Nilai Perdagangan RI-Saudi Capai USD2,687 Miliar

Selasa, 04 Desember 2018 - 12:07 WIB
Nilai Perdagangan RI-Saudi...
Nilai Perdagangan RI-Saudi Capai USD2,687 Miliar
A A A
JAKARTA - Nilai perdagangan Indonesia-Arab Saudi pada semester I/2018 mencapai USD2,687 miliar naik 23,4% dibandingkan dengan periode sama pada 2017 mencapai USD2,177 miliar.

“Memperhatikan potensi dan peluang yang ada, KJRI akan secara optimal terus berupaya memajukan kerja sama ekonomi dan perdagangan kedua negara,” kata Konsul Jenderal (Konjen) RI Jeddah Mohamad Hery Saripudin dalam rilisnya, kemarin.

Hery optimistis bahwa Saudi Vision 2030 yang salah satunya menitikberatkan pada upaya diversifikasi ekonomi tidak hanya mengandalkan sektor minyak dan gas (migas) akan menjadi peluang kerja sama ekonomi antara Arab Saudi dan Indonesia.

Menurut Hery, saat ini komoditi utama produk Indonesia ke Arab Saudi meliputi produk automotif, produk sawit dan turunannya, makanan, serta minuman olahan. Produk lainnya, yakni produk perikanan, produk karet dan turunannya, plywood, pulp and paper, furnitur, dekorasi rumah, tekstil, material bangunan, dan lain-lain.

Diketahui, Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) di Jeddah, Sabtu (1/12), menggelar malam penganugerahan Primaduta Award di Balai Nusantara, Wisma Konjen RI Jeddah.

Penghargaan tertinggi bidang perdagangan dari Pemerintah RI itu diberikan kepada tiga pengusaha Arab Saudi yang merupakan tiga besar importir produk-produk Indonesia.

Ketiga perusahaan penerima Primaduta Award tahun 2018 ini adalah Abdul Latief Jameel Ltd, Jareer Bookstore, dan Said Bawazier Trading Corp. Ketiga perusahaan itu masing-masing bergerak di bidang automotif, perlengkapan kantor dan alat-alat tulis, serta aneka produk makanan.

“Peningkatan ekspor Indonesia ke Arab Saudi tidak terlepas dari peran serta pengusaha mitra yang loyal terhadap produk Indonesia,” ungkap Dirjen Pengembangan Ekspor Nasional Kementerian Perdagangan (Kemendag) Arlinda menghadiri acara itu.

Menurutnya, penghargaan primaduta ini menjadi sarana yang tepat sebagai pengakuan eksistensi dan jasa para pengusaha ini sebagai mitra eksportir produk Indonesia.

Mohammad Siddieq yang mewakili Saudi Arabia-Indonesia Business Council (SAIBC) meminta para pengusaha kedua negara jangan cepat berpuas diri. “Terus gali setiap peluang yang ada, karena potensi kerja sama kedua negara masih terbuka luas di berbagai sektor perdagangan barang dan jasa,” ungkapnya. (Sudarsono)
(nfl)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Neraca Perdagangan Indonesia...
Neraca Perdagangan Indonesia pada Januari 2025 Catat Surplus USD 3,45 Miliar
Neraca Perdagangan Agustus...
Neraca Perdagangan Agustus 2024 Surplus
Top! Surplus Neraca...
Top! Surplus Neraca Dagang Tertinggi Sejak 9 Tahun Terakhir
Januari - November 2020,...
Januari - November 2020, Neraca Perdagangan Jatim Defisit
Juara Lawan AS, Neraca...
Juara Lawan AS, Neraca Dagang RI Keok dengan Thailand
Ekspor Terus Turun,...
Ekspor Terus Turun, Ekonom Khawatir Akan Ada PHK Massal
Berita Terkini
Kredit Perbankan Juni...
Kredit Perbankan Juni 2026 Tumbuh 12,67%, BI Optimistis Capai Target Tahun Ini
11 menit yang lalu
Tips MotionTrade: Kenali...
Tips MotionTrade: Kenali Risiko Investasi Reksa Dana sebelum Mulai Berinvestasi
25 menit yang lalu
KAI Logistik Kelola...
KAI Logistik Kelola 8,7 Juta Ton Angkutan Barang di Semester I 2026
1 jam yang lalu
Transaksi BI-FAST Capai...
Transaksi BI-FAST Capai 1,53 Miliar di Triwulan II 2026, Nilainya Tembus Rp3.777 Triliun
1 jam yang lalu
Pertamina Patra Niaga...
Pertamina Patra Niaga Integrasikan Penanganan Stunting dan Pemberdayaan UMKM
1 jam yang lalu
Heboh Surat Dinas ke...
Heboh Surat Dinas ke AS dengan Keluarga Bocor, Menteri PU: Saya Nggak Jadi Berangkat
1 jam yang lalu
Infografis
10 Negara Menaikkan...
10 Negara Menaikkan Harga BBM Akibat Perang AS-Iran, Banyak Tetangga RI
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved