Negara Kehilangan Ratusan Miliar dari Jasa Pengiriman Kratom

Selasa, 18 Desember 2018 - 01:37 WIB
Negara Kehilangan Ratusan...
Negara Kehilangan Ratusan Miliar dari Jasa Pengiriman Kratom
A A A
JAKARTA - PT Pos Indonesia melalui surat No 571/Dir-5/1018 tanggal 2 Oktober 2018 yang ditandatangani Direktur Komersial, Charles Sitorus, menghentikan pengiriman paket yang berisi komoditas Kratom.

Selain penghentian pengiriman, dalam surat juga menyebut menghentikan penerimaan kiriman berisi komoditas kratom di UPT maupun Agen Pos. Penghentian disebabkan karena keterbatasan alat angkut yang bersedia mengangkut kiriman komoditas tersebut.

Penghentian pengiriman paket komoditas Kratom menjadi pertanyaan besar bagi karyawan PT Pos Indonesia yang tergabung dalam Serikat Pekerja Pos Indonesia. Karena pendapatan dari jasa pengiriman paket komoditas Kratom cukup besar, yakni Rp10 miliar per bulan.

Setelah melakukan tata kelola dengan baik, PT Pos Indonesia mendapatkan pendapatan sekitar Rp9 miliar sampai Rp10 miliar per bulan atau sekitar 1 ton per sekali kirim per hari.

Sebelum dihentikan, PT Pos Indonesia mampu mendapatkan penghasilan ratusan miliar per tahun. Dan sangat disayangkan kenapa jasa pengiriman paket ini dihentikan. Padahal menghasilkan pendapatan cukup besar buat negara.

"Kami sudah menanyakan ke Dirut PT Pos Indonesia alasan penghentian paket pengiriman kratom tersebut, tetapi tidak mendapatkan jawaban yang memuaskan," kata Iman Wahidin dari Serikat Pekerja Pos Indonesia yang berdomisili di Pontianak, Kalimantan Barat, yang dikonfirmasi lewat telepon, Senin (17/12).

Menurutnya kalau memang komoditas tersebut membahayakan atau tidak diizinkan pemerintah untuk di ekspor, kenapa pihak jasa pengiriman swasta dibolehkan, seperti DHL atau JNE.

"Ini tidak ada larangan dari BNN atau Kesehatan, dan di Amerika sendiri kratom ini dijadikan bahan kosmetika dan obat herbal," jelasnya.

Pihak Serikat Pekerja Pos Indonesia sempat menanyakan masalah ini tetapi tidak mendapatkan jawaban yang memuaskan dari Direktur Utama PT Pos Indonesia. "Kalau alasan tidak tersedianya alat angkut, tidak masuk akal," kata Iman.

Kapuas Hulu dan Ketapang merupakan daerah penghasil Kratom terbesar di Kalimantan Barat. Dan mampu menciptakan lapangan usaha rumahan serta penghasilan yang lumayan buat masyarakat setempat.

Komoditas asli hutan ini setelah diolah di rumahan kemudian dikirim ke Pontianak dari Kapuas Hulu dan Ketapang, dan dari Pontianak di ekspor ke Amerika Serikat dan Eropa. Daerah penghasil Kratom terbesar berasal dari Kapuas Hulu, dan Ketapang di Kalbar serta sebagian daerah di Kalsel.

Sementara itu, Direktur Komersial Pos Indonesia Charles Sitorus yang dikonfirmasi melalui telepon dan pesan singkat tidak merespon pertanyaan yang diberikan.
(ven)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Pos IND: Lebih dari...
Pos IND: Lebih dari Sekadar Pengiriman, Ini tentang Menyampaikan Harapan
Film Kartu Pos Wini...
Film Kartu Pos Wini Merajut Kenangan Berkirim Surat di Kantor Pos
Pengiriman Paket Pos...
Pengiriman Paket Pos Meningkat Jelang Lebaran
Pos Indonesia Perkuat...
Pos Indonesia Perkuat Sinergi dengan Kementerian dan Lembaga
Tayang 6 April, Film...
Tayang 6 April, Film Kartu Pos Wini Jadi Upaya Pos Indonesia Rangkul Milenial dan Gugah Kesadaran pada Kanker
Strategi Pos Indo KC...
Strategi Pos Indo KC Tangerang Selatan Salurkan Bansos PKH Agar Tepat Sasaran
Berita Terkini
Harga Emas Antam Hari...
Harga Emas Antam Hari Ini Mager di Rp2,73 Juta per Gram, Berikut Rinciannya
38 menit yang lalu
Pertamina Patra Niaga...
Pertamina Patra Niaga Perkuat Ketahanan Pangan Melalui Program CID
1 jam yang lalu
BUMN Mulai Pangkas Anak...
BUMN Mulai Pangkas Anak Usaha, dari Pupuk Indonesia sampai PLN
1 jam yang lalu
WYCE Targetkan Penjualan...
WYCE Targetkan Penjualan 100.000 Boks pada Tahun Pertama
2 jam yang lalu
10 Negara Produsen Pertanian...
10 Negara Produsen Pertanian Terbesar di Dunia, Indonesia Urutan Berapa?
2 jam yang lalu
DPR Solid Tolak Aturan...
DPR Solid Tolak Aturan Kemasan Polos Produk Tembakau dari Kemenkes
3 jam yang lalu
Infografis
7 Perang Besar di Selat...
7 Perang Besar di Selat Malaka, dari Jalur Rempah hingga Medan Tempur Kekuatan Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved