Indonesia Terus Benahi Tata Kelola Perkebunan Demi Melestarikan Sawit

Selasa, 11 Desember 2018 - 22:13 WIB
Indonesia Terus Benahi...
Indonesia Terus Benahi Tata Kelola Perkebunan Demi Melestarikan Sawit
A A A
JAKARTA - Pembenahan tata kelola perkebunan sawit terus dilakukan di Indonesia. Sejumlah kemajuan yang mulai dicapai memastikan konsumen global bisa terus menikmati minyak sawit lestari yang ramah iklim asal Indonesia.

Deputi Bidang Pangan dan Pertanian Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Musdalifah Machmud, mengungkapkan pentingnya minyak sawit untuk mendukung kesejahteraan rakyat dan pertumbuhan ekonomi nasional.

Hal inilah yang mengemuka pada sesi diskusi panel yang digelar di Paviliun Indonesia pada Konferensi Perubahan Iklim (COP UNFCCC) ke 24 di Katowice, Polandia, akhir pekan lalu.

Saat ini, kata dia, terdapat 4,2 juta tenaga kerja langsung dan 12 juta tenaga kerja tidak langsung yang terlibat di industri minyak sawit. "Sementara itu ada 2,4 juta usaha kebun rakyat yang melibatkan 4,6 juta individu petani," ujarnya dalam siaran pers yang diterima SINDOnews, Selasa (11/12/2018).

Komoditas sawit juga memberi kontribusi signifikan bagi penerimaan negara. Pada tahun 2016, nilai ekspor minyak sawit Indonesia mencapai USD16,28 miliar. Ini setara dengan 11,2% total ekspor nasional.

Musdalifah menuturkan, Pemerintah Indonesia saat ini sedang membenahi tata kelola untuk mendukung produksi kelapa sawit berkelanjutan. Salah satunya dengan memperbaiki skema sertifikasi Indonesian Sustainable Pal Oil (ISPO) agar menjadi lebih transparan, akuntabel, dan inklusif bagi petani.

Pemerintah, kata Musdalifah, menargetkan seluruh perkebunan di Indonesia tersertifikasi ISPO pada tahun 2025. Untuk pembenahan, Presiden Joko Widodo telah menerbitkan Instruksi Presiden Nomor 8 Tahun 2018 tentang Moratoroum Izin Kebun Sawit. Ketentuan itu juga mengamanatkan untuk mengevaluasi seluruh izin kebin sawit yang ada saat ini.

Dirjen Pengendalian Perubahan Iklim Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Ruandha Agung Sugardiman, menyatakan moratoium diharapkan bisa membenahi keberadaan kebun kelapa sawit di dalam kawasan hutan. Analisis citra satelit resolusi tinggi yang dilakukan mengungkap, ada 3,47 juta hektare kebun sawit diantara seluruh 126 juta hektare kawasan hutan Indonesia.

Ruandha menuturkan, verifikasi data dan evaluasi perizinan yang dilakukan KLHK akan berujung pada sejumlah keputusan. Selain mengembalikan lahan yang sudah dilepas kembali sebagai kawasan hutan, ada juga keputusan berupa penegakan hukum untuk aktivitas perambahan.

"Untuk penguasaan lahan hutan yang dilakukan rakyat, pemerintah menyediakan opsi perhutanan sosial dan reforma agraria," sebut Ruandha.

Sementara, Direktur Eksekutif Yayasan Kehati, Riki Frindos, menekankan pentingnya studi lapangan untuk memastikan opsi yang disediakan bagi rakyat oleh pemerintah benar-benar diterima manfaatnya oleh rakyat.

"Penyelesaian dengan pola reforma agraria bisa dilakukan untuk penguasaan lahan oleh rakyat dengan luas kurang dari 5 hektare," kata Riki.

Saat ini, Yayasan Kehati sedang melakukan uji coba penyelesaian penguasaan lahan oleh rakyat di sejumlah Kampung. Keberhasilan yang dicapai bisa direplikasi di tempat lain.

Di tempat yang sama, Simo Honkanen, Senior Vice President Sustainability and Public Affairs Neste Corporation, sebuah perusahaan penyulingan bahan bakar nabati global, menyambut positif langkah-langkah perbaikan tata kelola kebun sawit yang dilakukan pemerintah.

Langkah itu diharapkan bisa menjawab tantangan tentang kelestarian minyak sawit Indonesia. "Langkah itu penting karena dunia sesungguhnya membutuhkan minyak sawit," kata Simo merujuk produktivitas dan variasi produk dari minyak sawit.
(ven)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
SPKS Dukung Pembentukan...
SPKS Dukung Pembentukan Satgas Peningkatan Tata Kelola Industri Kelapa Sawit
Industri Minyak Nabati...
Industri Minyak Nabati Dukung Penerapan Tarif Pungutan Ekspor Sawit
Perhimpunan Eropa: Jawab...
Perhimpunan Eropa: Jawab Tantangan Sustainability pada Industri Sawit Indonesia
Industri Kelapa Sawit...
Industri Kelapa Sawit Diklaim Kebal Pandemi, Terus Menopang Ekonomi Nasional
PALMEX Jakarta 2026...
PALMEX Jakarta 2026 Dorong Industri Sawit Global melalui Inovasi dan Transformasi Digital
Sawit Indonesia di Persimpangan...
Sawit Indonesia di Persimpangan Ekonomi dan Keberlanjutan Global
Berita Terkini
Hari Anak Nasional,...
Hari Anak Nasional, Jasa Raharja Ajak Generasi Muda Jadi Pelopor Keselamatan
4 jam yang lalu
Gonjang-ganjing Sektor...
Gonjang-ganjing Sektor Energi, Singapura Rombak Kabinet Besar-besaran
5 jam yang lalu
Di Balik Penghargaan...
Di Balik Penghargaan CCEPC Indonesia, Gao Hai Komitmen Bangun Kemitraan Jangka Panjang
5 jam yang lalu
Pertamina Trans Kontinental...
Pertamina Trans Kontinental Ajak Siswa Lestarikan Ekosistem Laut
5 jam yang lalu
PLN EPI Tawarkan Kontrak...
PLN EPI Tawarkan Kontrak hingga 5 Tahun untuk Pemasok Biomassa
6 jam yang lalu
Ancaman Blokade Laut...
Ancaman Blokade Laut Merah, Asia Nego Arab Saudi Alihkan Rute Tanker Minyak ke Afrika
6 jam yang lalu
Infografis
Daftar Juara Liga Indonesia...
Daftar Juara Liga Indonesia dari Masa ke Masa: Persib Ukir Sejarah
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved