Pencopotan Dirut Bank Sumsel Babel Sarat Kejanggalan

Kamis, 06 Desember 2018 - 23:48 WIB
Pencopotan Dirut Bank...
Pencopotan Dirut Bank Sumsel Babel Sarat Kejanggalan
A A A
JAKARTA - Pencopotan direktur perusahaan dalam RUPS merupakan hal wajar karena kewenangannya selaku pemegang saham untuk memilih, mengangkat serta memberhentikan Direksi maupun Komisaris Perseroan.

Namun, sejatinya pemilihan, pengangkatan maupun pemberhentuan pengurus perseroan dilandasi keinginan yang kuat dan benar hanya semata untuk meningkatkan kinerja perseroan bukan berdasarkan kehendak dengan alasan subjektif.

Perseroan Daerah sebagai unit usaha pada umumnya seharusnya dikelola dengan sungguh-sungguh, berdasar prinsip good corporate governace agar dapat tumbuh dan berkembang. Sehingga mampu memberikan kontribusi atau manfaat sebesar-besarnya bagi pemegang saham serta para pemangku kepentingan lainnya.

Karena itu, Priyo Koesdarmadi selaku anggota dewan pembina Himpunan Advokat Pembela Profesi (HAPSI) menilai, pencopotan M. Adil sebagai Dirut Bank Sumsel oleh Gubernur Sumatra Selatan dalam RUPS sarat kejanggalan.

Alasan Gubernur Sumsel dalam pencopotan M. Adil karena yang bersangkutan tidak perform. Hal ini bertolak belakang dengan raihan prestasi M. Adil yang sukses membuat Bak Sumsel Babel meraih banyak penghargaan, diantaranya: Annual Report Award yang diselenggarakan oleh Otoritas Jasa Keuangan, The Best Service Exc Infobank MRI, Top BUMD, Top Ceo BUMD dan Kesehatan Bank PK 2 OJK.

Dengan raihan penghargaan uang diterima Bank Sumsel Babel selama kepemimpinan M. Adil, hal ini otomatis membantah alasan pencopotannya selaku Dirut karena tidak perform dalam melaksanakan tugas profesionalnya.

"Budaya ganti penguasa ganti pengurus dalam ranah BUMN/BUMD seharusnya sudah saatnya dihentikan karena budaya tersebut yang membuka peluang korupsi dan membuat perseroan negara maupun perseroan daerah tidak mampu bersaing dalam lingkungan industrinya. Karena mengabaikan prinsip manajemen untuk menempatkan orang yang tepat ditempat yang tepat," terang Priyo, Kamis (6/12/2018).

Sambung dia, sudah saatnya kekuasaan digunakan untuk memacu sikap profesionalitas guna menjadikan bangsa ini mampu bersaing dalam percaturan industri global untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat, bangsa dan negara.

"Bukan sebaliknya, dimana kekuasaan hanya digunakan untuk kepentingan pribadi dan kelompoknya," terang Priyo yang juga senior partners di Law Firm Sam & Partners.
(ven)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Dirut Bank Sumsel Babel...
Dirut Bank Sumsel Babel Positif Corona, Petugas Bank Dibekali APD
Palembang Bank Sumsel...
Palembang Bank Sumsel Babel Melaju ke Final Four Usai Hempaskan Jakarta Garuda Jaya
5 Karyawan Bank Sumsel...
5 Karyawan Bank Sumsel Babel Lubuklinggau Positif COVID-19
MNC Bank Bekerja sama...
MNC Bank Bekerja sama dengan Bank Sumsel Babel Perkuat Kinerja Transaksi Interbank
Usai Operasi Jantung,...
Usai Operasi Jantung, Analisis BSB Dijebloskan ke Rutan karena Korupsi
Korupsi Rp13 Miliar,...
Korupsi Rp13 Miliar, Pejabat BSB Segera Jalani Persidangan
Berita Terkini
Kebijakan Tambang RI...
Kebijakan Tambang RI Berubah-ubah, Investor China Mulai Alihkan Investasi Nikel ke Afrika
51 menit yang lalu
Saatnya Bayar Tagihan...
Saatnya Bayar Tagihan PBB-P2, Ada Diskon 7,5% hingga 31 Juli 2026
1 jam yang lalu
Barat Remehkan Blokade...
Barat Remehkan Blokade Selat Hormuz, Pasokan Minyak Dunia di Titik Kritis
1 jam yang lalu
MDLA Luncurkan Armada...
MDLA Luncurkan Armada Mobil Listrik, Dorong Transformasi Distribusi Rendah Emisi
4 jam yang lalu
Cargo Murah Kian Dibutuhkan...
Cargo Murah Kian Dibutuhkan di Tengah Meningkatnya Aktivitas Pengiriman Barang
11 jam yang lalu
Tren Mobilitas Ramah...
Tren Mobilitas Ramah Lingkungan Meningkat, Pembiayaan Kendaraan Listrik MUF Melesat
11 jam yang lalu
Infografis
Anggoro Eko Cahyo, Dirut...
Anggoro Eko Cahyo, Dirut Baru Bank Syariah Indonesia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved