Kilas Balik IHSG 2018: Banyak Terpengaruh Sentimen Global

Rabu, 26 Desember 2018 - 12:39 WIB
Kilas Balik IHSG 2018:...
Kilas Balik IHSG 2018: Banyak Terpengaruh Sentimen Global
A A A
JAKARTA - Kilas balik pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) sepanjang tahun 2018 tidak dipungkiri terimbas oleh berbagai sentimen, baik dari dalam maupun global. Namun, tampaknya IHSG lebih banyak terpengaruh oleh sentimen global.

Analis Senior CSA Research Institute, Reza Priyambada, mengatakan hingga akhir November 2018, IHSG justru tercatat turun sebanyak 4,71% secara year on year (YoY). Sentimen dari global, terutama dari AS mempengaruhi seluruh bursa saham global.

"Tak terkecuali IHSG yang turut terpengaruh sentimen global tersebut. Beberapa sentimen utama yang mempengaruhi pergerakan IHSG antara lain keputusan The Fed yang telah menaikan suku bunga acuannya," ujarnya di Jakarta, Rabu (26/12/2018).

Reza menjelaskan, berbagaikomentar maupun cuitan twitter Presiden AS Donald Trump dalam menanggapi pemerintahan maupun kondisiekonomi AS turut mempengaruhi. Juga masih adanya potensi perang dagang antara AS dan China, hingga kondisi di Eropa.

Sementara, Reza menjelaskan, kondisi di dalam negeri relatif masih terjaga atau tidak terlalu buruk meski dibarengi rilis negatif dari defisit neraca pembayaran dan perdagangan. Selain itu, ada melemahnya nilai tukar rupiah.

"Adapun berbagai kondisi internal tersebut dapat dikatakan merupakan imbas dari global. Imbas dari global tersebut mempengaruhi pergerakan dari nilai tukar rupiah yang berujung pada pelemahan," katanya.

Selain itu, lanjut Reza, banyaknya komentar negatif terkait dengan pengelolaan ekonomi Indonesia, dimana masih terdapat defisit neraca dan penambahan utang turut mempengaruhi pergerakan IHSG. Padahal, hal tersebut juga disebabkan konsumsi masyarakat Indonesia yang lebih banyak menggunakan barang impor.

"Juga masih besarnya ketergantungan ekspor Indonesia pada barang-barang mentah, baik berupa minyak dan gas bumi (migas) maupun berupa bahan bakar mineral dan minyak yang berasal dari hewan maupun tumbuhan. Untuk itu, pemerintah terus mengupayakan untuk melakukan perubahan ekspor dari berorientasikan komoditas menjadi barang-barang yang memiliki nilai tambah," tutur dia.

Menurutnya, upaya inipun tidak mudah dan perlu waktu untuk melakukan perubahan. Bahkan upaya pembentukan holding migas dan tambang terus diupayakan untuk menciptakan kemandirian pengolahan barang komoditas.
(ven)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
IHSG Tidak Terbendung,...
IHSG Tidak Terbendung, Pagi Ini Dibuka Terus Menguat ke Level 6.018
Lanjutkan Penguatan...
Lanjutkan Penguatan di Pagi Hari, IHSG Sentuh Level 6.085
Bergerak Dua Arah, IHSG...
Bergerak Dua Arah, IHSG Akhir Pekan Ditutup Melemah ke Level 6.104
IHSG Rebound Usai Anjlok...
IHSG Rebound Usai Anjlok 6, Kepercayaan Investor Kembali
Suku Bunga Acuan BI...
Suku Bunga Acuan BI Bakal Dirilis, Ramalan IHSG Bergerak Terbatas
IHSG Kehabisan Tenaga,...
IHSG Kehabisan Tenaga, Terkoreksi 2,38 Poin di Akhir Sesi
Berita Terkini
BI Respons Rupiah Tembus...
BI Respons Rupiah Tembus Rp18.000, Samakan Nasib dengan Tetangga RI
1 jam yang lalu
Pemerintah Pastikan...
Pemerintah Pastikan Harga MinyaKita Naik, Ini Sebabnya
2 jam yang lalu
Pastikan Kelancaran...
Pastikan Kelancaran Pemulangan Jemaah Haji, Garuda Indonesia Intensif Koordinasi dengan Arab Saudi
2 jam yang lalu
DSI Dinilai Bisa Perkuat...
DSI Dinilai Bisa Perkuat Ekspor dan Transparansi Tata Kelola SDA
3 jam yang lalu
IHSG Kebakaran, Rontok...
IHSG 'Kebakaran', Rontok 3,58% ke 5.734 Siang Ini
3 jam yang lalu
Mendorong Standar Baru...
Mendorong Standar Baru Hilirisasi Nikel Berkelanjutan Tengah Tuntutan Global
3 jam yang lalu
Infografis
4 Perempuan yang Mengguncang...
4 Perempuan yang Mengguncang Politik Global Sepanjang 2025
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved