Makanan Jadi Program Prioritas Nasional

Selasa, 27 November 2018 - 22:47 WIB
Pengawasan Obat dan...
Pengawasan Obat dan Makanan Jadi Program Prioritas Nasional
A A A
JAKARTA - Pemerintah telah menjadikan pengawasan obat dan makanan sebagai salah satu program prioritas nasional di bidang kesehatan tahun 2018. Salah satu implementasinya, pemerintah melalui Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) telah meresmikan 33 balai dan 40 loka (swalayan yang mengedepankan gaya hidup sehat) POM di beberapa provinsi dan kota dan kabupaten di seluruh Indonesia.

"Hal ini tentunya untuk semakin meningkatkan pengawasan pre dan post market obat dan makanan sehingga kesehatan masyarakat akan dapat semakin terjaga," kata Kepala BPOM, Penny K. Lukito usai Rapat Evaluasi Nasional BPOM di Bali, dalam keterangan yang diterima di Jakarta, Selasa (27/11/2018).

Penny melanjutkan, sinergi lintas sektor, khususnya dengan pemerintah provinsi, kota dan kabupaten, akan memainkan peran penting dalam wujudkan peningkatan pengawasan obat dan makanan pada masyarakat.

Pasalnya, peningkatan sinergi antara BPOM dengan pemerintah daerah telah tertuang dalam Permendagri No.41 Tahun 2018 tentang Peningkatan Koordinasi Pembinaan dan Pengawasan Obat dan Makanan di Daerah.

"Itu (pengawasan obat dan makanan) tidak mungkin dilakukan sendiri oleh BPOM. Oleh karena itu, Pemda diharapkan mengalokasikan sebagian sumber dayanya untuk mendukung kegiatan ini," tambah Penny.

Selain itu, BPOM terus berikhtiar melakukan pendampingan pengembangan UMKM. Karena sektor ini memiliki kontribusi yang luar biasa bagi perekonomian nasional. Hal inilah yang disadari betul oleh BPOM yang berkomitmen untuk selalu mendampingi pengembangan industri UMKM di bidang obat dan makanan.

"Pengembangan industri obat herbal menjadi salah satu prioritas BPOM saat ini, mengingat pasar obat-obatan di Indonesia didominasi oleh industri kecil," ungkap Penny.

Pada kesempatan yang sama, Gubernur Bali I Wayan Koster menyampaikan apresiasinya terhadap komitmen BPOM dalam mendukung pengembangan industri obat dan makanan kecil Bali. Pasalnya, Pemprov Bali saat ini tengah berupaya menjadikan Bali sebagai pusat pengobatan herbal di Tanah Air.

"Bali memiliki target menjadi pusat pengobatan herbal Indonesia. Untuk itu, pengobatan herbal yang mayoritas berasal dari UMKM sangat butuh pendampingan dan pengawasan," tutur politisi PDI Perjuangan ini.

Pada kesempatan tersebut juga dilaksanakan penandatanganan nota kesepahaman antara BPOM dengan Pemprov Bali tentang Peningkatan Efektivitas Pengawasan Obat dan Makanan.
(ven)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Ajak Masyarakat Sadar...
Ajak Masyarakat Sadar Kesehatan, BPOM Segera Terapkan Label Kemasan dengan Skema Traffic Light
Charles Honoris dan...
Charles Honoris dan BPOM Ajak Warga Pejagalan Peduli Kesehatan Makanan dan Obat-obatan
BPOM Gelar Pameran Produk...
BPOM Gelar Pameran Produk Probiotik
Beredar Ikan Makarel...
Beredar Ikan Makarel Kaleng Palsu, BPOM Minta Masyarakat Waspada
Marak Suplemen dengan...
Marak Suplemen dengan Klaim Bikin Tahan Lama di Ranjang, BPOM Peringatan Ini ke Pria
Pengusaha: Pemerintah...
Pengusaha: Pemerintah Tidak Bisa Sendirian Menangani UMi
Berita Terkini
Defisit APBN Mei 2026...
Defisit APBN Mei 2026 Tembus Rp180,4 Triliun, Purbaya: Sangat Aman
20 menit yang lalu
Transaksi Digital Melonjak,...
Transaksi Digital Melonjak, Visa Tekankan Pentingnya Pengelolaan Risiko
46 menit yang lalu
Peringati Hari Lingkungan...
Peringati Hari Lingkungan Hidup Sedunia, BRI Dorong Sadar Budaya Kelola Sampah melalui Green Action BRI Peduli
52 menit yang lalu
Rupiah Ambruk Tembus...
Rupiah Ambruk Tembus Rp18.000 per Dolar AS, Pengusaha Ritel Sport Jantung
1 jam yang lalu
Lindungi Konsumen, Pakar...
Lindungi Konsumen, Pakar UI Ingatkan Dampak Paparan BPA Galon Guna Ulang
1 jam yang lalu
IHSG Kembali Babak Belur...
IHSG Kembali Babak Belur Siang Ini, Nyungsep 2,53% ke 5.692
1 jam yang lalu
Infografis
Piala Dunia 2026: Panggung...
Piala Dunia 2026: Panggung Terakhir Messi-Ronaldo dan Lahirnya Era Baru
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved