Oleh-oleh G20, Sri Mulyani Cerita Penyelamatan Ekonomi dari Kehancuran

Senin, 03 Desember 2018 - 14:16 WIB
Oleh-oleh G20, Sri Mulyani...
Oleh-oleh G20, Sri Mulyani Cerita Penyelamatan Ekonomi dari Kehancuran
A A A
JAKARTA - Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G20 tingkat pimpinan negara (leaders) baru saja berakhir yang berlangsung pada 30 November 2018 hingga 1 Desember di Buenos Aires, Argentina. Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani yang turut hadir mendampingi Wakil Presiden Indonesia Jusuf Kalla (JK), menceritakan awal mula terbentuknya G20 adalah untuk menyelamatkan ekonomi dunia dari kehancuran.

"Tahun 2018 adalah sepuluh tahun sejak G20 Leaders dibentuk pada tahun 2008, di tengah situasi krisis ekonomi Amerika Serikat dengan bangkrutnya Lehman Brothers dan perusahaan asuransi dunia AIG yang memicu kepanikan dan krisis keuangan seluruh dunia," ujar Sri Mulyani di Jakarta, Senin (3/12/2018).

Terang dia sebagai Menteri Keuangan saat itu, Ia melihat jatuhnya perekonomian Amerika Serikat menjalar ke Eropa yang menimbulkan kepanikan global. Pasalnya,Bank Sentral Amerika Serikat (Fed) menurunkan suku bunga secara drastis dari di atas 5% menjadi mendekati 0%, dan masih ditambah dengan Quantitative easing - injeksi likuiditas melalui pembelian surat berharga.

Pemerintah Amerika melakukan talangan (bail out) ke sektor riil dari perushaan mobil hingga properti dengan pembelian asset macet dan surat berharga. Inggris dan European Union melakukan hal yang sama yaitu melakukan penalangan bank yang gagal untuk menghentikan kepanikan publik dan menginjeksi sektor riel dengan ekspansi fiskal.

Seluruh negara di dunia mengalami akibat krisis tersebut. Saya ingat semua negara ASEAN, Australia dan Selandia Baru melakukan kebijakan “blanket guarantee” dengan menjamin penuh sektor perbankan untuk meredakan kepanikan dan ketidakpastian. "Semua negara di dunia berupaya melindungi perekonomiannya, melalui berbagai kebijakan yang tidak bisa (luar biasa)," paparnya.

"Dalam situasi kepanikan global, Menteri Keuangan Amerika Serikat menelpon Menkeu negara-negara anggota G20, untuk membentuk forum G20 Leaders- tingkat pimpinan negara. Dan mengundang para pimpinan negara untuk bertemu dalam rangka menyelamatkan ekonomi dunia yang mendekati kehancuran," terang dia.

Pertemuan pertama G20 Leaders 2008 di Washington DC Amerika Serikat dan pertemuan kedua 2009 di London Inggris para pemimpin dunia bersepakat untuk bersama-sama menyelamatkan ekonomi dunia dari kehancuran dengan kebijakan moneter, fiskal dan mendorong sektor riel untuk mengembalikan stabilitas dan kembali mendorong pertumbuhan ekonomi.

Fokus lain yang sangat penting adalah melakukan reformasi regulasi dan kebijakan sektor perbankan dan keuangan untuk menghindarkan krisis keuangan kembali terjadi. "Pada tahun 2008, semua pemimpin negara G20 kompak sepakat menyelamatkan ekonomi dunia dengan kebijakan ekonomi satu arah dan saling mendukung, karena mereka percaya bahwa ekonomi global harus dijaga bersama," paparnya.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
G20 Sherpa Meeting,...
G20 Sherpa Meeting, RI Ajak Dunia Capai Pemulihan Ekonomi Inklusif dan Berkelanjutan
Lewat G20 Indonesia...
Lewat G20 Indonesia Siap Gerakkan Ekonomi Dunia
KTT G20 Beragendakan...
KTT G20 Beragendakan Transformasi Ekonomi Berbasis Digital
Pulihkan Ekonomi Global,...
Pulihkan Ekonomi Global, Anggota G20 Bersatu lawan Pandemi
Pertumbuhan Ekonomi...
Pertumbuhan Ekonomi yang Impresif dan Kepemimpinan RI di Presidensi G20 jadi Perhatian Dunia
Proyeksi Pertumbuhan...
Proyeksi Pertumbuhan Ekonomi RI Kembali Dipangkas
Berita Terkini
IHSG Hari Ini Dibuka...
IHSG Hari Ini Dibuka Ambles ke Level 6.266 saat Ada 518 Saham Malas Bergerak
1 jam yang lalu
Bangun PFII di Bali...
Bangun PFII di Bali Butuh Waktu 3 Tahun, Danantara Siapkan Masa Transisi di Jakarta
1 jam yang lalu
4 Negara Bebas Kewajiban...
4 Negara Bebas Kewajiban Parkir DHE SDA di Himbara, Pemerintah Beri Kelonggaran
1 jam yang lalu
Panda Bond Laris Manis,...
Panda Bond Laris Manis, Indonesia Raup Rp18,47 Triliun
3 jam yang lalu
Trump Berlakukan Tarif...
Trump Berlakukan Tarif Impor Baru secara Global, Indonesia Kena 10%
3 jam yang lalu
Hari Anak Nasional,...
Hari Anak Nasional, Jasa Raharja Ajak Generasi Muda Jadi Pelopor Keselamatan
12 jam yang lalu
Infografis
Ranking FIFA usai Piala...
Ranking FIFA usai Piala Dunia 2026: Spanyol Gusur Argentina dari Takhta
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved