PLN EPI Perkuat Rantai Pasok Gas di Era Transisi Energi
Rabu, 27 November 2024 - 07:22 WIB
loading...
Direktur Gas dan BBM PLN EPI Rakhmad Dewanto berbicara di Plenary Panel Discussion: Green & Clean Investment Opportunity in Indonesia di Electricity Connect 2024. FOTO/Ist
A
A
A
JAKARTA - Subholding PLN Energi Primer Indonesia ( PLN EPI ) memperkuat rantai pasok gas untuk pembangkit di era transisi energi . Gas berperan penting sebagai energi transisi dalam mendukung pengembangan energi terbarukan dan keberlanjutan pasokan energi untuk ketahanan energi nasional.
Direktur Gas dan BBM PLN EPI Rakhmad Dewanto menjelaskan, dalam draft RUPTL 2024-2033, dibutuhkan tambahan kapasitas pembangkit listrik sebesar 102 GW hingga 2040, dengan komposisi 75% energi terbarukan dan 20% gas. Energi terbarukan secara bertahap akan menjadi dominan dengan masih mempertahankan sebagian porsi untuk gas dalam rangka menjaga keandalan pasokan listrik dan kestabilan finansial, sambil tetap menekan emisi karbon secara agresif.
Baca Juga: Awas! PPN 12% Menggerus Daya Beli yang Sebelumnya Sudah Lesu
"Gas dengan potensi dalam negeri yang melimpah memainkan peran kunci untuk menggantikan bahan bakar minyak, mendukung intermittency energi terbarukan variabel, menjembatani transisi menuju energi bersih maupun menjadi energi masa depan dengan teknologi seperti carbon capture," papar Rakhmaddi Plenary Panel Discussion: Green & Clean Investment Opportunity in Indonesia di Electricity Connect 2024, belum lama ini.
Hingga 2040, PLN menargetkan pembangunan 22 GW pembangkit listrik gas baru yang terdiri lebih dari dari 100 unit tersebar di seluruh Indonesia. Menurut dia, permintaan gas PLN yang pada tahun 2024 sebesar 1.333 BBTUD akan tumbuh rata-rata 6,5% per tahun sehingga diperkirakan mencapai 2.351 BBTUD pada tahun 2033.
Direktur Gas dan BBM PLN EPI Rakhmad Dewanto menjelaskan, dalam draft RUPTL 2024-2033, dibutuhkan tambahan kapasitas pembangkit listrik sebesar 102 GW hingga 2040, dengan komposisi 75% energi terbarukan dan 20% gas. Energi terbarukan secara bertahap akan menjadi dominan dengan masih mempertahankan sebagian porsi untuk gas dalam rangka menjaga keandalan pasokan listrik dan kestabilan finansial, sambil tetap menekan emisi karbon secara agresif.
Baca Juga: Awas! PPN 12% Menggerus Daya Beli yang Sebelumnya Sudah Lesu
"Gas dengan potensi dalam negeri yang melimpah memainkan peran kunci untuk menggantikan bahan bakar minyak, mendukung intermittency energi terbarukan variabel, menjembatani transisi menuju energi bersih maupun menjadi energi masa depan dengan teknologi seperti carbon capture," papar Rakhmaddi Plenary Panel Discussion: Green & Clean Investment Opportunity in Indonesia di Electricity Connect 2024, belum lama ini.
Hingga 2040, PLN menargetkan pembangunan 22 GW pembangkit listrik gas baru yang terdiri lebih dari dari 100 unit tersebar di seluruh Indonesia. Menurut dia, permintaan gas PLN yang pada tahun 2024 sebesar 1.333 BBTUD akan tumbuh rata-rata 6,5% per tahun sehingga diperkirakan mencapai 2.351 BBTUD pada tahun 2033.
Lihat Juga :