Diambil dari Aset Rusia, G7 Rampungkan Pinjaman Rp788,9 Triliun ke Ukraina
Rabu, 27 November 2024 - 06:50 WIB
loading...
Kelompok G7 secara aktif terus bekerja untuk menyelesaikan paket pinjaman multi-miliaran dolar untuk Ukraina dari aset Rusia yang dibekukan oleh Barat. Foto/Dok
A
A
A
JAKARTA - Menteri Luar Negeri AS (Amerika Serikat) Antony Blinken mengatakan, bahwa Kelompok G7 secara aktif terus bekerja untuk menyelesaikan paket pinjaman multi-miliaran dolar untuk Ukraina dari aset Rusia yang dibekukan oleh Barat.
Berbicara pada konferensi pers setelah pertemuan G7 di Italia, Blinken menyuarakan komitmen kelompok itu untuk memastikan bahwa Kiev memiliki dana dan amunisi yang cukup untuk terus berperang "secara efektif" pada tahun 2025 atau untuk terlibat dalam negosiasi potensial dengan Moskow dari posisi yang kuat.
Baca Juga: Rekor! Nilai Cadangan Emas Rusia Tembus Rp3.090 Triliun
"Dalam dukungan kami untuk Ukraina, kami sedang menyelesaikan USD50 miliar -setara Rp788,9 triliun (kurs Rp15.779/USD)- yang telah diamankan dari aset Rusia yang dibekukan," kata Blinken.
Diketahui AS dan sekutunya telah membekukan aset sekitar senilai USD300 miliar milik bank sentral Rusia menyusul eskalasi konflik Ukraina pada Februari 2022. Pada bulan Juni, anggota G7 menjanjikan pinjaman USD50 miliar untuk Kiev, yang akan dilunasi menggunakan uang Moskow.
Berbicara pada konferensi pers setelah pertemuan G7 di Italia, Blinken menyuarakan komitmen kelompok itu untuk memastikan bahwa Kiev memiliki dana dan amunisi yang cukup untuk terus berperang "secara efektif" pada tahun 2025 atau untuk terlibat dalam negosiasi potensial dengan Moskow dari posisi yang kuat.
Baca Juga: Rekor! Nilai Cadangan Emas Rusia Tembus Rp3.090 Triliun
"Dalam dukungan kami untuk Ukraina, kami sedang menyelesaikan USD50 miliar -setara Rp788,9 triliun (kurs Rp15.779/USD)- yang telah diamankan dari aset Rusia yang dibekukan," kata Blinken.
Diketahui AS dan sekutunya telah membekukan aset sekitar senilai USD300 miliar milik bank sentral Rusia menyusul eskalasi konflik Ukraina pada Februari 2022. Pada bulan Juni, anggota G7 menjanjikan pinjaman USD50 miliar untuk Kiev, yang akan dilunasi menggunakan uang Moskow.
Lihat Juga :